Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cerita Grup Indonesia ke Turki Saat New Normal, Seperti Liburan Pribadi

Beberapa negara pun sudah membuka kembali perbatasannya. Tentu hal ini menjadi kabar menggembirakan untuk wisatawan dan sektor pariwisata.

Setidaknya hal itu terlihat dari cerita grup perjalanan Indonesia pertama yang berhasil mengunjungi Turki setelah pandemi Covid-19.

Adalah Tripuri Travel, bagian dari Tripuri Group yang sukses membawa rombongan agen perjalanan dengan paket family trip (famtrip) wisata ke Turki, periode 21-28 Juli 2020 lalu.

Menurut General Manager Tripuri Wisata, Fonny, ini merupakan paket terbaru yang diluncurkan Tripuri di bulan Juli 2020 dan berlangsung selama 8 hari 5 malam.

"Paket tour 5N8D adalah paket terbaru yang diluncurkan Tripuri di bulan Juli yang ditandai dengan keberangkatan Group Agents Famtrip pada tanggal 21 Juli 2020 sebagai Group pertama dari Indonesia yang mengunjungi Turki setelah Turki membuka diri kembali untuk pariwisata," kata Fonny kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Lanjutnya, hingga kini pihaknya sudah memberangkatkan lima grup tur ke Turki sejak Juli 2020.

Adapun tujuan dari famtrip ini, kata dia, untuk memberikan edukasi produk kepada Group Agents agar dapat melihat langsung serta menjalankan protokol kesehatan selama tur di Turki.

"Harapannya semua peserta famtrip yang merupakan praktisi wisata, baik Owner maupun frontliner , dapat memberikan informasi yang akurat kepada calon peserta atau pembeli paket," tambahnya.

Tripuri Travel menyelenggarakan serangkaian perjalanan famtrip ini untuk mempromosikan paket wisata 8 hari 5 malam Best of Turkey (BOT).

Pada perjalanan pertamanya ini, Tripuri Travel mengundang agen perjalanan terbaiknya di seluruh Indonesia untuk berkunjung ke Turki.

Turki sendiri diketahui baru kembali membuka pariwisatanya setelah 4 bulan terkunci. Mengingat 6 bulan terakhir kesulitan dalam sektor perjalanan, paket ini digadang-gadang menjadi tonggak sejarah bagi banyak orang untuk menandai dimulainya era new normal dalam tur dan perjalanan.

Lalu bagaimana cerita seputar jalan-jalan dari Tripuri Travel ini?

Turki masih sepi, peserta serasa liburan pribadi

Melihat situs resminya, salah satu peserta mengungkapkan perasaannya ketika liburan ke Turki di tengah pandemi.

"Rasanya seperti liburan pribadi," kata salah seorang peserta famtrip tersebut.

Ungkapan tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya, hanya ada sedikit wisatawan atau tidak ada kerumunan di sebagian besar tempat populer di Turki.

Tak hanya tempat wisata yang sepi, restoran dan hotel yang dikunjunginya juga terlihat sedikit wisatawan.

Meski demikian, diakui Fonny, awalnya ada sedikit kekhawatiran dari para peserta mengingat pandemi yang belum berakhir.

Namun, lanjutnya, semua hal tersebut hilang ketika melihat bagaimana kesiapan Turki untuk menyambut kembali wisatawan.

"Mereka tentunya senang walaupun pada awalnya sempat timbul kekhawatiran mengingat masa pandemi belum berlalu, tetapi optimis dengan melihat sendiri keadaan dan kesiapan Turki untuk menerima wisatawan-wisatawan yang datang dengan dijalankan protokol kesehatan di hotel-hotel, restoran dan di tempat-tempat wisata," terangnya.

Pelayanan agen perjalanan yang menyenangkan dan ketat protokol Covid-19

Selain dapat merasakan seperti liburan pribadi, para peserta famtrip juga senang karena pelayanan yang diberikan agen perjalanan, Tripuri Travel.

Pihak Tripuri memang menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 selama perjalanan wisata ini dilakukan.

