Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Viral Video #NutmegChallenge, Apakah Pala adalah Rempah Beracun?

KOMPAS.com – Pala adalah rempah yang berasal dari Banda, Indonesia. Pala digunakan di banyak resep. Mulai dari hidangan manis hingga gurih.

Namun kamu mungkin sempat mendengar kalau pala bisa jadi berbahaya bagi tubuh manusia.

Dilansir dari The Spruce Eats, pala berasal dari pohon pala. Pohon ini juga menghasilkan bunga pala.

Bunga pala berasal dari lapisan berwarna merah di sekitar biji pala yang keras. Biji ini kemudian jadi rempah yang kita kenal saat ini.

Setelah dikeringkan, pala bisa dijual secara utuh atau sudah digiling halus. Biasanya pala digunakan dalam makanan penutup berempah dan minuman seperti eggnog. Sediki pala juga sering gimasukkan ke dalam saus keju.

Apakah pala beracun?

Pala mengandung senyawa bernama myristicin, sejenis bahan pembius dengan efek samping yang beracun jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Myristicin juga bisa ditemukan di beberapa rempah dan tumbuhan lain. Namun jumlah yang paling besar bisa ditemukan pada pala.

Jika manusia mencerna sedikit pala, memang tidak berbahaya untuk tubuh. Termasuk pala yang terdapat dalam berbagai resep standar.

Namun jika konsumsinya melebihi 1 sendok teh pala bubuk dalam sekali makan, maka bisa menyebabkan efek samping tertentu.

Efek samping tersebut seperti halusinasi, mual, muntah, pusing, dan detak jantung tidak beraturan dalam waktu satu hingga enam jam setelah konsumsi pala.

Efek ini bisa bertahan selama beberapa lama dan jika pala yang dikonsumsi benar-benar berjumlah sangat banyak, maka bisa menyebabkan kegagalan organ.

Wanita hamil tidak boleh memakan banyak pala karena akan berisiko terhadap cacat lahir atau keguguran. Pala benar-benar bisa berbahaya ketika dicampur dengan obat-obatan lain.

Pasalnya, pala akan mengubah bagaimana obat-obatan tersebut diproses oleh hati manusia. Mencampurkan pala dalam jumlah banyak dengan obat-obatan lain, dalam beberapa kasus tertentu, bisa menyebabkan kematian.

Kamu sebaiknya konsumsi pala dengan jumlah yang dianjurkan yakni tidak melebihi satu sendok teh per orang.

Kebanyakan resep memang hanya membutuhkan sekitar setengah sendok teh bubuk pala atau bahkan kurang dari itu.

Selain itu, sajian yang menggunakan pala itu pun biasanya untuk banyak orang sekaligus. Sehingga hidangan tersebut terbilang aman tanpa ada risiko efek samping dari pala.

Dapat menyebabkan sensasi mabuk

Dilansir dari Delish, sejak abad ke-12 pala sudah digunakan sebagai narkoba dengan cara dihisap, dibuat rokok, hingga dimakan dalam jumlah besar untuk mendapatkan sensasi mabuk layaknya halusinogen.

Pada laporan tahun 2007 tentang psikosis sementara pada tahanan, bahaya dari pala pun dijabarkan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh International Programme on Chemical Safety, gejala keracunan pala mirip dengan keracunan antikolinergik.

Gejala tersebut seperti berkeringat secara berlebihan, wajah merah, mengigau, tenggorokan kering, dan masih banyak lagi.

Ada juga dampak yang mengganggu pikiran seperti halusinasi, kebingungan, dan keinginan untuk mati.

Riset tersebut juga menjabarkan soal berapa banyak pala yang dianggap beracun yaitu sekitar 1-3 pala (5-15 gram) atau sekitar 1-3 sendok teh.

Dampak dari keracunan pala ini biasanya akan hilang dalam waktu 24 jam. Namun dalam kasus psikosis, dampaknya bisa terus berlangsung hingga enam bulan lamanya.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa hanya terdapat satu kematian yang diketahui yang diakibatkan oleh terlalu banyak mengonsumsi pala dan itu terjadi pada anak laki-laki berusia delapan tahun.

Dalam artikel di New York Times berjudul ‘A Warning of Nutmeg’, bahwa orang-orang yang menggunakan pala sebagai narkoba biasanya mengonsumsi dua sendok makan sebelum menunjukkan tanda-tanda keracunan.

Sebelumnya, dilansir dari Daily Dot seorang remaja menggunakan pala untuk mabuk dan mengunggahnya ke media sosial TikTok dengan nama #NutmegChallenge.

Para pengguna TikTok mengunggah video diri mereka sendiri sedang minum minuman campuran pala dengan air dalam jumlah besar. Lalu mereka merekam hasilnya.

Mereka mengklaim bahwa campuran tersebut akan memberikan efek seperti LSD (jenis narkoba) dan jamur psikedelik. LSD maupun jamur psikedelik memberikan efek halusinasi.

https://travel.kompas.com/read/2020/04/19/220200227/viral-video-nutmegchallenge-apakah-pala-adalah-rempah-beracun

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Travel Update
Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Jalan Jalan
Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Jalan Jalan
4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

Jalan Jalan
Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Travel Update
Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Travel Update
Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Travel Update
Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Travel Update
Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Jalan Jalan
10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

Jalan Jalan
Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Travel Update
Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Travel Tips
Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+