Salin Artikel

3 Rumah Batik Lasem Lestarikan Batik Tiga Negeri, Siapa Saja?

KOMPAS.com – Sebuah daerah di pesisir utara Jawa bernama Lasem mendapat julukan “Kota Batik” karena terkenal dengan produksi batik tiga negeri yang terbilang rumit, tetapi indah.

Ketua Yayasan Kesengsem Lasem Gilang Surya menuturkan, Koran Keng Po pada 1934 sempat memberitakan batik Lasem terkait pergerakan di masa itu.

“Koran itu menceritakan kejayaan batik Lasem. Ada juga artikel tentang perkumpulan perusahaan batik Lasem pada 1930 yang berperan dalam pergerakan nasional,” ungkap Gilang.

Hal ini dikatakan dalam tur virtual “Kisah Batik Tiga Negeri Lasem: Merayakan Hari Batik Nasional dengan Menjelajah Lasem secara Virtual”, Jumat (2/10/2020).

Batik Lasem, juga disebut dengan batik tiga negeri, merupakan batik yang diciptakan oleh pengusaha batik peranakan Tionghoa.

Adanya batik tiga negeri di Lasem, kata Gilang, erat dengan legenda Bi Nang Un dan Na Lini yang menetap di sana.

Keduanya merupakan pasangan suami istri yang merupakan anggota ekspedisi Laksamana Cheng Ho pada 1405 – 1433.

Melansir situs resmi Kesengsem Lasem, pasangan suami istri itulah yang memperkenalkan teknik membatik pada abad ke-15 di Lasem.

Masih eksis hingga kini

Meskipun jumlah pembatik yang menghasilkan batik tiga negeri di Lasem kini hanya menjadi 2.500 dari 4.300 pada 1896, tetapi batik tersebut masih eksis hingga kini.

Sejumlah rumah batik di Lasem pun masih melestarikan batik tiga negeri. Beberapa di antaranya adalah Rumah Batik Maranatha Ong’s Art, Rumah Batik Lumintu, dan Rumah Batik Kidang Mas.

Rumah Batik Maranatha Ong’s Art

Pemilik Rumah Batik Maranatha Ong’s Art Renny Priscilla mengungkapkan, rumah batiknya sudah berdiri lima generasi.

"Kami masih gunakan cara tradisional dari cara pemberlakuan kain, warna, atau motif. Pemberlakuan kain gunakan cara mordan,” kata  dalam kesempatan yang sama.

Adapun, teknik mordan atau mordanting merupakan proses pencampuran air dengan beberapa zat untuk mencerahkan kain dan memudahkan warna terikat pada kain.

Renny menuturkan, proses mordanting dilakukan selama 30 hari sebelum kain dibatik. Kain yang melalui tahap mordanting dapat dilihat dari warnanya yang semakin cerah beberapa tahun kemudian.

“Mordan berguna untuk merapatkan sari-sari kain,” tutur Renny.

Rumah Batik Lumintu

Sama dengan Renny, pemilik Rumah Batik Lumintu Ekawatiningsih juga masih menerapkan teknik membatik tradisional.

Salah satunya adalah wedelan dalam menciptakan warna biru. Cara pewarnaan dengan wedelan adalah kain dimasukkan ke dalam bak kayu atau semen.

“Kain yang akan diwarnai dilipat atau dibagi jadi dua bagian tergantung ukuran bak. Direndam setengah jam, dikeluarkan dari bak. Nanti akan terlihat warna hijau kekuningan,” ungkap Ekawatiningsih dalam kesempatan yang sama.

Selama proses wedelan, kain direndam dengan beberapa zat tertentu untuk menghasilkan biru yang Ekawatiningsih katakan sebagai “biru yang berhasil” atau “biru berlian”.

Ekawatiningsih mengatakan, biru wedelan merupakan salah satu unsur warna yang digunakan untuk batik tiga negeri atau batik klasik lain seperti kendoro kendiri.

Rumah BatiK Kidang

Pemilik Rumah Batik Kidang Mas Rudi Siswanto yang sudah ada sejak enam generasi sebelumnya pun menuturkan hal yang sama.

Hingga saat ini, proses pembuatan batik tiga negeri masih menggunakan teknik tradisional.

“Ada batik warna alam. Komposisinya biru pakai daun Indigofera, cokelat dari kayu-kayuan. Kayu mahoni, teger, dan jambal,” tutur Rudi dalam kesempatan yang sama.

“Batik dengan warna alam sedang dikembangkan karena dari pemerintah daerah setempat menganjurkan untuk membuat batik dengan pewarnaan alam. Warna alam lebih halus,” imbuhnya.

Rudi mengatakan, batik yang menggunakan bahan-bahan alami untuk pewarnaan sudah mulai menarik minat masyarakat lantaran warna yang diberikan terlihat berbeda dan tidak terlalu pekat bak batik klasik.

https://travel.kompas.com/read/2020/10/05/221800127/3-rumah-batik-lasem-lestarikan-batik-tiga-negeri-siapa-saja-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Harga Tiket dan Jam Buka Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Sangat Terjangkau

Travel Tips
Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Kritik Sandiaga Uno soal Tarif Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro

Travel Promo
13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

13 Syarat Travel Bubble Singapura ke Indonesia yang Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Harga Tiket KA Murah Jurusan Yogyakarta-Purwokerto, Mulai Rp 70.000

Travel Update
Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Harga Tiket Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Instagramable

Jalan Jalan
5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

Travel Promo
Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Bubble Indonesia-Singapura, Uji Coba Bertahap Mulai 24 Januari

Travel Update
4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

4 Aktivitas di Desa Lai Chi Wo, Bisa Jelajah Hutan Bakau

Jalan Jalan
6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

6 Konsep Bahagia di Beberapa Negara, Ada dari Jepang dan Swedia

Travel Tips
10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

10 Destinasi Terpopuler di Dunia 2022 Versi Trip Advisor, Dubai Juara

Travel Update
Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Sambut Imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Jalani Ritual Ganti Baju Dewa

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Bukit Kayoe Putih Mojokerto

Jam Buka dan Harga Tiket Bukit Kayoe Putih Mojokerto

Jalan Jalan
Bali Destinasi Terpopuler Asia dan Keempat Dunia Versi TripAdvisor

Bali Destinasi Terpopuler Asia dan Keempat Dunia Versi TripAdvisor

Travel Update
7 Tips Berkunjung ke Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang

7 Tips Berkunjung ke Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang

Travel Tips
8 Rekomendasi Wisata Bandung, Cocok Dikunjungi bersama Keluarga

8 Rekomendasi Wisata Bandung, Cocok Dikunjungi bersama Keluarga

Jalan Jalan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.