Salin Artikel

10 Tempat Wisata di Ponorogo, Air Terjun hingga Telaga

KOMPAS.com - Provinsi Jawa Timur memiliki destinasi yang menyimpan banyak tempat wisata, salah satunya Kabupaten Ponorogo.

Wisatawan yang ingin mengunjungi Ponorogo bisa menggunakan bus antarkota antarprovinsi, atau dengan kendaraan pribadi.

Biaya dengan bus dari Jakarta berkisar Rp 200.000, tergantung bus yang dipilih.

Dari Jakarta ke Ponorogo, dibutuhkan waktu sekitar delapan jam. Jadi apabila wisatawan menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam keadaan aman, begitu juga kondisi fisik pengendara.

Wisatawan juga bisa memilih kereta api, tetapi tidak bisa langsung sampai di Ponorogo. Wisatawan bisa turun di Solo atau di Madiun, lalu menyambung dengan bus atau taksi online.

Sesampainya di Ponorogo, wisatawan bisa memilih tempat wisata, mulai dari bertema alam hingga religi.

Kompas.com telah merangkum 10 tempat wisata untuk dikunjungi saat ke Ponorogo:

1. Telaga Ngebel

Di wisata Telaga Ngebel ini, wisatawan bisa puas berfoto di spot-spot foto andalan mereka dengan latar belakang keindahan telaga dan bukit hijau.

Wisatawan juga bisa berkeliling telaga dengan speedboat.

Telaga Ngebel Berada di bawah kaki Gunung Wilis, sehingga udara sekitar telaga sejuk. Wisatawan bisa menikmati kopi hangat dan juga menyantap buah-buahan.

Jika sedang musim durian, banyak penjual durian yang bisa wisatawan jumpai di sekeliling telaga.

Warung-warung sepanjang telaga juga bisa wisatawan singgahi untuk beristirahat sambil menikmati keindahan alam. Jajanan khas dari Telaga Ngebel adalah kopi durian dan nangka goreng.

Lokasi telaga yang juga menyimpan legenda ini, berada di Kecamatan Ngebel. Wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp 8.000 per orang.

2. Air Terjun Kokok

Air Terjun Kokok merupakan salah satu tempat wisata yang tidak kalah indah.

Berlokasi di Senarang, Desa Temon, Sawoo, Air Terjun Kokok terletak cukup jauh dari tengah kota. Wisatawan harus mengakses jalanan yang rusak dan juga jalanan setapak.

Ketinggian Air Terjun Kokok kurang lebih 30 meter. Wisatawan bisa menikmati sejuknya air yang jatuh bertingkat mengenai batuan. Bentuk batuan bertingkat inilah yang menjadi daya tarik wisatawan.

Siapkan kamera atau gawai untuk berfoto dibawah air terjun atau bebatuan sekitar air terjun, karena di sekitar air terjun juga dikelilingi oleh pohon-pohon yang hijau.

3. Masjid Tegalsari

Bagi yang ingin berwisata religi, wisatawan bisa mengunjungi Masjid Tegalsari. Dengan desain arsitektur Jawa, masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia.

Wisatawan juga bisa berziarah ke makam Agung Kyai Ageng Muhammad Besari, selaku pendiri masjid dan pesantren Tegalsari. Masjid Tegalsari terletak di Dukuh Gendol, Desa Tegalsari, Jetis.

Memiliki 36 pilar penyangga berdirinya masjid, memiliki simbol, yakni 3+6 yang berjumlah 9, sama dengan jumlah Wali Songo yang ada di Pulau Jawa.

Dahulunya, masjid ini bagian dari daerah kekuasaan Majapahit. Hal ini masih bisa dibuktikan dengan batu yang terdapat di anak tangga masjid.

Masjid ini juga memiliki pintu utama yang ukurannya rendah. Dengan demikian, wisatawan yang ingin memasuki masjid, harus menunduk. Secara tidak langsung mengajarkan etika ketika memasuki masjid.

4. Air Terjun Sunggah

Dari tempat parkir hingga ke air terjun, wisatawan harus berjalan selama kurang lebih 10 menit. Perlu dicatata, hanya ada jalan setapak, maka wisatawan perlu berhati-hati.

Selama perjalan menuju air terjun, wisatawan bisa menyaksikan sawah dan juga pepohonan hijau.

Ada juga batu-batu besar yang bisa wisatawan duduki atau bersandar, dengan latar belakang air terjun, pas untuk berfoto.

