Salin Artikel

Nikki Peucang, Resor Baru di Ujung Kulon yang Tak Jauh dari Jakarta

KOMPAS.com - Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) sudah dibuka kembali untuk umum sejak Senin (10/8/2020). Kini, semua wisatawan bisa datang kembali menikmati alam di ujung barat Pulau Jawa itu.

Jika datang ke TNUK tak cukup hanya dengan waktu berwisata satu hari. Biasanya, wisatawan akan mengambil satu atau dua hari untuk bisa menjelajahi Ujung Kulon.

Maka dari itu, kamu bisa menginap di salah satu resor yang ada di sana, yaitu Nikki Peucang. Tempat ini merupakan resor baru yang terletak di pinggir pantai Pulau Peucang, TNUK, Pandeglang.

Account Manager PT Ujung Kulon Indonesia yang merupakan pengelola Nikki Peucang Ariane Meida mengatakan, resor itu berupaya menjalankan konsep eco-resort.

"Artinya fasilitas yang disediakan sebisa mungkin memberikan efek minimal kepada lingkungan," kata Ariane kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2020)

Ia melanjutkan, material yang digunakan untuk bangunan maupun furniturnya terbuat bahan alami, seperti bambu, kayu dan alang-alang.

Material tersebut, sambung Ariane, jika rusak atau habis masa pakainya dapat dengan mudah terurai dan tidak mengotori wilayah konservasi.

Kemudian untuk menjaga konsep eco-resort, pengunjung atau tamu yang datang ke Nikki Peucang tidak boleh membawa botol minum sekali pakai.

"Kami sediakan kemasan yang bisa dipakai berulang kali demi mengurangi produksi sampah," imbuh Ariane.


Sensai mandi di tengah hutan

Ada sensasi menarik yang akan dirasakan para tamu ketika menginap di Nikki Peucang. Salah satunya yaitu desain kamar mandi yang tidak beratap.

"Ini agar tamu merasakan sensasi mandi di tengah lebatnya hutan tropis Pulau Peucang," ujar Ariane.

Menurut dia, para tamu saat ini bisa menikmati nyamannya menginap di 10 unit Batik Villa berkapasitas 2-3 orang per villa.

Wisatawan juga akan dibuat heran dengan konsep alam yang dimiliki tempat ini, mulai dari dinding bangunan villa dari bambu hitam berlubang dengan pola menyerupai batik.

"Karena dindingnya berlubang, sirkulasi udara dan cahaya di dalam ruangan sangat baik," imbuh Ariane.

Dengan atapnya yang terbuat dari alang-alang, serta cuaca pulau Peucang yang berangin dan cenderung dingin, Batik Villa pun tidak perlu pendingin ruangan agar tamu dapat tidur dengan nyaman.

Wisatawan yang menginap di sini juga mendapatkan fasilitas tambahan dalam kamar berupa satu gazebo yang terletak di garis pantai dan menghadap langsung laut biru yang tenang.

Bisa snorkeling, diving, memancing, hingga mengamati banteng

Letaknya yang berada di lokasi wisata TNUK yaitu Pulau Peucang, membuat tamu atau wisatawan yang menginap di sini tak akan kehabisan aktivitas menarik.

Kamu bisa melakukan ragam aktivitas seperti snorkeling, diving, bersantai di tepi pantain hingga mengamati banteng Jawa merumput.

"Pantai pulau ini berpasir putih dan halu,s serta air lautnya yang cukup tenang menjadi tempat favorit bagi pengunjung yang ingin bersantai, snorkeling, diving, atau memancing," kata Ariane.

Selain itu, pulau Peucang juga menjadi habitat bagi rusa jawa, babi hutan, rangkong, biawak, merak, dan monyet ekor panjang.

"Mereka sering berkeliaran di sekitar Batik Villa dan dengan mudah dilihat pengunjung," imbuh dia.

Pengunjung yang ingin melihat banteng Jawa merumput bisa menuju padang rumput Cidaon di seberang Nikki Peucang yang bisa ditempuh sekitar 10 menit dengan kapal kayu.

Aktivitas lain yang menarik untuk dilakukan di sekitar Nikki Peucang adalah trekking dengan tujuan akhir Karang Copong.

Pencinta surfing yang ingin berkenalan dengan para peselancar profesional dari mancanegara pun bisa melakukannya di Nikki Peucang.

