Salin Artikel

Lucu, Lumba-lumba Warna Pink dan Putih Muncul di Perairan Hong Kong

KOMPAS.com – Sejumlah lumba-lumba humpback yang dikenal sebagai lumba-lumba putih atau lumba-lumba pink kembali muncul di perairan Hong Kong.

Melansir Lonely Planet, Sabtu (19/9/2020), para peneliti mengatakan bahwa jumlah mereka telah meningkat selama beberapa pekan terakhir karena aktivitas kapal feri berkecepatan tinggi sedang berhenti akibat pandemi Covid-19.

Bertahun-tahun, para lumba-lumba ini menghindari Pearl River Delta karena kapal feri berkecepatan tinggi yang setiap harinya melewati perairan tersebut.

Kini, para peneliti mengatakan bahwa jumlah lumba-lumba humpback Indo-Pacific melonjak hingga 30 persen dalam beberapa bulan terakhir sejak aktivitas kapal dihentikan pada Februari 2020.

Seorang peneliti senior di University of St Andrews Lindsay Porter mengatakan kepada Reuters, perairan yang dulunya merupakan saluran air terpadat di Hong Kong telah menjadi lebih ramah terhadap lumba-lumba saat pandemi.

“Saya telah mempelajari lumba-lumba ini sejak 1993. Saya belum pernah melihat perubahan dramatis seperti ini sebelumnya. Satu hal yang berubah adalah 200 kapal feri yang berhenti beroperasi,” kata dia, mengutip Lonely Planet.

Porter diketahui telah bekerja sama dengan kelompok konservasi lokal termasuk WWF Hong Kong untuk mempelajari lumba-lumba di Pearl River Delta.

Guardian melaporkan, kamera drone telah diturunkan ke dalam air untuk melihat aktivitas lumba-lumba, termasuk bersosialisasi, bermain air, dan berhubungan intim.

Menurut WWF Hong Kong, Pearl River Delta memiliki sekitar 2.500 lumba-lumba. Namun, mereka mengobservasi adanya penurunan jumlah lumba-lumba berusia muda di perairan Hong Kong.

“Terkadang saya merasa bahwa kami mempelajari lambatnya kematian populasi tersebut yang membuatnya sangat menyedihkan,” ujar Porter.

Lumba-lumba pink dan putih China di Hong Kong sangat rentan terhadap limbah dan bahan kimia yang setiap hari dibuang ke pelabuhan.

Selain itu, para lumba-lumba tersebut juga rentan terhadap penangkapan ikan yang berlebihan, lalu lintas kapal, dan pembangunan pesisir.

WWF Hong Kong telah mengadvokasi pemerintah untuk menetapkan Marine Protected Areas (MPAs), serta mendeklarasikan Dolphin Conservation Management Area bebas pembangunan di barat dan selatan perairan Lantau pada 2024.

Upaya itu perlu dilakukan agar lumba-lumba pink dan putih memiliki habitat yang aman untuk mencari makan dan bersosialisasi.

“Ancaman ini memiliki dampak besar dan kumulatif terhadap populasi selama bertahun-tahun,” ujar lembaga tersebut melalui sebuah pernyataan.

Oleh karena itu, penting untuk mengambil pendekatan proaktif guna melestarikan populasi spesies yang tersisa sebelum terlambat.

https://travel.kompas.com/read/2020/09/21/073100927/lucu-lumba-lumba-warna-pink-dan-putih-muncul-di-perairan-hong-kong

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.