Salin Artikel

Wishnutama Dorong Pelaku Parekraf Optimalkan Stimulus dan Relaksasi dari Pemerintah

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengimbau industri agar lebih aktif dan mengoptimalkan kebijakan stimulus dan relaksasi yang diberikan pemerintah.

"Dengan begitu, keberlangsungan industri khususnya pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif (parekraf) tetap melaju di tengah pandemi," jelasnya dalam keterangannya, Jumat (3/7/2020),

Wishnutama mengatakan, pemerintah terus melakukan upaya mitigasi dan mempercepat pulihnya perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, pemerintah pun telah menggulirkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan industri parekraf yang terdampak pandemi Covid-19.

Salah satunya melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/PMK.03/2020 sebagai perluasan dari PMK 23.

PMK ini mengatur tentang pemberian insentif berupa subsidi Pajak Penghasilan (Pph) 21, pembebasan Pph Pasal 22 Impor, dan pengurangan Pph Pasal 25 sebesar 30 persen.

Termasuk untuk sektor pariwisata yang mencakup perhotelan, restoran, biro perjalanan wisata, dan usaha wisata lainnya serta bidang ekonomi kreatif, seperti fotografi, periklanan, perfilman, dan lainnya

"Namun pemanfaatan program ini oleh industri masih rendah, baru dipergunakan 200.000 wajib pajak atau sebesar 8 persen dari 2,3 juta wajib pajak," katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Proaktif lakukan sosialisasi

Wishnutama menambahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan terus melakukan sosialisasi kepada industri agar informasi tentang berbagai kebijakan ini tersampaikan dengan baik.

Salah satunya termasuk proaktif menghubungi para pelaku agar dapat memanfaatkan kebijakan stimulus dan relaksasi.

"Seperti pengurangan pajak dan lainnya yang mereka eligible (berhak) bukan hanya untuk tahun ini tapi juga untuk tahun depan," paparnya.

Salah satu penerimanya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor parekraf untuk dapat mengakses program bantuan yang telah disiapkan pemerintah.

Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan lima skema perlindungan dan pemulihan ekonomi bagi sektor UMKM.

Termasuk program khusus bagi pelaku usaha ultra mikro yang diharapkan dapat membuat mereka dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Kemenparekraf sendiri memiliki program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) menyasar UMKM di beberapa subsektor yang telah ditetapkan.

Sektor-sektor tersebut di antaranya kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, film animasi dan video, game developer, serta pariwisata (khususnya desa wisata).

"Untuk tahun 2020 ini kami menyiapkan dana sebesar Rp 24 miliar untuk pendukungan pengembangan UMKM lewat program Bantuan Insentif Pemerintah," kata Wishnutama.

https://travel.kompas.com/read/2020/07/05/115558127/wishnutama-dorong-pelaku-parekraf-optimalkan-stimulus-dan-relaksasi-dari

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.