Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Tempat Wisata di Vanuatu, Negara Paling Bahagia di Dunia

KOMPAS.com – Vanuatu merupakan negara paling bahagia di dunia dan berhasil menduduk peringkat keempat berdasarkan penilaian Happy Planet Index.

Mengutip situs resmi lembaga tersebut, Vanuatu berhasil mengalahkan Indonesia di peringkat ke-16, Jepang di peringkat ke-58, dan Amerika Serikat di peringkat ke-108 dari 140 negara yang ada di dunia.

Vanuatu, negara kepulauan di Samudra Pasifik, memiliki hubungan yang erat antar masyarakatnya meski memiliki kebudayaan yang beragam.

Eratnya hubungan antar masyarakat dimanfaatkan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan mereka seperti resolusi konflik hingga perencanaan seremonial.

Selain memiliki masyarakat yang erat, negara tersebut juga memiliki sejumlah tempat wisata dan kegiatan menarik yang patut dikunjungi.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut daftar rekomendasi lima tempat wisata di Vanuatu yang Kompas.com rangkum dari Vanuatu.travel, Senin (28/9/2020).

1. Situs kuno Chief Roi Mata’s Domain

Chief Roi Mata’s Domain merupakan sebuah area yang memiliki tiga situs kuno asal awal abad ke-17 SM di kepulauan Efate, Lelepa, dan Artok.

Ketiga situs arkeologi tersebut menceritakan kehidupan dan kematian seorang kepala suku terakhir bernama Roi Mata.

Pengunjung bisa melihat kediamannya, situs kematiannya, serta situs pemakaman massal anggota sukunya.

Sembari mempelajari kebudayaan masyarakat setempat, melihat situs bersejarah termasuk lukisan kuno di dinding dan patung-patung kuno, pengunjung juga bisa menikmati asrinya hutan lebat di sana dan keindahan pantai yang ada.

2. Desa Yakel

Desa Yakel merupakan sebuah desa yang hingga saat ini masyarakatnya tidak memanfaatkan teknologi modern. Terletak di Pulau Tanna, warga setempat masih memegang teguh kebudayaan Kastom.

Kastom merupakan kebudayaan yang mencakup agama, ekonomi, seni, dan sihir. Kebudayaan tersebut diturunkan kepada generasi selanjutnya melalui pelajaran dan cerita.

Saat berkunjung ke sana, pengunjung akan disambut oleh Suku Yakel yang akan menampilkan tarian tradisional.

Selanjutnya, pengunjung akan diajak berkeliling desa untuk melihat cara hidup mereka, serta dijabarkan seputar Kastom dan kebiasaan sehari-hari mereka.

Wisatawan juga bisa berkunjung ke air terjun yang ada di sana, atau berjalan-jalan di kebun para warga untuk menikmati alam Desa Yakel. Ada juga sejumlah toko oleh-oleh yang menjual kerajinan tangan lokal.

3. Pulau Pentecost

Salah satu tradisi turun-temurun dalam Kastom adalah Naghol atau loncat (land diving). Dahulu, diceritakan bahwa seorang wanita melakukan naghol untuk menghindari suaminya yang kasar.

Saat melakukan naghol, wanita tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan bergantung pada sebuah tanaman rambat yang diikat pada pergelangan kakinya. Hal ini membuat suaminya yang turut melakukan naghol celaka dan meninggal.

Tradisi kuno tersebut merupakan panutan dari kegiatan uji adrenalin yang kini disebut sebagai bungee jumping. Jika ingin melihat naghol, wisatawan bisa berkunjung pada April – Juni ke Pulau Pentecost.

Kendati naghol sempat dilakukan oleh wanita selama beberapa waktu, namun para tetua lelaki memutuskan bahwa tradisi tersebut dilanjutkan oleh para pria untuk menunjukkan rasa malu akibat kejadian dahulu dan membuktikan keberanian mereka.

Usai melihat tradisi tersebut, wisatawan bisa menjelajahi pulau tersebut dengan melakukan kegiatan seperti memberi makan ikan atau berkunjung ke air terjun Rell Cave di selatan Pentecost.

Wisatawan juga bisa berkunjung ke sejumlah desa adat seperti Bilaot, Londot, dan Bunlap untuk melihat adat istiadat dan bercengkrama dengan warga lokal.

4. Pulau Maewo

Selain Pulau Pentecost, Pulau Maewo juga menawarkan berbagai tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi. Terlebih bagi para pecinta alam yang ingin “menghilang” sejenak dari peradaban.

Hal ini lantaran pulau tersebut memiliki bentangan alam indah seperti goa bawah air, sejumlah air terjun yang bisa didaki, hingga goa dengan air jernih yang bisa diselami serta ukiran kuno di dinding goa bernama Moon Cave.

Apabila ingin melakukan kegiatan wisata yang tidak perlu menguras tenaga, pengunjung bisa berwisata di Desa Hanare untuk mencicipi kuliner tradisional khas warga setempat sembari menari dengan iringan musik dari instrumen bambu.

5. Pulau Misteri

Pulau Misteri, juga dikenal dengan Inyeug, merupakan sebuah pulau tak berpenghuni di selatan Vanuatu. Biasanya, pulau ini merupakan tempat pemberhentian kapal pesiar.

Kendati tidak berpenghuni, tetapi penduduk Pulau Aneityum yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Pulau Inyeug kerap berlayar ke sana saat wisatawan tiba.

Pulau ini dihiasi oleh deretan pohon kelapa yang membentang di sepanjang pasir putih yang terletak di lautan yang dilindungi negara tersebut.

Tidak heran jika saat berkunjung ke sana, wisatawan bisa melihat penyu, ikan, dan pari yang berdiam di lautan dengan ekosistem bawah air yang terjaga.

Sembari menyelam menikmati keindahan bawah laut, pengunjung juga bisa bersantai dengan memanfaatkan layanan pijat yang ditawari penduduk Aneityum.

Para penduduk juga menawarkan sejumlah produk lokal yang segar untuk dicicipi dan layanan mengepang rambut khas Vanuatu.

Happy Planet Index merupakan lembaga asal Inggris yang menilai kesejahteraan berkelanjutan sebuah negara untuk melihat sebaik apa kinerja negara tersebut dalam mencapai kehidupan yang panjang, bahagia, dan berkelanjutan.

Penilaian tersebut dilakukan dengan mengombinasikan empat elemen yakni kepuasan, harapan hidup, ketimpangan hasil pendapatan masyarakat, serta jejak ekologi.

https://travel.kompas.com/read/2020/09/28/133600527/5-tempat-wisata-di-vanuatu-negara-paling-bahagia-di-dunia

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke