Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sejarah Perang Klaim di Balik Lava Cake, Kue yang Antar Eric Juara MasterChef Indonesia

Adapun ronde kedua memasak dessert atau hidangan penutup telah mengantarkan Eric menjadi juara dengan perolehan poin 539, lebih tinggi empat poin dari Firhan yaitu 535.

Poin tersebut membuat Eric memperoleh total skor 2592 sedangkan Firhan 2483. Eric pun menjadi juaranya.

Saat itu, Eric memasak dessert bernama Five Spice Molten Chocolate Cake with Ginger Crumble a Candied Kumquat. Eric memodifikasikan Molten Chocolate Cake dengan rempah.

Molten Chocolate Cake lebih dikenal dengan sebutan lava cake. Pada era tahun 1990-an sempat menjadi idola dessert.

Disebut lava cake karena saat kue dibelah maka keluaran cairan saus cokelat, layaknya lahar pada gunung berapi. 

Selain itu lava cake juga dikenal dengan sebutan kue truffle cokelat. Kue cokelat cair ini menjadi sangat umum, sehingga pada tahun 2013, penulis makanan Mark Bittman pernah menyatakannya sebagai "the Big Mac of Desserts".

Dilansir Thrillist, siapa sangka, di balik kelezatan dan kepopuleran lava cake, ada sejarah perang klaim siapa orang pertama yang membuat kue ini.

Dua chef pada tahun 1980-an mengklaim menemukan kue itu. Masing-masing chef mengklaim dengan waktu yang berbeda--rentang enam tahun yaitu 1981 dan 1987.

Chef pertama yang memulai debut lava cake adalah Michel Bras. Chef legendaris asal Perancis ini pada 1981 mengklaim pertama kalinya hidangan itu di restoran Laguiole, Perancis.

Bras mengatakan pada Thrillist, ide itu datang kepadanya setelah perjalanan ski bersama anak-anaknya.

"Saya ingin menerjemahkan kesenangan saya ketika pulang ke rumah dan menemukan cangkir cokelat panas setelah seharian bermain ski," katanya.

Pada saat kue dimasak, ganache tersebut akan meleleh, dan akhirnya menghasilkan kue yang hampir matang. Ketika dikeluarkan dari oven, kue ini agak sedikit mengempis.

Sejak itu, makanan penutup tersebut kian menyebar ke seluruh dapur kelas atas Eropa dan memantapkan dirinya sebagai makanan pokok hidangan penutup.

"(Popularitas) itu mencapai titik di mana kita secara praktis diwajibkan untuk membuatnya," kata Alain Ducasse kepada New York Times tahun 1991.

Ducasse adalah seorang chef asal Perancis yang terkenal dan kala itu dirinya tengah memasak di Monte Carlo.

Selang enam tahun kemudian tepatnya 1987, lava cake menjadi kian viral. Restoran Lafayette memiliki seorang chef bernama Jean-Georges Vongerichten, chef asal New York yang berusia 30 tahun kala itu.

Dirinya tengah membuat 500 kue cokelat lembap berpegang pada resep ibunya untuk pesta pribadi, namun secara amatir ia gagal karena meletakkan banyak kue dalam oven. Hal itu secara signifikan menurunkan suhu oven.

Ceritanya berawal saat ia mengambil kue yang ternyata belum matang dari oven.

"Jadi aku membuka oven itu dan cukup yakin, aku melihat ada lelehan di tengah-tengah kue. Aku tidak percaya kala itu bahwa baru saja menyajikan kue mentah," ujarnya.

Sehari kemudian, kue itu dinamai chocolate valrhona cake dan menjadi hidangan tetap menu makanan penutup di restoran.

Vongerichten hanya membutuhkan empat bahan resep yaitu melelehkan mentega dan cokelat secara bersamaan, menggabungkan campuran itu dengan kuning telur yang dikocok gula.

Kemudian memanggangnya dalam oven sampai bagian luarnya matang, serta menyisakan bagian tengah yang sedikit mentah.

Hal ini berbeda dengan Bras yang menggabungkan komponen pada berbagai suhu untuk membuat lava cake.

Populer di tahun 1990-an dan masuk Disney

Sementara itu, chocolate valrhona cake menjadi kian populer di Lafayette. Pada tahun 1991, dalam beberapa bulan, replika kue ini dapat ditemukan pada menu makanan penutup era tersebut.

Salah satu restoran terbaik di New York City, Tom Colicchio menyajikan versi di Mondrian, William Yosses membuatnya di Bouley, dan Jacques Torres di Le Cirque.

Beberapa chef ada yang membuat sesuai dengan metode Bras, namun kebanyakan meniru pendekatan Vongerichten. Mereka lebih memilih tengah yang kurang matang daripada inti ganache yang meleleh.

Kue cair itu juga sempat menjadi populer dan dinikmati oleh anak-anak ketika tiba di taman hiburan paling populer, Disney, pada tahun 1997.

https://travel.kompas.com/read/2020/03/09/071000227/sejarah-perang-klaim-di-balik-lava-cake-kue-yang-antar-eric-juara-masterchef

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke