Salin Artikel

Hotel Mewah di Singapura dan Australia Dijadikan Tempat Karantina Covid-19

KOMPAS.com – Pemerintah Singapura dan Australia menetapkan kebijakan karantina bagi warganyayang baru kembali dari luar negeri.

Uniknya mereka dikarantika dalam sebuah hotel mewah yang menyuguhkan pemandangan indah.

Berikut adalah informasi tempat karantina warga Singapura dan Australia yang baru kembali dari luar negeri:   

Singapura

Mengutip Bloomberg, Sabtu (28/3/2020), pemerintah Singapura minggu lalu mengatakan bahwa mereka menempatkan warga negaranya yang kembali dari Amerika dan Inggris di beberapa hotel.

Singapura mengalami lonjakan kasus yang sebagian besar melibatkan individu yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

Lonjakan kasus positif virus corona terbanyak datang dari orang yang baru kembali dari Amerika dan Inggris.

Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong, menuturkan kepada parlemen pekan lalu bahwa negara mereka memiliki sekitar 1.200 warga yang kembali dari Amerika dan Inggris setiap harinya.

Sementara itu, Singapura mengonfirmasi Sabtu (28/3/2020) lalu bahwa infeksi virus corona meningkat menjadi 802. Sebagian besarnya diklasifikasikan sebagai kasus impor.

Selasa (24/3/2020) lalu, pemerintah Singapura mengatakan mereka tengah bekerja sama dengan opeartor hotel untuk menyediakan fasilitas khusus karantina virus corona.

Kendati demikian, mereka yang melakukan karantina di rumah masing-masing juga bisa mengajukan permohonan untuk dikarantina di hotel.

Bagi yang melakukan karantina di hotel, akan diberikan pelayanan hotel seperti disediakan makanan dan fasilitas laundry. Semuanya dibayar oleh uang para pembayar pajak.

Menurut sebuah situs properti bernama 99.co, Singapura sudah memesan lebih dari 7.500 kamar hotel dan apartemen untuk tempat karantina virus corona.

Beberapa hotel yang terdaftar di antaranya adalah jaringan hotel internasional mewah seperti Hilton Worldwide Holdings Inc, InterContinental Hotels Group, dan Accor SA.

Rasa Sentosa dan beberapa hotel lain di Singapura juga menyediakan fasilitas khusus untuk warga Singapura yang kembali untuk melaksanakan karantinanya.

Membantu industri perhotelan

Disebutkan bahwa pemerintah Singapura melakukan langkah tersebut sebagai cara untuk mendukung industri perhotelan yang terdampak pandemi global tersebut.

Guna mempersiapkan kondisi ekonomi yang bisa memburuk, pemerintah Singapura meluncurkan paket stimulus kedua Kamis (26/3/2020) lalu yang meningkatkan bantuan setara dengan 11 persen dari produk domestik.

Dalam dukungan tersebut juga termasuk penghapusan pajak properti pada tahun 2020 untuk hotel, toko, dan beberapa properti lain.

Singapore Hotel Association tidak bisa mengatakan berapa banyak hotel yang terlibat dalam program karantina warga yang baru kembali dari luar negeri.

Kendati demikian, seorang juru bicara asosiasi tersebut mengatakan bahwa mereka sudah mengajak seluruh anggotanya untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

“Kami belum memiliki indikasi tanggapan dari hotel-hotel. Mereka dapat memilih untuk menjadikan keputusan ini atas kebijakan sendiri," katanya, mengutip Bloomberg.

Ia juga menyebutkan langkah baru ini tentu dapat membantu meringankan tekanan keuangan hotel saat ini,” 

Sebelumnya, Singapura memperkirakan adanya penurunan dalam kedatangan wisatawan akibat virus corona sebanyak 25 hingga 30 persen.

Namun setelah pemerintah memberlakukan kontrol perbatasan yang lebih ketat bersamaan dengan lockdown di beberapa negara, prospek terlihat tidak cerah.

Hal ini terlihat sangat kontras dibandingkan dengan rekor kedatangan tahun lalu yang mencapai 19,1 juta orang. Penerimaan pariwisata juga meningkat menjadi 19 miliar dollar Amerika Serikat, setara dengan Rp 310 triliun.

Australia

Menurut laman SBS News, Minggu (29/3/2020), di bawah pembatasan pemerintah federal baru, ribuan warga Australia yang kembali dari luar negeri akan diminta untuk melakukan karantina. 

Karantina dilakukan di beberapa hotel dan fasilitas akomodasi lainnya selama dua minggu.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengontrol penyebaran virus corona.

Hal ini juga dilakukan sebagai langkah atas kritikan yang diterima karena pemerintah memperbolehkan ribuan orang turun dari kapal pesiar Ruby Princess di pelabuhan Sydney minggu lalu.

Dari ribuan orang tersebut terdapat lebih dari 160 orang di kapal yang kini tertular virus corona.

Salah satu hotel yang dijadikan sebagai tempat karantina adalah Swissotel Hotel di Sydney.

Melalui sebuah surat yang dikirim kepada para tamu Sabtu (28/3/2020), pihak hotel berjanji bahwa setiap orang akan mendapatkan makanan tiga kali sehari.

Selain itu, mereka juga bisa melakukan permintaan belanja, layanan medis, dan pengumpulan sampah.

Semua yang dikarantina wajib menggunakan masker dan sarung tangan saat berinteraksi dengan para staf hotel. Pintu kamar juga harus ditutup.

Perdana Menteri New South Wales (NSW), Gladys Berejiklian, mengatakan Sabtu (28/3/2020) bahwa mereka yang dikarantina di hotel mungkin akan mengalami rasa frustrasi.

Meski begitu, dia tidak mengajukan permintaan maaf terhadap kebijakan pemerintah yang sudah dibuat tersebut.

“Kami paham beberapa orang mengalami masa-masa yang sangat menegangkan saat mencoba kembali ke rumah. Kami juga ingin mempertimbangkan posisi mereka,” tutur Berejiklian, mengutip SBS News.

“Namun kami juga perlu pertimbangkan kesehatan dan keselamatan 8 juta penduduk NSW. Lebih luas lagi, 25 juta penduduk di Australia,” tambahnya.

https://travel.kompas.com/read/2020/03/31/150900027/hotel-mewah-di-singapura-dan-australia-dijadikan-tempat-karantina-covid-19

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.