Salin Artikel

Telaga Madirda yang Menawan di Kaki Gunung Lawu, Pas untuk Liburan Akhir Pekan

KOMPAS.com – Telaga Madirda awalnya merupakan telaga kecil alami yang kemudian dikeruk dan diperbesar oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Telaga ini menawarkan ketenangan, air jernih, udara sejuk dan pemandangan indah khas pergunungan.

Telaga Madirda sendiri sempat dijadikan sebagai tempat karantina pemudik. Namun, itu semua sudah berlalu dan semua pemudik yang dikarantina mendapat hasil non-reaktif rapid test.

Setelah itu, telaga ini dikembalikan fungsinya sebagai tempat wisata dan disterilkan, sehingga wisatawan tetap aman saat berkunjung.

Lokasi Telaga Madirda berada di bawah kaki Gunung Lawu, tepatnya Dusun Tlogo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Jarak tempuh dari pusat Kabupaten Karanganyar adalah sekitar 25 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang-lebih 45 menit.

Wisatawan yang berkunjung ke Telaga Madirda tak perlu mengkhawatirkan fasilitas. Mulai dari toilet hingga aula, semua ada di sana. Ada pula fasilitas lain, seperti warung makan dan area camping.

Adapun, berkemah di alam memang tidak ada listrik, tetapi di Telaga Madirda tersedia station charger untuk yang ingin mengecas smartphone-nya.

Berfoto dan naik kano keliling telaga Madirda

Panorama indah di Telaga Madirda jelas menjadikannya memiliki banyak spot foto menarik untuk mempercantik koleksi foto di galeri.

Meski airnya jernih dan sangat segar, pengunjung dilarang untuk berenang demi keselamatan. Namun, mereka tetap bisa menikmati telaga dengan naik kano atau perahu bebek untuk berkeliling telaga. Semua itu sudah lengkap dengan fasilitas pelampung.

Tersedia pula telaga khusus anak, sehingga mereka juga dapat bersenang-senang dan bermain air dengan aman.

Aktivitas seru lainnya yang bisa dilakukan di Telaga Madirda adalah melakukan jemparingan atau bermain panahan.

Berkemah di Telaga Madirda

Pengunjung juga bisa berkemah di Telaga Madirda. Tarif sewa lahan untuk camping adalah Rp 25.000 dengan tenda dan perlengkapan lain yang disediakan sendiri.

Pengelola juga menyediakan jasa sewa tenda hingga perlengkapannya. Harganya berkisar dari Rp 100.000 hingga Rp 400.000 sesuai kapasitas dan kelengkapan lainnya, seperti matras, sleeping bag, dan lampu tenda.

Jangan khawatir bila ingin tidur di kasur untuk pribadi atau anak-anak karena tersedia persewaan kasur busa dengan harga Rp 10.000.

Adapun, daftar harga sewa tenda adalah Rp 100.000 untuk 2 orang, Rp 150.000 untuk 4 orang, Rp 350.000 untuk 6 orang, dan Rp 400.000 untuk 8 orang.

Pengunjung juga dapat membuat api unggun untuk melengkapi camping dan menghangatkan badan.

Pengelola menyediakan kayu bakar dan tong khusus untuk tempat api unggun agar tidak merusak lingkungan. Tarifnya adalah Rp 5.000 untuk tong dan Rp 20.000 per ikat kayu bakar.

Jam buka dan harga tiket masuk Telaga Madirda

Pengunjung yang ingin berwisata ke Telaga Madirda dikenai biaya sebesar Rp 10.000 per orang. Tarif parkir adalah Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Harga naik wahana, seperti kano adalah Rp 15.000 per 15 menit, perahu bebek Rp 20.000 per 15 menit, telaga khusus wahana anak Rp 10.000 per 15 menit, dan panahan jemparingan adalah Rp 10.000 untuk 15 anak panah.

Telaga Mardida membuka kunjungan pukul 08.00 WIB 16.00 WIB pada hari biasa. Pada hari libur jam bukanya sampai pukul 17.00 WIB.

Namun, kunjungan dibuka 24 jam bagi pengunjung yang camping dengan waktu check in mulai 15.00 WIB-21.00 WIB. Mereka harus check out camping maksimal pukul 10.00 WIB.

Protokol Kesehatan di Telaga Madirda

Pengunjung Telaga Madirda wahib memakai masker, mencuci tangan, dan dicek suhu badannya sebelum masuk. Mereka juga wajib menjaga jarak.

“Kami selalu berkoordinasi dengan gugus tugas di Telaga Madirda. Ada tulisan-tulisan juga," kata Ketua Pengelola Subunit Telaga Madirda Wahyu Riyanto.

Ia melanjutkan, setiap hari dilakukan penyemprotan disinfektan dan seminggu sekali dilakukan pembersihan lebih detail ke seluruh fasilitas.

Pihaknya juga menyiagakan relawan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas). Setiap hari, ada 10 orang yang disebar di lokasi wisata.

Mereka bertugas untuk selalu ngatur jarak dan menegur pengunjung yang tidak memakai masker.

Pihak pengelola juga menyalakan announcer yang berisi imbauan dan peringatan setiap 10 menit sekali agar pengunjung tetap menaati protokol kesehatan yang berlaku.

https://travel.kompas.com/read/2020/09/05/180600727/telaga-madirda-yang-menawan-di-kaki-gunung-lawu-pas-untuk-liburan-akhir-pekan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.