"Karena Nikki Peucang beberapa kali menjadi basecamp peselancar dari penjuru dunia yang melakukan aktivitas surfingnya di Pulau Panaitan," kata Ariane.

Selain itu, setiap 10 unit Batik Villa memiliki restoran yang juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan atau rapat. Kapasitasnya bisa menampung maksimal hingga 50 orang.

Ke depannya, Nikki Peucang tengah membangun beach club dan 10 unit Angklung Villa berkapasitas 5-6 orang per villa.


Harga menginap dan diskon akhir tahun di Nikki Peucang

Bagi kamu yang tertarik menginap di resor Nikki Peucang, bisa menyiapkan budget sebesar Rp 1,299 juta per malam untuk menginap di Batik Villa.

Harga itu berlaku jika check-in pada periode hari biasa atau weekdays, yaitu hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu dan Kamis.

Sementara itu, untuk check-in di hari Jumat, Sabtu, atau periode weekend akhir pekan, harga dipatok Rp 1,599 juta per malam.

Di era adaptasi kebiasaan baru (AKB), pihak resor juga tengah menawarkan diskon spesial sebesar 30 persen hingga akhir tahun 2020.

"Harga kamar untuk weekday menjadi Rp 899.000 per malam dan untuk weekend menjadi Rp 1,099 juta per malam," kata Ariane.

Akses menuju Nikki Peucang

Jika dari Jakarta dan sekitarnya, kamu bisa melakukan perjalanan darat menuju Desa Sumur yang dapat ditempuh lewat jalan Tol Jakarta-Merak atau Jakarta-Tangerang keluar di Serang Timur.

Kemudian, kamu lanjutkan ke arah Jalan Pandeglang menuju Labuan dan berakhir di Sumur. Jarak tempuh jalur ini sekitar 228 kilometer (km).

Menurut Ariane, sebelum akhir 2019, kondisi jalanan di sekitar Desa Sumur sangat buruk sehingga diperlukan waktu 6-7 jam untuk mencapainya.

"Saat ini kondisi jalanan sudah sangat baik sehingga dalam 4-5 jam kita sudah bisa sampai di Desa Sumur," ujar dia.

Sampai di Desa Sumur, perjalananmu belum selesai. Kamu masih harus naik kapal kayu yang tersedia di sana atau pun Desa Taman Jaya.

Jika kamu dari Kecamatan Carita, bisa menggunakan kapal speedboat.

"Nikki Peucang menyediakan transportasi kapal kayu yang berangkat dari Desa Sumur," imbuh Ariane.


Bisa sewa kapal

Nikki Peucang juga menyediakan kapal wisata untuk disewa dengan paket dua hari satu malam dan tiga hari dua malam.

Adapun, biaya sewa kapal milik Nikki Peucang Resort adalah Rp 3,299 juta untuk periode 2 hari satu malam dan Rp 4,799 juta untuk periode tiga hari dua malam.

"Kapal milik Nikki Peucang bertolak menuju Pulau Peucang dari area yang bernama Muara Baru atau Pantai Daplangu. Satu kapal bisa menampung hingga 15 penumpang. Waktu tempuh perjalanan laut dari Desa Sumur menuju Pulau Peucang sektiar 2,5 jam," kata Ariane.

Rencana ke depan Nikki Group

Beragam fasilitas yang telah dihadirkan ke depannya akan dikembangkan kembali. Nikki Peucang saat ini tengah membangun Nikki Marina yang berlokasi di Kecamatan Sumur.

Tempat itu akan difungsikan sebagai sarana penyeberangan dari Kecamatan Sumur menuju Pulau Peucang.

"Rencananya lokasi tersebut akan juga difungsikan sebagai rest area yang nyaman dengan standar internasional," kata Ariane.

Selain itu, Nikki Peucang juga tengah membangun Villa Angklung berkapasitas 5-6 orang dan dilengkapi 2 kamar mandi berkonsep outdoor. Villa ini lebih ditujukan ke keluarga atau grup. Hingga kini, sudah terbangun dua unit Villa Angklung.

Nikki Peucang juga akan membangun sebuah Beach Club yang letaknya di pinggir pantai. Hal ini untuk memaksimalkan kenyamanan para tamu menikmati indahnya Pulau Peucang.

https://travel.kompas.com/read/2020/08/29/111100927/nikki-peucang-resor-baru-di-ujung-kulon-yang-tak-jauh-dari-jakarta

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.