Salin Artikel

Tren Wisata Diprediksi Berubah Menjadi Solo Traveling dan Small Group Tour

Menurut Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali, I Gede Pitana, tren pariwisata sebenarnya akan bergeser saat terjadi bencana.

Ia pun berkaca pada sejumlah peristiwa besar beberapa tahun sebelumnya, semisal peristiwa bom Bali dan 9/11 di Amerika Serikat.

"Sepuluh atau 20 tahun yang lalu, ketika terjadi Bom Bali, terjadi 9/11, pariwisata menuntut keamanan dari segi security,"  kata Pitana saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/5/2020).

"Ketika tahun 2006-2008 banyak pesawat jatuh, maka wisatawan menuntut safety penerbangan," lanjutnya.

Saat ini karena krisis pandemi global yaitu Covid-19, menurut Pitana menjadikan tren pariwisata mengalami revolusi total yaitu keamanan dalam hal kesehatan.

Kata dia, wisatawan akan lebih menuntut keamanan kesehatan saat berwisata.

Oleh karenanya, wisatawan tidak akan lagi datang berwisata secara beramai-ramai atau banyak orang.

"Paling banyak mereka hanya akan mau berwisata itu dengan keluarganya atau orang dekatnya. Jadi mengarah kepada family tour, mengarah kepada office tour, dan couple tour. Ada juga yang individual tour atau solo tour," jelasnya.

Lebih lanjut, Pitana sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi tentang tren pariwisata bergeser ke solo traveling.


 

Namun menurutnya tren pariwisata akan lebih mengarah ke family tour , orang akan pergi wisata dengan keluarga intinya yaitu orangtua dan dua anak.

"Jadi bisa wisatawan itu akan berwisata tiga sampai empat orang atau paling banyak lima orang, misal dengan tambahan kakek nenek. Jadi pernyataan Presiden ada benarnya, walaupun small group tour akan menjadi dominan pasca Covid-19," terangnya.

Pitana menambahkan, jika wisatawan tersebut masih lajang, mereka akan pergi berwisata dengan satu teman dekatnya saja.

Ia juga menerangkan bahwa dunia pariwisata Bali akan mengalami perubahan dalam hal kunjungan wisatawan.

Menurutnya wisatawan yang pergi ke Bali tidak akan lagi terlihat menggunakan bus berisi 40 orang lebih.

Hal ini, kata dia, biasa terjadi pada rombongan study tour sekolah atau darmawisata.

"Sekarang sudah enggak ada lagi tuh begitu. Adanya pakai mobil berisi empat sampai lima orang atau jeep isinya dua orang" pungkasnya.

Lebih lanjut, rombongan tersebut akan mengecil seiring berjalannya waktu, bisa menjadi 10 orang hingga couples tour yaitu dua orang.

Ia pun mencontohkan gaya wisatawan pemula dari China dan Jepang ke Bali pada periode 1970-1980an.

Pada era tersebut wisatawan China, Jepang, dan Taiwan yang ke Bali sekali berangkat mencapai 30-40 orang dan menyewa satu bus.

Namun, hal tersebut bergeser seiring berjalannya waktu. Ia mencontohkan Jepang dan Taiwan yang tren pariwisatanya mengarah ke family in tour.

Sementara China dikatakannya masih mengarah ke Group in tour meskipun beberapa sudah ada yang memilih berwisata hanya dengan keluarganya saja..

"Dengan adanya Covid-19 maka akan terjadi revolusi dalam perilaku wisatawan. Revolusinya adalah satu, dia menuntut keamanan dari segi kesehatan, maka ia tidak akan berwisata dalam jumlah banyak, hanya orang-orang yang dikenal saja," pungkasnya.

https://travel.kompas.com/read/2020/05/31/091000027/tren-wisata-diprediksi-berubah-menjadi-solo-traveling-dan-small-group-tour

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

Travel Tips
Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.