Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rahasia Pisang Ijo Enak, Contek Resep dari Chef Hotel Berbintang

JAKARTA, KOMPAS.com  - Pisang ijo merupakan salah satu sajian khas Makassar yang patut dicoba, termasuk saat bulan puasa. Rasanya yang manis, sangat pas untuk menu buka puasa.

Jika ingin mencicip pisang ijo, namun sulit mencari penjualnya, kamu bisa membuatnya di rumah. Tidak perlu khawatir, cara membuatnya tidak terlalu sulit.

Eksekutif Chef Suwanta dan Chef de Cuisine Grace Titaheluw dari Hotel Four Points by Sheraton Makassar membagikan tips membuat pisang ijo yang nikmat.

"Pisang ijo yang bikin beda dengan daerah-daerah lain adalah di sirup pisangnya, karena sirup itu hanya ada di Makassar dan asli Makassar," jelas Suwanta dalam Live Instagram sesi #MasakdiRumahAja di Instagram Kompas.com Travel, Jumat (1/5/2020).

Berikut tips untuk membuat pisang ijo agar kulitnya empuk, rasa pisang dan kuahnya pas di lidah.

1. Memilih pisang

Saat memilih pisang untuk kudapan ini, kamu harus memperhatikan teskturnya. Adapun jenis yang disarankan adalah pisang raja.

"Pisang bisa diganti dengan di mana kamu tinggal. Kalau disarankan pisang kepok, level kekenyalannya beda tetapi teksturnya masih bisa diterima tidak mudah hancur," jelas Chef Suwanta.

Langkah ini menjadi salah satu penentu apakah pisang ijo enak atau tidak. Sebab tekstur kulit pisang ijo harus memiliki kekenyalan yang pas--tidak terlalu lembek.

Untuk mendapat tekstur empuk, tidak dianjurkan menggunakan tepung terigu, melainkan tepung beras.

Cara membuatnya, didihkan santan 150ml, lalu masukan gula 75 gram, garam secukupnya, lalu diaduk-aduk hingga larut.

"Tips saat memasak, api jangan terlalu besar, tapi kecil saja, lalu aduk terus, kemudian masukan gulanya biar larut, lalu masukan ekstra pandan (5 ml)," jelas Chef de Cuisine Grace Titaheluw.

Selain tepung, faktor lain yang membuat pisang ijo lebih menarik tampilannya adalah menggunakan mentega.

Mentega yang dicampur dengan adonan kulit pisang berguna agar kulit terlihat lebih mengkilap dan menarik.

Untuk pewarna pada pisang ijo, kamu bisa menggunakan pewarna alami seperti daun pandan.

Daun pandan bisa direbus dan akan mengeluarkan warna hijau alami. Pasta pandan dapat dicampurkan ke dalam adonan kulit.

"Ekstrak pandan alami juga akan menambah aroma harum khas pandan pada kulit pisang," papar Suwanta.

Saat mencampurkan adonan kulit pisang, pastikan adoannnya kalis dan tidak menempel pada wadah. Setelah itu diamkan agar dingin dan tidak terlalu panas saat akan dibentuk menjadi kulit pisang.

Cara membuat sausnya yakni dengan mencampur santan, air kelapa dan gula pasir. Tambahkan daun pandan agar terasa harum.

Setelah itu, aduk hingga mendidih, kemudian tambahkan garam.

"Fungsi garam adalah menambah rasa agar lebih kuat dan menggugah selera," jelas Suwanta.

Setelah itu, larutkan tepung beras yang dicampur dengan air kelapa. Lalu campurkan ke dalam adonan saus, aduk hingga mengental. Ciri saus yang matang adalah mulai berbuih saat direbus.

Jika sudah matang, saus akan memiliki tekstur sedikit menggumpal dan tidak lembut dari tepung berasnya. Untuk menghilangkannya, bisa menggunakan saringan dan menyaring saus.

Dengan demikian, teksturnya lebih lembut dan tidak ada yang mengganjal lagi. Saring dengan saringan, lalu sedikit ditekan-tekan, sehingga lebih mudah untuk keluar.

4. Memilih sirup

Komposisi dari pisang ijo yang menentukan rasanya adalah sirup pisang ambon. Sirup pisang ambon memang sudah terkenal dari Makassar.

Chef Suwanta mengatakan, rasa dari pisang ijo akan semakin nikmat dan pas jika menggunakan sirup jenis ini.

"Namun kalau di daerah asal tidak ada sirup ini, maka bisa diganti dengan sirup coco pandan. Namun rasanya tidak akan senikmat jika menggunakan sirup pisang ambon," jelasnya.

Chef Suwanta juga tidak menyarankan jika sirup pisang ijo diganti dengan gula merah. Sebab resep awal membuat pisang ijo yang original tidak menggunakan larutan gula merah.

https://travel.kompas.com/read/2020/05/09/141500227/rahasia-pisang-ijo-enak-contek-resep-dari-chef-hotel-berbintang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke