Salin Artikel

Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Singapore Tourism Board (STB) memprediksi akan terjadi penurunan signifikan dalam jumlah wisatawan internasional yang datang ke Singapura.

Penurunan yang terjadi akibat wabah virus corona ini diperkirakan berjumlah sebesar 25-30 persen.

“Jika melihat tahun lalu, angka wisatawan global ke Singapura mencapai 19,1 juta orang. Angka ini pasti menurun, kami memprediksi akan jatuh sekitar 25-30 persen, apalagi untuk turis China,” jelas Executive Director STB untuk South East Asia John Gregory Conceicao ketika ditemui Kompas.com pada Selasa (18/2/2020).

Menurutnya, hal itu cukup wajar mengingat situasi industri pariwisata global yang memang terganggu akibat virus corona ini.

Terlebih lagi, Singapura telah menetapkan status oranye untuk tingkat kewaspadaan mereka terhadap virus corona.

Hal itu berdampak cukup signifikan pada penurunan wisatawan, termasuk untuk target jumlah wisatawan internasional ke Singapura tahun 2020 pasti akan mengalami penurunan.

“Tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan agar status jadi hijau lagi dan kepercayaan diri para turis untuk kembali traveling,” jelas Area Director STB untuk Indonesia Mohamed Firhan Abdul Salam kepada Kompas.com.

Pasar China yang hilang

China sebelumnya telah menetapkan pelarangan perjalanan kepada warganya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Akibatnya, jumlah wisatawan China yang menempati urutan pertama wisatawan internasional terbesar ke Singapura pada 2019 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada 2019, jumlah wisatawan China ke Singapura adalah 3,3 juta orang. Menurut John, pasar China berkontribusi sekitar 20 persen kedatangan internasional pada tahun 2019.

Dengan adanya pelarangan perjalanan, otomatis 20 persen dari jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Singapura akan berkurang.

“Karena kami juga sudah melarang sama sekali turis China untuk masuk ke Singapura. Dari semua port of entry, warga China atau orang yang pernah ke China dalam waktu-waktu ini tidak diperbolehkan. Termasuk yang hanya transit,” ujar Firhan.

Baik STB maupun Pemerintah Singapura tetap meyakinkan bahwa Singapura masih dalam kondisi aman.

Terlepas dari adanya status oranye yang ditetapkan, Singapura telah melakukan berbagai langkah yang dinilai akan efektif untuk menangani kondisi warganya yang sudah terjangkit virus corona ataupun mencegah penyebarannya.

“Kita masih contain karena penyebaran di tingkat komunitas belum ada. Belum ada penularan yang benar-benar besar,” ujar Firhan.

“Termasuk pemeriksaan di entry point dan contact tracing untuk mereka yang sudah terjangkit untuk memastikan tidak ada penyebaran yang lebih luas,” tutupnya.

https://travel.kompas.com/read/2020/02/18/165713827/singapura-prediksi-penurunan-wisatawan-hingga-30-persen-akibat-virus-corona

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Jalan Jalan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.