Salin Artikel

Pagu Anggaran Kemenparekraf 2020 Alami Penurunan

KOMPAS.com - Pagu anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) tahun anggaran 2020 yang awalnya sebesar Rp 5.366.861.663.000, berkurang menjadi Rp 3.265.457.304.000.

Hal tersebut karena Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui perubahan anggaran Kemenparekraf.

“Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN 2020 sebesar Rp 2,045 triliun,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng, sesuai rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (4/7/2020).

Hal tersebut dikatakan Agustina, saat memimpin Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Kemenparekraf, di Gedung DPR RI, Jumat (3/7/2020).

Dalam rapat tersebut, Komisi X DPR RI juga menyetujui pagu indikatif belanja kementerian/lembaga (K/L) Kemenparekraf atau Baparekraf tahun anggaran 2021 sebesar Rp 8 triliun.

Anggaran tersebut terdiri dari RAPBN sebesar Rp 4,111 triliun, dan usulan tambahan sebesar Rp 3,888 triliun yang mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 454,3 miliar.

Pada kesempatan tersebut, Agustina sempat mengapresiasi kinerja Kemenparekraf atau Baparekraf, dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ke depannya pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan tetap dapat menjadi tulang punggung bangkitnya ekonomi Indonesia,” kata Agustina.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kepala Baparekraf Wishnutama Kusubandio pun menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR.

“Terima kasih banyak atas masukan, saran, dan dukungannya. Semoga pariwisata dan ekonomi kreatif kita bangkit dan berkembang jauh lebih baik,” kata Wishnutama.

Wishnutama mengatakan, pihaknya berkomitmen memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, dengan mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environment-CHSE).

Tahapan-tahapan tersebut juga meliputi kegiatan promosi, yang pelaksanaannya akan melihat perkembangan penanganan Covid-19, kesiapan daerah, pelaku industri, dan masyarakat.

“Hal itu sangat penting, jangan sampai pelaksanaannya menimbulkan peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam satu atau dua hari, tetapi mengembalikan rasa percaya wisatawan butuh waktu lama,” kata Wishnutama.

https://travel.kompas.com/read/2020/07/04/170826727/pagu-anggaran-kemenparekraf-2020-alami-penurunan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Berburu 'Sunrise' Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

5 Tempat Berburu "Sunrise" Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

Jalan Jalan
10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

Jalan Jalan
Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Travel Update
Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Travel Tips
KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

Travel Update
Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Jalan Jalan
Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Travel Update
Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.