Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hotel Penyedia Paket Isolasi OTG Covid-19 Masih Sedikit, Ini Alasannya

Namun, hingga kini baru ada tiga hotel yang mendaftar untuk bergabung dalam penjualan paket.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Gumilar Ekalaya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/10/2020).

"Saat ini baru sedikit ya yang masuk. Baru ada tiga hotel yang masuk. Ya itu pun yang baru kita tinjau baru satu," kata Gumilar.

Ia menjelaskan alasan mengapa hotel yang mendaftar baru tiga dan terhitung sedikit. Hal ini, kata dia, karena banyak hotel yang komplain akan kehilangan pelanggan apabila menjual paket isolasi.

Menurut dia, hotel-hotel khawatir apabila menjual paket, maka tamu akan pergi dengan sendirinya.

"Karena kan ini udah dianggapnya oleh mereka (pelanggan), ini hotel Covid. Kasihan mereka itu (hotel-hotel). Ditegur tamu-tamu regulernya," kata Gumilar.

"Maka dari itu kita belum bisa umumkan nama tiga hotel ini. Nanti begitu sudah ada MoU dengan pemerintah, kesiapannya sudah, baru kita kabarin," jelasnya.

Selain itu, diakui Gumilar, pihak hotel juga masih banyak pertimbangan untuk bergabung dalam paket ini.

Salah satu pertimbangan yang paling berat dan menjadi konsekuensi hotel adalah kehilangan pelanggan tetap atau reguler.

Hal ini karena, apabila hotel tersebut telah mendaftar dan dinyatakan layak menjual paket isolasi, maka hotel sudah tidak bisa lagi menerima tamu reguler.

"Nah, itu kan mereka harus berhitung secara ekonominya. Lebih menguntungkan mana.

"Kecuali kalau dia hotelnya ada dua tower, satunya untuk pasien OTG, satunya lagi reguler. Tapi kalau misalkan satu tower doang, terus liftnya bareng, lobinya bareng itu kan memang enggak bisa," ujarnya.

Sementara itu, diakuinya, hotel-hotel di Jakarta lebih banyak berminat bergabung dengan program yang dicanangkan Kemenparekraf.

Hal itu karena, program tersebut disubsidi atau dibiayai oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf.

"Sementara lebih banyak hotel yang berminat yang difasilitasi pemerintah. Sekarang kan kerjasamanya dengan Kemenparekraf. Kalau itu kan jelas memang dibayarin. Dan jumlah pasiennya juga jelas yang masuk ke situ, kemudian pemerintah yang men-support untuk tamunya itu," ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, dalam prosedur pengajuan paket, hotel harus memahami terlebih dahulu bahwa paket ini tidak disubsidi oleh Pemerintah Pusat maupun Pemprov DKI Jakarta.

Dalam prosedur pengajuan poin ketiga yang ditayangkan di akun Instagram Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, tertulis bahwa Pemerintah Pusat maupun Pemprov DKI tidak memberikan subsidi baik sebagian maupun seluruh biaya yang timbul dari pengadaan paket isolasi terkendali yang dimaksud.

https://travel.kompas.com/read/2020/10/02/092000327/hotel-penyedia-paket-isolasi-otg-covid-19-masih-sedikit-ini-alasannya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke