Salin Artikel

Pengalaman Ikut Virtual Tour Kampung Tugu, Apa Menariknya?

Banyak fasilitas virtual tour yang bisa kamu coba dengan gratis. Salah satunya adalah yang diadakan oleh Wisata Kreatif Jakarta bekerja sama dengan Couchsurfing Indonesia.

“Karena banyak orang kan suka jalan-jalan tapi dengan kondisi kayak gini jadi enggak tahu bisa kapan jalan-jalan lagi,” ujar Ira Lathief, Pendiri Wisata Kreatif Jakarta pada Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

“Kemarin itu edisi perdana kan bikin tur virtual sebenarnya aku diajak kerja sama komunitas Couchsurfing. Ternyata antusiasmenya tinggi ada 40 orang (peserta) dan pesertanya juga ada yang dari Bali, Manado, hingga Jerman,” lanjutnya.

Edisi pertama tur virtual digelar pada Sabtu (18/4/2020) lalu dengan tujuan ke Kampung Tugu, Jakarta. Kompas.com berkesempatan untuk mengikuti tur virtual ini.

Tur virtual digelar melalui aplikasi meeting Zoom. Awalnya, para peserta yang berminat akan mendaftar lewat situs Couchsurfing untuk mendapatkan link meeting Zoom.

Setelahnya, tur virtual dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 15.00. Tepat di waktu tersebut, host dari tur virtual itu pun membuka akses meeting.

Kami bisa saling bertatap muka dengan peserta lainnya termasuk dengan host dan Ira yang menjadi pemandu untuk tur virtual kali ini.

Pengalaman Tour Virtual

Ternyata melakukan tur virtual seperti ini punya sensasi tersendiri. Pasalnya, pengalamanya berbeda dengan tur nyata yaitu saat benar-benar bisa melihat, menyentuh, dan merasakan atmosfer tempat yang dikunjungi.

Pada tur virtual ini, kamu hanya bisa melihat dan mendengar saja. Walau begitu, Ira selaku pemandu wisata bisa cukup interaktif dan menerangkan soal Kampung Tugu secara menarik.

Sesekali Ira juga meminta Melan dari Couchsurfing selaku host meeting untuk menampilkan beberapa gambar dan video yang akan mendukung penjelasannya

Ira memulainya dengan menjelaskan soal lokasi Kampung Tugu. Ia meminta Melan untuk menunjukkan gambar Google Maps yang menunjukkan dengan jelas letak dari Kampung Tugu.

Kampung Tugu terletak di Jakarta Utara. Tak jauh dari daerah Kelapa Gading dan Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan begitu, peserta bisa mengetahui lebih jelas soal lokasi Kampung Tugu ini.

Setelahnya, Ira memulai penjelasan soal Kampung Tugu yang bersejarah. Salah satunya adalah soal Gereja Tugu yang sudah berdiri sejak 1748.

Gereja Protestan ini masih berdiri kokoh hingga kini. Ira juga menunjukkan beberapa foto Gereja Tugu.

Setelahnya Ira beranjak menjelaskan soal sejarah Kampung Tugu. Sejarah panjang Kampung Tugu ternyata berawal dari Malaka, Malaysia. Penduduk Malaka yang adalah keturunan Portugis, jadi tahanan perang Belanda setelah kekalahan Portugis di Malaka.

Orang-orang tersebut dibawa ke Batavia dan dimerdekakan dengan syarat memeluk agama Protestan. Mereka kemudian diberi lahan tempat tinggal di Batavia. Inilah lokasi Kampung Tugu berada kini.

Selain menjelaskan soal sejarah Kampung Tugu, Ira juga menjelaskan soal budaya warga Kampung Tugu yang masih bertahan hingga kini. Mulai dari bahasa Kreo yang kini sudah mulai langka, musik keroncong, hingga kulinernya.

Ira menunjukkan beberapa gambar dan video soal tradisi keroncong ini. Juga tercipta pembicaraan seru soal tradisi Rabo Rabo yang digelar oleh warga Kampung Tugu setiap tanggal 1 Januari.

Tak itu saja, pembicaraan soal kuliner Kampung Tugu yang hanya bisa ditemukan di Kampung Tugu saja juga sangat menarik dan berhasil membuat para peserta penasaran ingin mencicipi kuliner tersebut.

Mulai dari gado-gado siram khas Kampung Tugu, pisang udang, ketan unti, apem kinca, dan pindang serani. Ira menampilkan foto-foto makanan tersebut yang membuat para peserta ramai memperbincangkannya.

Setelah sesi pemaparan oleh Ira, para peserta pun dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan. Saat sesi penjelasan oleh Ira, para peserta di-mute suaranya sehingga tidak mengganggu proses penjabaran.

Para peserta bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan di kolom chat yang tersedia untuk kemudian diajukan ulang bergiliran di sesi tanya jawab yang berlangsung selama sekitar 30 menit.

Bagi kamu yang ingin mengikuti tour virtual seperti ini, Wisata Kreatif Jakarta akan rutin mengadakan sesi tour virtual setiap minggunya.

“Mulai weekend ini setiap Sabtu dan Minggu yang koordinir Wisata Kreatif Jakarta. Aku sendiri mau bikin tour virtual di negara-negara Eropa mungkin mulai minggu depan. Misalnya, tur keliling kota Paris, Amsterdam, Roma, Vatikan, dan lain-lain. Dibuatnya per kota,” jelas Ira.

Untuk informasi soal tour virtual yang akan datang, kamu bisa mengikuti akun Instagram @wisatakreatifjakarta untuk informasi terkini.

https://travel.kompas.com/read/2020/04/22/080300227/pengalaman-ikut-virtual-tour-kampung-tugu-apa-menariknya-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Travel Update
Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Travel Update
10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Travel Update
Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Travel Update
2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.