Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tren Durian Terus Berubah, Indonesia Selalu Ketinggalan Malaysia

Seperti dalam beberapa tahun terakhir ini, nama musang king jadi yang "paling atas". Setelah durian montong asal Thailand sempat di puncak, kini montong dianggap berada di bawah musang king.

Menurut pakar durian dari Yayasan Durian Nusantara, Mohamad Reza Tirtawinata, tidak ada yang bisa menerka soal tren durian.

Baca rekomendasi tempat wisata durian serta tips, sejarah, dan fakta menarik seputar durian, di VIK: Pesta Durian Indonesia.

Biasanya tren durian selalu diciptakan. Menurutnya, saat ini Malaysia sedang maju dengan durian musang king mereka.

“Musang king sedang dalam masa kejayaan. Namun mereka sudah mempersiapkan musang king ini lewat riset dan pengembangan sejak bertahun-tahun lalu. Sekarang ini mereka sudah mempersiapkan varietas lain untuk jadi tren,” jelas Reza ketika ditemui Kompas.com pada Rabu (29/01/2020).

Pola pertumbuhan durian cukup panjang. Setiap pohon berawal dari bibit dan membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk pertama kali berbuah. Hal ini membuat tren durian bisa bertahan bertahun-tahun lamanya.

Menurut Reza, saat suatu durian tengah tren, maka harus disiapkan jenis durian lain untuk menggantikan durian yang tengah tren tersebut.

Hal tersebut bisa dilakukan lewat riset dan pengembangan khusus, juga produksi bertahap dari perkebunan.

Sejauh ini, lanjut Reza, di Indonesia belum memiliki banyak kebun dan budidaya durian, sehingga menciptakan tren durian lewat durian lokal Indonesia masih cukup sulit.

“Kita memang selalu ketinggalan. Misalnya, kalau kita ikut menanam musang king sekarang di Malaysia, lima tahun lagi baru panen. Dapat sih kejayaan musang king, tapi sudah di ujung,” tuturnya.

“Sekarang ini Malaysia sudah mempersiapkan varietas lain, salah satunya durian duri hitam atau ochee. Itu sudah dipromosikan lewat kartun Upin Ipin. padahal masih masa produksi,” lanjut Reza.

Mengejar Ketinggalan

Menurut Reza, Indonesia harus bisa mengejar kekertinggalan dari Malaysia. Namun polanya harus sedikit diubah. Durian Indonesia punya banyak varietas.

Selengkapnya baca di: VIK: Pesta Durian Indonesia

https://travel.kompas.com/read/2020/05/10/200700127/tren-durian-terus-berubah-indonesia-selalu-ketinggalan-malaysia

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+