Salin Artikel

Apa yang Terjadi dengan Kapal Pesiar di Tengah Pandemi Virus Corona?

KOMPAS.com – Hampir semua pihak dalam industri kapal pesiar menangguhkan operasionalnya beberapa pekan terakhir.

Keputusan ini diambil untuk menanggapi pandemi global virus corona (Covid-19).

Melansir CN Traveler, Senin (30/3/2020), sebagian besar perusahaan pelayaran sudah menangguhkan perjalanan hingga April, Mei, bahkan waktu yang belum ditentukan.

Hal ini membuat kapal-kapal tersebut tidak memiliki rencana perjalanan untuk dilakukan selama berlayar.

Lantas, apa yang terjadi dengan kapal-kapal tersebut di tengah virus corona?

1. Jadi rumah sakit terapung dan perumahan sementara

Carnival Corporation, perusahaan induk dari Carnival Cruise Line, Holland America Line, Holland America Line, dan Princess Cruises, telah menawarkan 15 kapal dalam 105 armada kapalnya sebagai rumah sakit sementara.

Masing-masing kapal tersebut dapat mengakomodasi setidaknya seribu kamar rumah sakit darurat.

Pemerintah dan otoritas kesehatan di seluruh dunia tengah mempertimbangkan proposal tersebut.

Kendati kapal tidak bisa digunakan untuk merawat pasien virus corona secara langsung, namun mereka bisa membebaskan tempat tidur dan mengurangi tekanan di rumah sakit darat.

Hal tersebut dapat terjadi karena pasien yang tidak dalam keadaan kritis dapat dialihkan ke rumah sakit apung tersebut untuk karantina.

Melalui pengaturan tersebut, layanan medis akan disediakan oleh pemerintah atau rumah sakit. Keduanya juga akan menanggung biaya operasi kapal saat berada di pelabuhan.

Sementara itu, awak kapal akan melayani hal-hal kelautan, makanan dan minuman, dan layanan kebersihan.

“Walaupun kami terlalu dini dalam proses, namun sejauh kami sudah memiliki lebih dari selusin tanggapan dengan pembicaraan yang sedang berlangsung,” tutur Senior Vice President dan Chief Communications Officer untuk Carnival Corporation, Roger Frizzell, mengutip CN Traveler.

“Kami masih belum memiliki perjanjian yang konkrit, namun kami sedang membuat kemajuan yang baik,” imbuhnya.

Berdasarkan beberapa laporan, sebuah perusahaan pelayaran asal Britania Raya bernama Saga Cruises juga sedang membuat tawaran yang serupa untuk pemerintah setempat. Mereka menawarkan dua kapal mereka.

Sementara itu, perusahaan pelayaran Eropa bernama MSC Group, perusahaan induk dari MSC Cruises, telah merubah kapal feri Splendid menjadi rumah sakit apung. 

Rumah sakit apung ini untuk melayani wilayah Ligura di Italia dengan tambahan 400 tempat tidur rumah sakit.

Perusahaan pelayaran asal Florida, Amerika Serikat bernama Bahamas Paradise Cruise Line juga menawarkan dua kapal mereka ke pemerintah Amerika Serikat untuk digunakan sebagai layanan medis atau perumahan sementara.

Ada juga perusahaan pelayaran Amerika, American Queen Steamboat Company dan Victory Cruise Lines, yang sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Amerika.

Pembicaraan tersebut seputar potensi penggunaan enam kapal mereka sebagai perumahan sementara personel militer Amerika yang sedang dikarantina.

Baik mereka yang baru tiba, atau akan dikirim ke negara asing.

Perumahan sementara tersebut akan ditempatkan di beberapa kota seperti Seattle, San Diego, St. Louis, New Orleans, Norfolk, dan Miami.

2. Kapal diistirahatkan

Banyak perusahaan pelayaran yang mengembalikan kapal mereka ke pelabuhan di wilayah masing-masing selagi memungkinkan.

Kendati demikian, beberapa kapal telah dipindahkan karena kurangnya tempat untuk berlabuh. Terlebih lagi di pelabuhan seperti Miami dan Fort Lauderdale.

Di tengah kondisi tersebut, beberapa kapal mencari tempat ke pelabuhan terdekat seperti Gulfport, Mississippi, atau Jacksonville di Florida.

Sementara itu, perusahaan pelayaran lain memanfaatkan pelabuhan dan pulau pribadi mereka.

Menurut sebuah situs yang melacak pelayaran, CruiseMapper, lima dari kapal besar Royal Caribbean berada di lepas pantai pulau pribadi perusahaan mereka yakni CocoCay yang terletak di Bahama.

Sementara perusahaan pelayaran lain seperti Holland America, Celebrity, dan Princess berlabuh di lepas pantai Bahama, dekat dengan pulau dan resor pribadi perusahaan induk mereka di Bahama.

Tempat mereka berlabuh juga dekat dengan beberapa kota seperti Freeport yang memiliki pilihan bagus untuk penyediaan dan bahan bakar.

Seorang perwakilan CruiseMapper mengatakan bahwa lokasi-lokasi seperti itu memungkinkan para awak kapal untuk secara bebas turun dari kapal dan menggunakan fasilitas rekreasi pulau tersebut.

“Ditambah lagi, di sana tidak ada biaya pelabuhan. Jadi ini adalah lokasi yang paling menguntungkan secara ekonomi untuk melabuhkan kapal selama periode tanpa pelayaran,” tutur mereka.

3. Pesan harapan

Beberapa perusahaan kapal telah menggunakan eksterior mereka sebagai pop-up billboard dan meneranginya dengan pesan-pesan inspiratif.

Pesan-pesan tersebut dijabarkan melalui upaya yang dikoordinasi oleh para awak kapal untuk menyalakan lampu di beberapa jendela kabin tertentu di malam hari.

Carnival Corporation menyalakan lampu seluruh kapalnya setiap malam. Lampu-lampu dengan pesan “Kami akan kembali” terlihat dari pelabuhan Amerika Utara dan Australia.

Sementara itu, Princess Cruise dan Sky Princess menuliskan pesan “#WeWillBeBack”. Kemudian P&O Cruises menyalakan lampu kapal Azura mereka dengan tulisan “Kita akan bertemu lagi”.

MSC Cruises menyalakan lampu MSC Grandiosa dengan sebuah frasa Italia “Andra’ tutto bene” yang berarti semuanya akan baik-baik saja.

4. Peluncuran kapal baru ditangguhkan

Beberapa perusahaan kapal memilih untuk menangguhkan sementara peluncuran kapal baru mereka yang sebelumnya dijadwalkan pada awal tahun 2020.

Hal tersebut termasuk penundaan peluncuran dua perusahaan kapal yang dijadwalkan untuk debut pada beberapa bulan mendatang.

Perusahaan kapal tersebut adalah Virgin Voyages milik Richard Branson yang diundur dari April menjadi Agustus.

Kemudian The Ritz-Carlton Yacht Collection milik jaringan hotel Ritz-Carlton yang diundur dari Juni 2020 menjadi April 2021.

Perusahaan kapal Celebrity Apex milik Celebrity Cruises yang harusnya debut awal April juga diundur untuk waktu yang belum ditentukan.

Kendati hingga saat ini masih belum ada pengumuman resmi. Beberapa peluncuran kapal pesiar high-profile baru lainnya kemungkinan akan ditunda termasuk Enchanted Princess milik Princess Cruises.

Selain itu ada juga P&O Iona yang merupakan kapal terbesar yang pernah dibuat untuk pasar Britania Raya.

https://travel.kompas.com/read/2020/04/01/140900827/apa-yang-terjadi-dengan-kapal-pesiar-di-tengah-pandemi-virus-corona

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.