Salin Artikel

8 Aktivitas Wisata dan Risikonya Saat Pandemi

Menurut Advokat Vaksin dan Dokter Penyakit Dalam dr. Dirga Sakti Rambe, menanamkan betap pentingnya penerapan protokol kesehatan pada masyarakat sangatlah penting.

Hal itu ia sampaikan ketika menjadi narasumber dalam sesi webinar “Strategi Pemulihan ‘Bounce Back Quickly’ Pariwisata di Masa Pandemi” yang digelar Kemenparekraf, Rabu (3/11/2020).

Salah satu hal yang perlu kamu pelajari sebelum berlibur adalah mengenali risiko penularan Covid-19 dalam aktivitas liburan yang akan kamu lakukan.

"Ini ada yang kita sebut Covid-19 risk indeks. Jadi apa pun kegiatan kita pada situasi apa pun kita tahu bahwa kegiatan saya itu risikonya rendah, sedang, atau tinggi," kata dr Dirga.

Dengan mengetahui risiko tersebut, diharapkan masyarakat akan punya kesadaran ketika akan melakukan suatu hal yang memiliki risiko penularan tinggi maka lebih baik ditunda dulu.

Empat kategori yang harus dipertimbangkan

Ada empat kategori yang harus dipertimbangkan ketika kamu memilih aktivitas liburan, yakni kerumunan, ruangan tertutup, kontak jarak dekat, dan kesulitan menjaga jarak.

“Pertama banyak orang enggak ya? Kedua, tertutup atau terbuka? Ketiga, bisa jaga jarak enggak? Keempat, sulit jaga jarak atau enggak?” tutur dr. Dirga.

Dr. Dirga mencontohkan beberapa kegiatan liburan luar ruangan yang biasa dilakukan beserta risikonya.

1. Pantai

Pertama adalah aktivitas main di pantai. Dalam indeks ini, terlihat bahwa main di pantai memiliki risiko tinggi berhubungan dengan banyak orang yang berkerumun. Namun ruangan yang terbuka juga punya risiko yang relatif rendah.

Walaupun begitu, tingkat risikonya cenderung menengah untuk kategori jarak yang berdekatan dan kesulitan untuk menjaga jarak. Salah satunya karena kerumunan di pantai yang kadang tidak bisa dihindari.

“Ruangannya terbuka jadi cukup aman. Untuk close contact kita mungkin masih bisa jaga jarak kecuali pantainya penuh banget. Yang harus kita hindari adalah crowd. Kadang kalau ramai banget itu bisa jadi masalah,” jelas dr. Dirga.

2. Berenang di laut atau kolam renang

Selanjutnya adalah aktivitas berenang di laut atau kolam renang. Kegiatan ini relatif berisiko rendah di keempat kategori. Jarang ditemukan kerumunan ketika berenang di laut atau kolam renang sehingga kamu bisa jaga jarak.

Sekarang ini banyak juga pengelola yang sudah menetapkan kuota khusus ketika berenang sehingga tidak akan terlalu banyak orang. Selain itu tempatnya pun terbuka, sehingga mudah untuk menjaga jarak aman.

3. Lari atau bersepeda di luar

Hal serupa juga berlaku untuk aktivitas lari atau bersepeda di luar ruangan. Kamu bisa dengan mudah menjaga jarak aman ketika sedang berolaharaga. Kamu juga tak perlu berkerumun untuk bisa berolahraga jenis ini sehingga relatif rendah risiko.

4. Jalan di taman

Sementara untuk aktivitas berjalan-jalan di taman, ada dua kategori yang memiliki tingkat risiko menengah. Yakni potensi adanya kerumunan dan kontak berdekatan.

Jika ingin melakukan kegiatan ini, ada baiknya kamu melakukannya sendiri dan langsung menghindar serta jaga jarak aman ketika mulai membentuk kerumunan.

5. Camping

Selanjutnya adalah camping. Aktivitas ini sedang jadi tren akhir-akhir ini. Ternyata menurut dr. Dirga aktivitas camping relatif aman. Dari empat kategori, semuanya bernilai risiko rendah.

“Crowd sedikit, ruangannya terbuka, jadi dia secara penularan Covid cukup rendah ya,” terang dr. Dirga.

6. Barbekyu luar ruangan

Selanjutnya adalah barbekyu luar ruangan. Aktivitas ini ternyata punya tingkat risiko yang cukup tinggi khususnya di kategori sulitnya menjaga jarak. Mungkin hal tersebut jadi sulit ketika proses memasak dan mengambil makanan yang dilakukan dari jarak relatif dekat.

Sementara di kategori kerumunan, kegiatan ini relatif menengah. Namun untungnya untuk kategori ruangan terbuka dan kontak berdekatan, aktivitas ini punya tingkat risiko rendah.

7. Konser atau acara olahraga di luar

Aktivitas ini memiliki tingkat risiko penularan paling tinggi. Walaupun diadakan di luar ruangan, tapi kegiatan ini sangat berisiko menimbulkan kerumunan yang akhirnya membuat sulit untuk menjaga jarak aman.

Maka dari itu, ada baiknya kamu menunda aktivitas serupa selama pandemi ini masih berlangsung.

8. Piknik

Aktivitas piknik juga sedang jadi tren akhir-akhir ini. Dari grafik yang ditampilkan dr. Dirga, terlihat aktivitas piknik punya risiko yang relatif menengah.

Ketika piknik biasanya kamu melakukannya bersama keluarga dekat saja. Sehingga kecil kemungkinan kerumunan berbahaya untuk terbentuk.

Namun kamu masih perlu memperhatikan jaga jarak aman dengan orang-orang yang juga melakukan piknik di tempat yang sama sepertimu.

https://travel.kompas.com/read/2020/11/04/201700727/8-aktivitas-wisata-dan-risikonya-saat-pandemi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

Jalan Jalan
Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Jalan Jalan
Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Travel Update
Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Jalan Jalan
Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Travel Update
Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Travel Update
Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Travel Tips
5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

Travel Tips
Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Travel Update
4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

Travel Tips
Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Travel Update
Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Travel Update
Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.