Udara yang sejuk juga membuat wisatawan nyaman bermain di Air Terjun Sunggah.

Namun, saat ingin berkunjung, perhatikan musim saat itu, karena apabila musim penghujan maka jalan akan licin dan air cenderung keruh.

5. Pentas Reog Malam Bulan Purnama

Ketika mendengar “Ponorogo” yang terbesit adalah Reyog. Pemerintah dinas pariwisata dari Kabupaten Ponorogo memiliki agenda rutin dalam melestarikan budaya pentas Reog.

Pentas dilaksanakan di Alun-Alun Ponorogo, sehingga mudah diakses masyarakat setempat, tepatnya di panggung utama.

Meski dilakukan rutin, namun antusias tidak menurun. Penampilan setiap tahunnya dibawakan dengan format tari yang diubah.

Wisatawan yang ingin menyaksikan pentas seni ini, bisa memastikan jadwalnya di instagram @ponorogo.tourism.

6. Tumpak Pare

Untuk menikmati Bukit Tumpak Pare, wisatawan harus menanjak jalur yang berbatu. Cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba mendaki gunung.

Jalur yang menanjak dan curam, perlu diperhatikan kesiapan fisik bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

Sesampainya di bukit, wisatawan bisa menikmati lapangan luas dengan pemandangan dari atas yang indah. Wisatawan juga bisa membawa tenda untuk berkemah di sini.

Tumpak Pare bisa kamu temui di Slorok, Cepoko, Ngrayun.

Jangan lupa siapkan gawai atau kamera untuk berfoto di bukit ini. Wisatawan juga perlu membawa perbekalan seperti air minum dan juga makanan ringan untuk mengisi tenaga.

7. Gua Maria Fatimah

Wisatawan yang ingin berdoa, Gua Maria Fatimah dikelilingi pepohonan, sehingga udaranya sejuk dan nyaman untuk beribadah.

Untuk sampai ke Gua Maria, jalanan yang harus dilewati cukup menanjak curam. Ada beberapa anak tangga yang juga harus dinaiki sesampainya di komplek Gua Maria Fatimah.

Di sini juga terdapat mata air dari pegunungan yang terus mengalir dan tidak pernah kering, bahkan di kemarau panjang.

8. Pemandian Air Panas Tirta Husada

Tersedia beberapa kolam yang bisa wisatawan pilih untuk berenang, berendam, atau sekedar bermain air. Wisatawan bisa memilih kolam renang biasa atau kolam air panas.

Pengola juga menyediakan penyewaan ban untuk berenang seharga Rp 5.000 per ban. Wisatawan juga bisa mengunjungi pemandian jam berapa pun, karena buka 24 jam.

Bagi wisatawan yang membawa mobil pribadi, area parkir lokasinya terpisah dengan kawasan pemandian. Namun tidak terlalu jauh, bisa berjalan kaki kira-kira dua menit untuk sampai ke loket tiket.

9. Bukit Cumbri

Bagi yang ingin berfoto dengan pemandangan indah dari ketinggian, ada Bukti Cumbri yang bisa di akses via Ponorogo atau Wonogiri.

Tiket masuk ke Bukit Cumbri ini Rp 10.000 per orang.

Hanya butuh sekitar 45 menit untuk sampai ke atas puncak sejati dari Bukit Cumbri, dengan ketinggian 600 mdpl. Wisatawan juga bisa beristirahat di pos pemberhentian yang berupa gazebo.

Wisatawan bisa berfoto di batu-batu besar yang menghadap ke Gunung Lawu dan Gunung Wilis. Ada juga tanah datar yang bisa dimanfaatkan untuk mendirikan tenda berkemah.

Sama seperti Bukit Tumpak Pare, Bukit Cumbri juga cocok bagi wisatawan yang baru ingin mencoba mendaki gunung.

10. Kedung Gamping

Kebersihan sungai yang masih terjaga, membuat wisatawan bisa memancing dan juga berenang di sungai ini.

Wisatawan juga bisa menjadikan batu-batu pinggir sungai sebagai properti foto, dengan latar pemandangan gunung dan sungai jernih.

Kedung Gamping berada di Jl. Ngrayun, Klitik, Temon, Ngrayun. Bisa diakses dengan mobil dan juga motor.

Kedung Gamping bebas diakses, tidak ada biaya tiket, serta bisa dikunjungi 24 jam,

https://travel.kompas.com/read/2020/10/31/161500727/10-tempat-wisata-di-ponorogo-air-terjun-hingga-telaga

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Travel Update
Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Travel Update
20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.