Salin Artikel

Al Bidya, Masjid Tertua di UEA yang Berdiri sejak Tahun 1440-an

KOMPAS.com – Al Bidya, juga dikenal Al-Badiyah, merupakan masjid yang terletak di Al-Badiyah, Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA). Lokasinya tepat berada di Jalan Fujairah – Dubai.

Mengutip Atlas Obscura, masjid tersebut dipercayai sebagai masjid tertua di UEA dan sudah ada sejak tahun 1446.

Masjid yang dibangun di lereng bukit di antara sebuah teluk dan pegunungan Al-Hajar tersebut mungkin berusia satu abad lebih muda dari perkiraan sebelumnya.

Mengutip laman resmi UNESCO World Heritage Centre, beberapa fragmen kecil dari arang yang terletak di matriks dinding asli di fondasi masjid pernah dikirim ke Rafer Radiocarbon Laboratory di Selandia Baru.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui tahun pasti masjid tersebut didirikan. Hasil menunjukkan, konstruksi masjid berada dalam rentang 220 tahun.

Artinya, konstruksi masjid berada di antara pertengahan abad ke-15 dan pertengahan abad ke-17. Kemungkinan masjid sudah berdiri sejak tahun 1450–1670 adalah 95 persen, sementara kemungkina pada 1480–1650 adalah 68 persen.

Asal-usul dibangunnya Masjid Al Bidya tetap menjadi sebuah misteri. Para tetua setempat bahkan tidak tahu banyak tentang sejarahnya.

Kendati demikian, mengutip The National, tepat di belakang masjid merupakan beberapa menara dari benteng Portugal yang sudah berdiri sejak lebih dari 200 tahun lalu.

Para warga Portugal yang membuat benteng turut menyertakan gambar Masjid Al Bidya dalam dokumen sejarah.

Pemilihan nama berdasarkan wilayah

Sebagian besar masjid mungkin diberi nama yang memiliki arti tersendiri. Namun beda halnya dengan Masjid Al Bidya.

Sebab, masjid diberi nama berdasarkan wilayah masjid tersebut didirikan yaitu di wilayah Al-Badiyah.

Al-Badiyah merupakan sebuah desa besar yang membentuk beberapa desa lainnya seperti Al Fai, Al Jubai, Haqeel, Twai Bin Saada, Al Hara, dan Al Telae.

Masjid dibangun menggunakan bebatuan dan lumpur

Masjid Al Bidya, menurut Youngtimes.com, sebagian besar dibangun hanya menggunakan berbagai jenis batu dan lumpur.

Bangunan tersebut tidak menggunakan semen atau lantai sama sekali. Bahkan, menurut Beautifulmosque.com, masjid juga tidak menggunakan kayu.

Struktur dan bahan-bahan pembuat bangunan membuat Masjid Al Bidya, juga disebut sebagai Masjid Ottoman.

Bangunan masjid yang unik

Dibangun sedemikian rupa, masjid tersebut memiliki kubah yang lebih sedikit dibandingkan dengan masjid lain.

Masjid Al Bidya hanya memiliki empat kubah berlapis yang di dalamnya masing-masing memiliki beberapa kubah yang ditumpuk.

Empat kubah dengan ukuran berbeda tersebut di dalamnya memiliki pilar untuk menopang struktur bangunan.

Walaupun berbentuk kotak (6,8 x 6,8 m), namun Masjid Al Bidya memiliki bentuk yang tidak beraturan. Mihrabnya memiliki tinggi 180 cm dengan lebar 90 cm.

Dinding masjid memiliki ukiran dekoratif yang unik. Ukiran tersebut memiliki bukaan yang memungkinkan cahaya dan udara untuk masuk. Sementara ceruk digunakan untuk meletakkan lampu.

Selain itu, menurut Gulf News, ada juga ukiran berbentuk kubus yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan Al-Quran dan beberapa buku lain.

Struktur bangunan masjid masih dijaga keasliannya. Hanya saja, kini masjid memiliki dua unit pendingin ruangan dan empat lampu fluoresen.

