Salin Artikel

Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Menurutnya, imbauan tersebut sedianya tidak menjadi masalah untuk warga Jakarta pergi menginap di hotel Bandung.

Pasalnya, hotel Bandung, kata dia, sudah secara ketat menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Jadi kalau di hotel Kota Bandung sebenarnya aman, aman sekali. Karena kita sudah menerapkan protokol AKB ini kan. Cuma kan adanya pemberitaan imbauan penundaan tersebut jadi problem bagi kami," kata Arief saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Lanjutnya, setiap hotel di Kota Bandung yang tergabung dalam Riung Priangan sudah berkomitmen untuk menjaga AKB di masa pandemi.

Adapun AKB tersebut, kata dia, telah menjadi prioritas setiap pengelola hotel di Kota Bandung maupun Bandung Raya.

"Jadi menurut kami tidak masalah kalau memang orang Jakarta itu ke Bandung, kalau ke hotel ya. Tapi kalau kita bicaranya misal dia mau ke tempat wisata ya itu di luar asosiasi kita," paparnya.

Riung Priangan Riung Priangan merupakan organisasi non profit hotel-hotel berbintang 2 sampai 5 yang didirikan pada 1985.

Anggotanya adalah para pimpinan tertinggi hotel-hotel atau General Manager yang secara organisasi mencakup wilayah Bandung Kota dan Kabupaten Bandung atau Bandung Raya.

Menurut Arief, imbas dari adanya PSBB Jakarta dan ditambah dengan imbauan penundaan perjalanan terasa besar bagi sektor perhotelan di Bandung.

Alasannya, karena Bandung dan Jakarta saling terikat perekonomiannya. Apabila Jakarta memiliki peraturan baru, kata dia, akan berpengaruh langsung ke perekonomian di Bandung.

"Bandung ini kan sebenarnya feeder-nya Jakarta, yang menopang Jakarta itu kan Bandung. Jadi Bandung itu akan terjadi perubahan sistem ekonominya, kalau Jakarta ada suatu hal misalnya aturan-aturan baru, pasti impact-nya itu langsung ke Bandung," jelasnya.

Ia pun mengungkapkan, saat ini hotel-hotel di Bandung kehilangan pasar dari konsumen Jakarta.

Hal tersebut ia nilai karena melihat okupansi hotel yang turun seminggu belakangan sejak PSBB Jakarta kembali diberlakukan.

"Sejak adanya PSBB ini semua average hotel di bawah 20 persen. Weekend-nya. Artinya kan itu membuktikan, bahwa market kita hilang saat ini. Wisatawan asal Jakarta itu kan kita bisa hitungnya pada saat weekend," tuturnya.

Hal yang sama juga terlihat dari tingkat hunian pada hari biasa, yang biasanya ditopang oleh industri MICE.

Ia mengatakan, MICE ini lah yang mendukung hidupnya perhotelan pada hari biasa. Menurutnya, industri MICE selalu mengadakan meeting dan sebagainya di hotel pada hari-hari tersebut.

"MICE itu sekarang cancel semua meeting-meeting-nya karena adanya PSBB yang harus work from home. Padahal Agustus itu sudah mulai ada pick up waktu itu," katanya.

"Hotel ini kan bisa tumbuh karena adanya MICE, sekian persen yang untuk menginap itu hanya ada di weekend. Kalau kita weekday, gak ada tamu, ya hotel pasti mati, yang bisa menghidupkan hotel di weekday adalah MICE," pungkasnya.

Riung Priangan merupakan organisasi non profit hotel-hotel berbintang 2 sampai 5 yang didirikan pada 1985.

Anggotanya adalah para pimpinan tertinggi hotel-hotel atau General Manager yang secara organisasi mencakup wilayah Bandung Kota dan Kabupaten Bandung atau Bandung Raya.

https://travel.kompas.com/read/2020/09/21/164500427/asosiasi-sebut-hotel-di-bandung-aman-terapkan-protokol-kesehatan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.