Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hanya Ada Dua di Dunia, Uniknya Api Biru di Kawah Ijen

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menggelar simulasi penerapan normal baru di sejumlah obyek wisata.

Hal ini termasuk uji coba pembukaan 10 obyek wisata, salah satunya Kawah Ijen, dengan memberlakukan standar protokol kesehatan COVID-19.

Kawah Ijen berada di Gunung Ijen, tepatnya di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Primadona wisata tersebut memiliki sesuatu yang unik. Selain pemandangan alam, Blue Fire atau Api Biru merupakan salah satu daya tarik di sana.

Kawah Ijen merupakan satu dari dua tempat di dunia yang memiliki api biru. Tempat lainnya ada di Islandia. Fenomena tersebut terjadi secara alami dan hanya bisa dilihat pada malam hari.

Untuk melihatnya, wisatawan perlu mendaki Gunung Ijen yang memiliki ketinggian sekitar 2.443 meter dari permukaan laut (mdpl).

Persiapan melihat Blue Fire

Sebelum berangkat, pastikan seluruh perlengkapan mendaki berada dalam kondisi prima. Stamina pun harus tetap terjaga agar kamu tidak mudah lelah.

Salah satu barang yang wajib dibawa adalah masker guna memfilter bau belerang yang sangat kuat, serta debu yang bertebaran.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah melakukan uji coba di Kawah Ijen dengan memberlakukan standar protokol kesehatan Covid-19.

Jika sudah dibuka secara resmi, kamu harus memenuhi seluruh protokol kesehatan yang berlaku agar bisa mendaki dengan aman dan sehat.

Sesampainya di Pos Paltuding, kamu bisa cek kembali apakah seluruh perlengkapan mendaki sudah lengkap. Mulai dari makanan, sarung tangan, hingga baterai.

Jika ada yang tertinggal, kamu tidak perlu khawatir karena di sana banyak pedagang yang menyediakan perlengkapan mendaki.

Berburu Blue Fire di Kawah Ijen

Kawah Ijen hanya bisa dilihat pada malam hari. Kamu bisa mulai pendakian pukul 01:00 WIB. Jika kondisi sedang sehat, waktu tempuh yang diperlukan hanya sekitar 2 jam.

Kendati tidak perlu buru-buru, namun ada baiknya jangan mendaki terlalu lama. Api biru akan semakin mengecil menjelang pukul 05:00 WIB.

Namun, api biru akan terlihat lebih besar pada musim kemarau sekitar bulan Juli - September. Pastikan jadwalmu kosong pada bulan-bulan tersebut, ya!

https://travel.kompas.com/read/2020/06/18/165128727/hanya-ada-dua-di-dunia-uniknya-api-biru-di-kawah-ijen

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+