Ada juga beberapa hasil dari renovasi yang telah dilakukan yang tidak merusak keaslian lumpur dan batu yang digunakan dalam pembangunan masjid dulu kala.

Mengundang banyak wisatawan

Masjid Al Bidya kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai macam latar belakang. Menurut catatan pengunjung, banyak dari mereka yang menuturkan bahwa pengalaman berkunjung ke sana adalah sesuatu yang surgawi.

Ada juga yang menceritakan pengalamannya sebagai sebuah pengalaman seumur hidup, dan keajaiban sejarah.

Hingga saat ini, masjid kuno tersebut masih digunakan oleh para penduduk desa untuk beribadah. Namun, masjid akan ramai setelah September.

Puncak kunjungan wisatawan ada pada musim dingin. Banyak bus pariwisata memenuhi area parkir yang digunakan untuk menaruh mobil para umat.

https://travel.kompas.com/read/2020/05/20/094000627/al-bidya-masjid-tertua-di-uea-yang-berdiri-sejak-tahun-1440-an

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Negara G20 Ingin Investasi Pariwisata ke Indonesia, Termasuk Rusia

Negara G20 Ingin Investasi Pariwisata ke Indonesia, Termasuk Rusia

Travel Update
6 Kafe Instagramable di Jalan Dipati Ukur Bandung

6 Kafe Instagramable di Jalan Dipati Ukur Bandung

Jalan Jalan
Kebun Raya Mangrove Surabaya Bersolek, Bisa Jajal Susur Sungai

Kebun Raya Mangrove Surabaya Bersolek, Bisa Jajal Susur Sungai

Travel Update
Harga Tiket Tari Kecak Uluwatu dan Cara Belinya

Harga Tiket Tari Kecak Uluwatu dan Cara Belinya

Travel Update
6 Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Peristiwa G30S

6 Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Peristiwa G30S

Travel Update
Kampong Glam, Sejarah yang Tersimpan dalam Balutan Seni Modern di Singapura

Kampong Glam, Sejarah yang Tersimpan dalam Balutan Seni Modern di Singapura

Jalan Jalan
Kintamani Destinasi Wisata Paling Dicari, Menurut Google Trends 2022

Kintamani Destinasi Wisata Paling Dicari, Menurut Google Trends 2022

Travel Update
Rencana Penerbangan Langsung Moskwa-Denpasar Masuk Tahap Final

Rencana Penerbangan Langsung Moskwa-Denpasar Masuk Tahap Final

Travel Update
Absen 2 Tahun, Halloween Horror Nights di Universal Studios Hadir Lagi

Absen 2 Tahun, Halloween Horror Nights di Universal Studios Hadir Lagi

Jalan Jalan
Upaya Turunkan Harga Tiket Pesawat, Penerbangan Internasional ke Indonesia Akan Ditambah

Upaya Turunkan Harga Tiket Pesawat, Penerbangan Internasional ke Indonesia Akan Ditambah

Travel Update
Pascapandemi, Industri Perhotelan Belum Sepenuhnya Pulih

Pascapandemi, Industri Perhotelan Belum Sepenuhnya Pulih

Travel Update
Harga Sewa Motor di Karimunjawa dan Cara Menyewanya

Harga Sewa Motor di Karimunjawa dan Cara Menyewanya

Travel Tips
Pantai Annora di Karimunjawa, Indahnya Laut Biru dan Lembutnya Pasir Putih

Pantai Annora di Karimunjawa, Indahnya Laut Biru dan Lembutnya Pasir Putih

Jalan Jalan
Wisata di Balai Yasa Manggarai, Lihat Komponen dan Pemeliharaan Kereta Api

Wisata di Balai Yasa Manggarai, Lihat Komponen dan Pemeliharaan Kereta Api

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Jelajah Daratan Karimunjawa, Pantai sampai Hutan Bakau

Itinerary Seharian Jelajah Daratan Karimunjawa, Pantai sampai Hutan Bakau

Itinerary
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.