Salin Artikel

Wisata ke Puncak Jungfraujoch di Swiss, Bisa Naik Gondola

KOMPAS.com – Swiss terkenal dengan sejumlah pegunungan indah yang mampu menyegarkan mata. Jika ingin mengunjungi salah satunya, kamu bisa masukkan Jungfraujoch ke dalam rancangan perjalanan.

“Di Swiss ada (bagian dari) gunung (Alpen Bernese) yang tingginya 3.454 meter dari permukaan laut (mdpl), namanya Jungfraujoch,” kata Tour Leader Jonny Ivo Kwok dalam acara Live Instagram Kompas.com Travel Talk “Wisata Swiss Nikmati Alam Memesona”, Rabu (18/11/2020).

Ivo menuturkan, wisatawan tidak perlu berjalan kaki untuk mendaki puncak tersebut lantaran pemerintah Swiss telah menyediakan transportasi menuju ke sana yakni berupa gondola dan kereta.

Untuk menuju puncak, menurut informasi dalam Jungfrau.ch, wisatawan akan memulai perjalanan dari stasiun kereta api Interlaken Ost di Kota Interlaken.

Melalui jalur Berner Oberland, kamu akan dibawa melintasi Stasiun Zweilutschinen sebelum tiba di Desa Grindelwald.

Kemudian, mengutip Myswissalps.com, kamu bisa lanjut menggunakan gondola Eiger Express dari Grindelwald Terminal menuju Stasiun Eigergletscher hanya dalam 15 menit.

Setibanya di stasiun tersebut, kamu akan dibawa menuju puncak Jungfraujoch menggunakan sebuah kereta yang mampu melintasi jalur menanjak.

Apabila tidak ingin pusing berganti kendaraan, berdasarkan informasi dalam situs resmi gondola tersebut, kamu bisa langsung menggunakan Eiger Express untuk menuju puncak dalam waktu 45 menit.

Aktivitas wisata di Jungfraujoch

Puncak Jungfraujoch dilapisi oleh salju yang memungkinkan wisatawan untuk melakukan berbagai kegiatan menarik seperti bermain bola salju.

“Orang Indonesia kalau ke sana main es dan lempar bola salju. Kalau (mau) main ski, butuh waktu lebih lama. Kunjungan (ke sana) biasa cuma 3-4 jam lalu turun,” ungkap Ivo.

Selain bermain salju, melansir situs Jungfrau.ch, wisatawan juga bisa bermain balapan ski di Lauberhorn yang berada di antara Wengen dan Grindelwald.

Ada juga kursi gantung First Flyer sepanjang 800 meter yang akan membawa wisatawan dari First ke Schreckfeld sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Bagi adrenaline junkie, First Glider mungkin merupakan kegiatan yang paling diincar saat berada di area Schreckfeld.

Pasalnya, kamu akan dibawa “terbang” sepanjang 800 meter ke First menggunakan sebuah alat berhiaskan burung elang raksasa yang dipasangkan ke tubuh wisatawan.

Namun jika kamu hanya ingin menikmati pemandangan tanpa merasa jantung berdebar, kamu bisa langsung menuju Sphinx Observation Deck.

Mau jalan-jalan gratis ke Swiss? ikuti Quiz on Article dengan klik artikel berikut: Menyelisik Keindahan Swiss yang Belum Tentu Ditemukan di Tempat Lain.

Satu pemenang beruntung berkesempatan membawa satu mitra perjalanan untuk liburan gratis di Swiss selama tujuh malam. Hadiah sudah termasuk dua tiket pesawat pulang pergi Indonesia-Swiss dengan maskapai Swiss International Airlines, satu kamar hotel bintang empat serta dua Swiss Travel Pass yang berlaku untuk delapan hari.

https://travel.kompas.com/read/2020/11/21/175600927/wisata-ke-puncak-jungfraujoch-di-swiss-bisa-naik-gondola

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.