Salin Artikel

4 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Kamu Biasa Pilih yang Mana?

Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Sunardi mengatakan, terdapat empat jalur pendakian di Gunung Lawu yang sudah dibuka.

Keempat jalur tersebut yakni Cemoro Kandang dan Candi Cetho yang berada di Jawa Tengah, sedangkan di Provinsi Jawa Timur ada Cemoro Sewu dan Singolangu.

Sebelum mulai mempersiapkan pendakian, kamu perlu memahami daerah keempat jalur pendakian tersebut selain tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pemahaman jalur pendakian berguna agar sebelum berangkat, kamu sudah paham ciri-ciri dari medan pendakian agar nantinya tidak tersesat.

Berikut Kompas.com rangkum empat jalur pendakian Gunung Lawu yang biasa dilalui para pendaki:

Cemoro Sewu

Jalur ini merupakan salah satu jalur favorit bagi para pendaki Gunung Lawu. Lokasinya berada di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Base camp dari jalur pendakian Cemoro Sewu mudah ditemui karena berada tepat di samping jalan utama Karanganyar-Magetan.

Jalur ini memiliki lima pos pendakian yang akan kamu temui. Pada pos I dan II, ada warung yang bisa kamu gunakan untuk membeli makan minuman.

Secara keseluruhan, kondisi jalur Cemoro Sweu terdiri dari batu-batu yang sudah tertata. Hal ini yang membuat jalur sering dilalui dan menjadi favorit bagi para pendaki Gunung Lawu.

Cemoro Sewu juga menjadi jalur pendakian Gunung Lawu dengan rute tercepat sampai puncak Hargo Dumilah.

Namun, sebelum sampai puncak, kamu akan menemui tanjakan terjal yang terdapat antara Pos II sampai Pos III.

Jika kamu mendaki lewat Cemoro Sewu maka akan disuguhkan dengan pemandangan indah ke arah selatan berupa hamparan Bukit Mongkrang dan Lawu Selatan. Pemandangan ini akan tersaji jika kamu hendak sampai di Pos IV.

Cemoro Kandang

Tak jauh dari basecamp Cemoro Sewu, kamu akan menemukan basecamp jalur pendakian lain Gunung Lawu yaitu Cemoro Kandang.

Sekitar 750 meter dari Cemoro Sewu, kamu akan menemukan basecamp yang terbilang relatif lebih landai ini.

Jalur ini juga termasuk ke dalam daerah Karanganyar, Jawa Tengah.

Meski terbilang lebih landai, jarak tempuh menuju puncak Lawu akan lebih jauh karena jalurnya yang dibuat berkelok.

Para pendaki akan disuguhkan pemandangan terbuka ke arah barat sampai di Pos Bayangan antara Pos II menuju Pos III. Bila cuaca cerah, bahkan kamu bisa melihat jelas Gunung Merapi dan Merbabu bersandingan.

Terdapat empat pos yang harus ditempuh pendaki hingga sampai ke puncak Hargo Dumilah. Kamu akan sampai pos 4 Cokro Suryo yang merupakan pos terakhir sebelum sampai puncak.

Setelah sampai pos 4, kamu bisa memilih untuk langsung menuju puncak Hargo Dumilah atau ke Hargo Dalem untuk bertemu warung Mbok Yem, warung yang digadang-gadang sebagai warung tertinggi di Indonesia itu.

Kamu bisa juga mendaki secara lintas jalur dengan naik dari Cemoro Sewu lalu turun di Cemoro Kandang.

Candi Cetho

Selanjutnya ada jalur pendakian melalui Candi Cetho. Jalur ini menjadi rute yang paling terpisah dari Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang karena berada di sisi barat laut Gunung Lawu tepatnya Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Jika memilih jalur ini, maka kamu akan memulai perjalanan dengan menemukan Candi Cetho dan Candi Kethek. Keduanya merupakan situs cagar budaya.

Jika punya waktu banyak, kamu bisa berwisata sejenak melihat kedua candi tersebut.

Terdapat lima pos pendakian di Candi Cetho. Usai melalui Pos 5 bernama Bulak Peperangan, kamu akan tiba di Gupakan Menjangan, Pasar Dieng.

Setelahnya, kamu akan sampai di Hargo Dalem.

Pemandangan menarik di jalur ini adalah kamu bisa melihat padang savana yang indah di Pos 5, dari Gupakan Menjangan sampai Pasar Dieng.

Singolangu

Jalur pendakian Gunung Lawu lainnya adalah Singolangu, Jawa Timur. Jalur ini merupakan jalur klasik menuju puncak Lawu.

Jalur Singolangu terkenal sebagai jalur ekstrim yang pengelolanya mengimbau agar para pendaki tak melakukan pendakian pada malam hari.

Salah satu penjaga pintu pendakian jalur Singolangu, Sumarlan mengatakan, pengelola membatasi jam pendakian hingga pukul 17.00 WIB.

Hal ini dikarenakan jalur pendakian dari pintu masuk pendakian hingga Pos 3 masih merupakan hutan perawan.

"Dari sini sampai Jumblang Gludeg atau Pos 3 itu jam 10 pagi sinar matahari tidak tembus karena hutannya masih rapat," ujarnya Minggu (21/7/2019) seperti diberitakan Kompas.com, 22 Juli 2019.

Pembatasan tersebut guna menghindari pendaki tersesat. Jalur ini dibuka kembali pada Mei 2019 lalu setelah 32 tahun ditutup.

Jalur ini menyajikan pemandangan indah karena langsung berhadapan dengan view kota Magetan dan Telaga Sarangan yang dipercaya sebagai jalur biasa digunakan Raja Brawijaya ketika naik ke Gunung Lawu.

https://travel.kompas.com/read/2020/07/05/081200127/4-jalur-pendakian-gunung-lawu-kamu-biasa-pilih-yang-mana-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.