Salin Artikel

10 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Perlu Dikunjungi Saat New Normal

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menuturkan bahwa simulasi dilakukan guna memeriksa kesiapan tempat wisata menyambut era new normal.

“Simulasi kami lakukan untuk mengecek kesiapan destinasi wisata dalam menyambut normal baru ke depan. Apa-apa yang kurang, apa yang belum dilengkapi, semua diujicobakan. Ini agar saatnya dibuka nanti, wisata yang aman, sehat, bersih menjadi standar kita semua,” kata Abdullah, Selasa (16/6/2020).

Kendati saat ini Banyuwangi belum bisa menyambut kembali wisatawan secara resmi, namun kamu bisa mulai persiapkan rencana perjalanan untuk berlibur ke sana.

Perlu dicatat bahwa sebelum berlibur, pastikan kondisimu dalam keadaan sehat, serta patuhi seluruh protokol kesehatan yang berlaku di sana agar tidak terpapar virus corona (Covid-19).

Berikut daftar 10 tempat wisata yang patut dikunjungi di era new normal yang telah Kompas.com rangkum, Rabu (17/6/2020):

Api biru merupakan fenomena alam yang terjadi saat gas bumi bertemu dengan oksigen pada suhu tertentu. Warna biru api berasal dari tinginya suhu di kawah tersebut.

Kawah Ijen merupakan salah satu dari dua tempat di dunia yang memiliki fenomena tersebut. Jadi, kamu tidak perlu jauh-jauh pergi ke Islandia untuk berburu api biru.

Jika kamu gemar menikmati keindahan ekosistem bawah laut, kamu perlu berkunjung ke tempat wisata yang merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh nelayan setempat.

Di sana, terdapat banyak sekali jenis ikan lucu, salah satunya adalah ikan badut atau ikan nemo. Gemasnya pun sama seperti versi kartunnya di Finding Nemo.

Ingin merasakan berenang bersama gerombolan ikan hiu? Kamu bisa melakukannya di Bangsring Underwater.

Sembari berteduh dan menyesap es kelapa, kamu bisa menikmati hembusan angin pantai dan mendengar deburan ombak.

Bibir pantai memiliki pasir putih dan rerumputan hijau. Jika berkunjung di sore hari, kamu bisa bermain pasir sembari duduk-duduk santai menggelar tiker di rerumputan tersebut.

Apabila ingin menjelajahi lautan, terdapat beberapa perahu yang bisa kamu sewa. Selain mengarungi lautan, kamu juga bisa diving dan snorkeling di GWD.

Lahan seluas 8 hektar tersebut dulunya merupakan lahan tandus milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Namun kini disulap menjadi tempat wisata yang menarik.

AWT didominasi oleh bunga berwarna kuning dan merah. Jika ingin berkunjung ke sana, pastikan pakaianmu memiliki warna berbeda agar tidak sama dengan latar belakang.

Selain menikmati keindahan tanaman bunga, kamu juga bisa menikmati berbagai sayur dan buah-buahan organik di sana.

Jika beruntung, mungkin kamu bisa melihat Selat Bali sembari menikmati buah-buahan yang baru dipetik.

Apabila tahun ini festival tersebut tidak dilaksanakan karena pandemi, kamu tetap bisa melihat tari gandrung melalui seribu patung gandrung di Taman Gandrung Terakota.

Patung dibuat menggunakan tembikar yang terbuat dari tanah. Jika ingin berfoto dengan patung, kamu harus hati-hati karena patnung ringkih dan mudah pecah.

Kendati banyak patung berada di satu tempat, namun kamu juga bisa melihat patung gandrung di bibir aliran kolam dekat persawahan.

Tempat wisata ini terletak di kaki Gunung Ijen. Tepatnya di kawasan Jiwa Jawa Ijen Resort, Kecamatan Licin.

Terletak di lahan persawahan, kamu masih bisa menikmati keindahan alam sekitar dan sejuknya udara di sana sembari berfoto ria.

Asal mula nama pantai ini memiliki banyak versi. Salah satunya adalah pembersihan area pantai yang dipenuhi pohon bambu menggunakan cangkul. Kegiatan tersebut disebut masyarakat sekitar sebagai “dicacal”.

Di Pantai Cacalan, kamu bisa melihat sebuah pulau bernama Santen. Kamu bisa menyewa perahu untuk mengarungi laut mencapai pulau tersebut.

Ombak di sana relatif kecil. Kamu bisa berenang di airnya yang hangat sembari menikmati matahari terbenam.

Kamu juga bisa bersantai di bibir pantai sambil menikmati kuliner seafood dari warung setempat. Jika beruntung, mungkin bebatuan yang ditumbuhi rumput laut akan terlihat.

Dapat dikatakan bahwa pantai yang berlokasi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, merupakan surga bagi peselancar baru.

Gulungan ombaknya pun hanya setinggi dua meter, membuat mereka akan lebih mudah untuk mengontrol papan selancar.

Jika kamu hanya ingin menikmati keindahan alam, kamu bisa duduk di pinggir pantai dan melihat pemandangan sebuah bukit setingi 200 meter.

Dalam film The Hobbit: An Unexpected Journey, Woodland Realm digambarkan sebagai hutan belantara dengan lekukan pepohonan besar yang saling menyatu satu sama lain.

Jika ingin merasakan sensasi seperti seorang elf yang sedang berjalan-jalan di tengah Woodland Realm, kamu bisa berkunjung ke Hutan De Djawatan.

Tempat wisata yang didominasi oleh pepohonan trembesi berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Rimbunnya pepohonan tersebut membuat Hutan De Djawatan kerap dikunjungi wisatawan. Selain untuk berfoto, juga piknik sambil menikmati hembusan udara yang dapat dirasa melalui sela-sela pohon tersebut.

Jalan setapak di antara pepohonan biasa dijadikan spot berfoto. Namun saat berkunjung di era new normal, pastikan kamu tetap menjaga jarak, ya!

Pantai Mustika terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Selain bentuknya yang menyerupai setengah lingkaran, hamparan pasir putihnya juga menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa kursi sudah disediakan di sana bagi wisatawan yang ingin memandang hamparan laut, serta mendengar deburan ombak. Apabila mulai merasa lapar, jangan lupa untuk pesan es kelapa dan udang lobster.

Kendati pantai pada umumnya mungkin terasa panas, namun pantai ini memiliki banyak pohon kelapa sehingga membuat kawasan terasa sejuk.

Namun, hawa magis tersebut mungkin muncul dari lebatnya pepohonan yang menghadang polusi suara hingga membuat suasana sangat sepi.

Jika kamu ingin berlibur sambil menikmati alam dengan tenang, TN Alas Purwo patut dikunjungi. Menyusuri pintu masuk, kamu akan disambut oleh rindangnya pohon mahoni di sepanjang jalan utama.

Tidak jauh dari sana terdapat Situs Kawitan yang memiliki arti “tua” dalam bahasa Jawi Kawi. Megahnya candi Hindu tersebut bisa dijadikan sebagai spot berfoto yang menarik.

Apabila ingin melihat burung merak, rusa, dan banteng Jawa, kamu bisa lanjut ke padang savana Sadengan.

TN yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional ini memiliki luas 44.037 hektar, serta dipenuhi oleh ratusan jenis flora dan fauna.

Tepatnya 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil. TN Alas Purwo berlokasi di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo.

https://travel.kompas.com/read/2020/06/19/183000127/10-tempat-wisata-di-banyuwangi-yang-perlu-dikunjungi-saat-new-normal

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.