Adapun protokol ini sudah diterapkan sejak perjalanan menuju Turki, selama di Turki, hingga pulang kembali ke Tanah Air.

Merasakan normal baru di Turki mengunjungi 7 kota

Pada perjalanan wisata pertama ke Turki setelah pandemi ini, para peserta merasakan bagaimana kehidupan normal baru di Turki.

Mereka mengunjungi total 7 kota di seluruh Turki di antaranya Istanbul, Bursa, Kusadasi, Pamukkale, Konya, Cappadocia, dan Ankara.

Soal komunikasi dan bahasa, para peserta tidak akan mengalami kesulitan karena dipandu oleh pemandu wisata nasional Turki berbahasa Indonesia.

Menginap di hotel dan berkunjung ke tempat wisata, seperti apa?

Pada normal baru Turki, berwisata menjadi terasa berbeda tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari cara masuk ke hotel hingga cara masuk ke tempat wisata, semua menggunakan protokol kesehatan.

Misalnya saat masuk ke hotel dan lokasi wisata Turki, semua pengunjung menjalani pemeriksaan suhu standar dan diberikan pembersih tangan di pintu masuk.

Para wisatawan juga tidak diwajibkan mengenakan masker, namun semua staf tempat wisata mengenakannya.

Namun, pihak Tripuri Travel sangat menyarankan peserta grup untuk mengenakan masker pada tempat publik demi keselamatan dan kesehatan.

Hotel bintang 4 tempat di mana menginapnya para peserta juga menerapkan protokol seperti disinfeksi lift dan kamar hotel secara teratur.

Mobilisasi perjalanan menyusuri kota, tempat duduk diberi jarak

Selama perjalanan menyusuri 7 kota di Turki, di kendaraan bus yang mengangkut para peserta juga telah diterapkan jaga jarak.

Adapun para penumpang diminta untuk meninggalkan tempat duduk kosong di sampingnya untuk menghindari penyebaran Covid-19 dari satu peserta ke peserta lain.

Harga paket wisata Best Of Turkey

Tripuri Travel pun memberikan harga spesial untuk paket perjalanan wisata Best of Turkey selama 8 hari 5 malam ini.

Harga yang dibanderol untuk merayakan keberhasilan grup tur Indonesia pertama ke Turki setelah pandemi ini mulai dari Rp 12,5 juta.

"Harga sudah termasuk tiket pesawat PP, akomodasi, makan dan tour," pungkas Fonny.

Berikut itinerary perjalanan wisata 8 hari 5 malam ke Turki dari Tripuri Travel

  • Hari 1 : Jakarta - Istanbul TK 57 waktu perkiraan keberangkatan pukul 21.00 WIB
  • Hari 2 : Istanbul - Bursa - Kusadasi (Makan Malam)

Green Mosque, Grand Mosque, Turkish delight, Silk Market

  • Hari 3 : Kusadasi - Pamukkale (Makan Pagi, Makan Siang, Makan Malam)

Ephesus, Isa Bey, Leather shop, Hierapolis city, Cotton Castle

  • Hari 4 : Pamukkale- Konya - Cappadocia (Makan Pagi, Makan Siang, Makan Malam)

Mevlana Museum, Caravanserai

  • Hari 5 : Cappadocia (Makan Pagi, Makan Siang, Makan Malam)

Underground city, Goreme Valley, Turkish Manufacture, Avanos Pottery, Turkish Jewellery

  • Hari 6 : Cappadocia - Ankara - Istanbul (Makan Pagi, Makan Malam)

Tuz Golu, Ataturk Mausoleum

  • Hari 7 : Istanbul - Transfer Out (Makan Pagi)

Bosphorus, Blue Mosque, Hagia Sophia, Hippodrome, Topkapi Palace

  • Hari 8 : Istanbul - Jakarta TK 56 waktu perkiraan kedatangan pukul 18.00 WIB

https://travel.kompas.com/read/2020/09/03/214000327/cerita-grup-indonesia-ke-turki-saat-new-normal-seperti-liburan-pribadi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke