Salin Artikel

Pandemi Covid-19, Kirab Pusaka Keraton Surakarta Ditiadakan

Wakil Pengageng Museum Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta, Dany Nur Adiningrat mengatakan, peniadaan Kirab Pusaka ini karena situasi yang masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Untuk yang Kirab Pusaka ditiadakan. Kalau rangkaian upacaranya tetap dilaksanakan di Keraton dengan standar protokol kesehatan," kata Dany saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Ia mengatakan, Keraton Surakarta memutuskan untuk tidak mengadakan Kirab Pusaka lantaran berpotensi menimbulkan kerumuman orang banyak.

Berkaca pada gelaran tahun lalu, kata dia, jumlah wisatawan dan masyarakat yang datang ke acara Kirab Pusaka bisa mencapai puluhan ribu orang.

"Tahun lalu bisa berdesak-desakan dan sebagainya. Kita tidak mau maksud kita bagus untuk Kirab Pusaka, akan tetapi malah menjadi hal yang buruk di era pandemi ini. Bisa jadi cluster baru atau menjadi tempat penularan yang baru, maka ditiadakan," jelasnya.

Namun, pergelaran rangkaian upacara Satu Suro 1954 Jumakir tetap diadakan untuk pihak internal Keraton Surakarta.

Untuk gelaran upacara yang akan dilakukan seperti Wilujengan dan Selamatan. Adapun para peserta yang bisa mengikuti upacara ini hanya Abdi Dalem, dan pihak yang mendapat tugas dari Raja.

"Tapi untuk upacara ini tetap kita batasi pesertanya. Karena kita tetap standar protokol kesehatan. Jadi rangkaian upacaranya tetap dilaksanakan," terangnya.

Untuk wisatawan tidak bisa melihat dan mengikuti upacara ini. Namun biasanya, tahun-tahun sebelumnya wisatawan dapat mengikuti Kirab Pusaka yang diadakan Keraton Surakarta.

Ia mengatakan, wisatawan dan masyarakat lokal biasa berpartisipasi dalam Kirab Pusaka dengan menggunakan pakaian adat.

"Wisatawan dan masyarakat itu bisa mengikuti Kirab Pusaka, tapi dengan tetap memakai pakaian adat sesuai kriteria dan ketentuan. Jadi peserta Kirab Pusaka itu banyak juga dari wisatawan atau tamu undangan, atau pun masyarakat umum. Sehari sebelumnya biasa kasih tau mau ikutan, nanti kita informasikan harus bagaimana," tuturnya.

Meski tidak bisa melihat rangkaian upacara dan melihat Kirab Pusaka tahun ini, wisatawan tetap bisa berwisata di sekitaran kawasan Keraton Yogyakarta kecuali Museum Keraton Surakarta.

Adapun wisatawan tetap bisa melihat kerbau bule di Alun-alun Kidul Keraton Surakarta. Selain itu, wisatawan juga tetap bisa melihat Kereta Pesiar dan Kereta Jenazah Paku Buwono X.

"Jadi memang ada kawasan-kawasan yang memang terbuka dan tertutup. Tapi itu masih satu kesatuan lanskap Keraton Surakarta," pungkasnya.

https://travel.kompas.com/read/2020/08/19/161000527/pandemi-covid-19-kirab-pusaka-keraton-surakarta-ditiadakan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Özil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Özil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Jalan Jalan
Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Travel Update
Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Jalan Jalan
Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Travel Promo
4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

Jalan Jalan
Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Travel Update
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Travel Tips
Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Travel Update
Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

BrandzView
Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Travel Update
Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.