Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tips Pilih Penginapan saat Pandemi, Perhatikan 7 Penerapan Protokol Kesehatan Ini

KOMPAS.com - Berlibur di tengah pandemi bagi sebagian orang masih menjadi momok yang menakutkan.

Namun, ada juga yang sudah mulai bepergian atau berwisata kembali dengan memanfaatkan libur akhir pekan.

Baik di masa pandemi atau sebelumnya, orang sudah pasti menentukan akan menginap di mana saat berlibur. Pilihan penginapan pun selalu beragam di setiap destinasi wisata.

Seperti biasanya, kamu akan disuguhkan beragam pilihan akomodasi, mulai dari hostel, hotel, hingga hotel resor.

Namun, selama masa pandemi, satu hal paling penting untuk memilih penginapan adalah protokol kesehatan seperti apa yang diterapkan.

Setiap hotel yang beroperasi pada era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai acuan panduan protokol kesehatan menginap di hotel dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Protokol itu disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Protokol kesehatan saat menginap di hotel

1. Periksa suhu tubuh

Kamu bisa memastikan bahwa hotel tersebut telah menerapkan protokol kesehatan mulai dari pintu masuk.

Sebelum memesan, kamu bisa bertanya apakah hotel memiliki thermo gun yang digunakan petugas untuk mengecek suhu tubuh sesaat sebelum pintu masuk hotel.

Jika suhu tubuh tinggi atau 37,3 derajat celsius ke atas, maka tamu biasanya tidak akan diizinkan masuk hotel. Tamu juga wajib memakai masker pada saat itu.

Pastikan juga apakah petugas memakai masker dan sarung tangan ketika mengecek suhu tubuhmu.

Hal ini merupakan standar protokol kesehatan menginap di hotel selama era AKB.


2. Mencuci tangan di tempat yang disediakan

General Manager The Kuningan Suites, Alain John mengatakan, sesampainya di pintu masuk menuju lobi, para tamu diimbau security untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melalui mesin sensor.

“Sebelumnya cek suhu tubuh dua kali. Tapi tamu komplain karena ada perbedaan suhu yang cukup signifikan saat diperiksa di pintu gerbang dan sebelum masuk area lobi,” kata John kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

3. Proses check in

Setelah memastikan bahwa hotel sudah menerapkan protokol kesehatan sebelum masuk ke lobi, kamu bisa melanjutkan bertanya soal bagaimana proses check in di hotel tersebut.

Pada era AKB, setelah mencuci tangan, para tamu akan diarahkan ke area resepsionis untuk mengambil kunci kamar.

Biasanya, akan ada penanda di lantai untuk mengatur alur tamu hotel. John mengatakan, di The Kuningan Suites sebelumnya menerapkan pengaturan jarak satu meter, tetapi kini diubah menjadi dua meter.

Pemandangan di meja resepsionis yang harus kamu perhatikan adalah, apakah resepsionis yang berjaga mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan, masker, dan penutup wajah.

Selain itu, pastikan juga ada hand sanitizer yang tersedia di sana.


4. Masuk ke lift

Tahapan selanjutnya, jika hotel sudah mengatakan proses check in akan berjalan seperti apa, kamu bisa melanjutkan bertanya mengenai prosedur masuk lift.

Setelah mengambil kunci, di era AKB ini para tamu akan diarahkan ke kamar masing-masing. Jika kamar berada di atas, pastikan lift yang akan digunakan telah sesuai protokol kesehatan.

Sebelum masuk lift, seharusnya para tamu diimbau untuk jaga jarak sesuai tanda di lantai. Jaraknya pun sama dengan tanda yang berada di area resepsionis, yaitu dua meter.

Kamu juga bisa bertanya apakah tersedia hand sanitizer di dalam lift dan bagaimana pembatasan kapasitas orang di dalamnya.

5. Cara menginap

Sebelum menginap di kamar, kamu juga bisa memastikan dengan bertanya pada hotel apakah kamar sudah disemprot disinfektan.

Pengalaman Kompas.com, saat mengunjungi dan menginap di The Kuningan Suites, Jakarta adalah, pihak hotel akan menyemprot kamar dengan disinfektan terlebih dahulu, sekitar dua jam sebelum kedatangan tamu.

Seluruh pintu ruangan dalam kamar ditutup agar disinfektan yang disemprotkan tidak keluar. Penyemprotan dilakukan di seluruh bagian dalam kamar.

Penyemprotan tidak hanya di permukaan tembok, meja, dan kursi. Namun juga pada kolong setiap benda dan bagian dalam lemari.

Kamu juga bisa bertanya apakah penyemprotan dilakukan pada barang-barang yang kerap disentuh tamu, seperti gagang pintu, tombol lampu, peralatan makan, dan perlengkapan toilet.


6. Pastikan sarapan diberikan di kamar

Lalu, bagaimana soal makan dan minum di hotel. Kamu bisa pastikan apakah hotel tersebut telah memiliki layanan pengiriman makanan ke dalam kamar.

Pada era AKB, tamu akan mendapatkan telepon dari resepsionis pada pagi hari. Resepsionis akan memberikan informasi seputar menu yang tersedia pada hari itu. Ia juga akan bertanya perihal waktu pengiriman makanan.

Makanan pun akan diantar petugas hotel yang lengkap memakai APD, yaitu sarung tangan, masker, dan penutup wajah.

Makanan pun ditutup dengan plastik bening untuk menjaga agar makanan dan minuman tetap steril saat dihidangkan.

7. Proses check out

Saat waktu menginap, kamu akan melalui proses check out seperti biasanya. Namun, pastikan bahwa tetap ada pembeda di masa pandemi ini.

Pastikan hotel menerapkan jaga jarak pada tamu di meja resepsionis. Kamu juga bisa memastikan apakah resepsionis memakai APD lengkap, yakni sarung tangan, masker, dan penutup wajah saat melayani proses check out.

Tamu juga diimbau untuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum dan setelah memberikan kunci kamar.

https://travel.kompas.com/read/2020/09/15/180600827/tips-pilih-penginapan-saat-pandemi-perhatikan-7-penerapan-protokol-kesehatan

Terkini Lainnya

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Travel Update
5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke