Salin Artikel

4 Oleh-oleh yang Wajib Dibeli saat Liburan di Swiss, Ada Lonceng Sapi

KOMPAS.com – Tour Leader Jonny Ivo Kwok mengatakan bahwa Swiss memiliki banyak oleh-oleh yang menarik. Namun, dia memiliki tiga rekomendasi oleh-oleh yang wajib dibeli oleh wisatawan.

“Yang paling terkenal adalah suvenir kelentengan sapi,” ungkapnya dalam acara Live Instagram Kompas.com Travel Talk “Wisata Swiss Nikmati Alam Memesona”, Rabu (18/11/2020).

  • Lonceng sapi

Lonceng sapi yang dapat dibeli di toko oleh-oleh di Swiss, ujar Ivo, biasa digantung di depan pintu masuk sehingga akan mengeluarkan bunyi jika ada tamu yang masuk.

Ivo mengatakan bahwa hal unik yang terdapat pada lonceng sapi tersebut adalah bagian atas bel memiliki bentuk keju. Adapun, keju merupakan salah satu hidangan khas Swiss.

Berdasarkan pantauan Kompas.com dari berbagai sumber, lonceng sapi tersedia dengan beragam bentuk bagian atas bel. Salah satunya adalah sebuah ikatan bak sabuk berlambangkan bendera Swiss.

Sementara itu, bagian loncengnya pun memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang beragam. Salah satunya adalah bentuk gelas anggur yang terbalik.

  • Coklat

Oleh-oleh kedua yang bisa dibeli oleh wisatawan adalah coklat Swiss yang tidak kalah populernya dengan keju.

“Swiss terkenal dengan coklat susu. Kalau di Swiss, coklat penemuan di abad ke-17. Bikin coklat dengan ditambah susu, sekarang ada tambahan buah dan liquor,” tutur Ivo.

Melansir The Culture Trip, coklat bermula di daerah Ticino yang letaknya di selatan Swiss dan berbatasan dengan Italia.

Kala itu pada abad ke-17, coklat bukanlah makanan mewah lantaran berpasir, kenyal, dan hampir tidak enak. Tidak lama kemudian, rasa coklat pun berubah berkat para perintis dan pengolah coklat Swiss.

Bahkan pada 1819, pabrik coklat pertama dibuka di Kota Vevey dan terletak di tepi Danau Jenewa atau dikenal dengan lac Leman dalam bahasa Perancis.

Pabrik tersebut merupakan gagasan dari pembuat coklat pertama di Swiss dan penemu perusahaan coklat Cailler yakni Francois-Louis Cailler.

Suksesnya coklat olahan pabrik Cailler pun membuat banyak pabrik coklat bermunculan di seluruh Swiss, salah satunya adalah toko coklat keluarga Sprungli pada 1836 di Zurich.

Nantinya, toko tersebut akan bergabung dengan pabrik coklat milik Rodolphe Lindt di Bern pada 1892 yang saat ini dikenal dengan merek Lindt.

Terkait coklat susu, pada 1867, Daniel Peter di Vevey melakukan eksperimen dengan menambahkan bubuk susu buatan temannya yakni Henri Nestle ke dalam coklat olahannya. Alhasil, terciptalah coklat susu pertama di Swiss.

  • Rosti kentang

Rosti kentang adalah kuliner tradisional Swiss yang terbuat dari parutan kentang, serta memiliki bentuk lebar dan besar seperti pancake.

Ivo mengatakan bahwa rosti kentang atau roschti memiliki harga yang cukup murah dan bisa didapatkan di seluruh tempat makan di Swiss.

  • Pisau lipat Swiss

Pisau lipat Swiss yang juga dikenal dengan Swiss Army Knife merupakan sebuah benda kecil yang dilengkapi oleh sejumlah benda tajam.

“Pisau lipat Victorinox ini satu pisau isi 12 variasi untuk memotong segala jenis barang yang ditemukan. Kalau di hutan, susah hanya bawa satu model pisau,” ujar Ivo.

Menurut informasi dari Britannica, Swiss Army Knife merupakan pisau saku multifungsi yang merupakan evolusi dari pisau-pisau yang diberikan kepada para tentara Swiss pada awal 1886.

Meski awalnya diproduksi di Jerman, namun seorang pedagang alat pemotong asal Swiss bernama Karl Elsener mulai membuat pisau untuk para tentara pada 1891.

Adapun, mereka diberikan pisau, alat pemotong berputar yang dapat digunakan untuk membesarkan lubang (reamer), obeng, dan pembuka kaleng.

Selanjutnya pada 1897, para tentara diberikan pisau kedua dan pembuka tutup botol (corkscrew). Pisau saku multifungsi pun terus dipasok oleh dua pabrik yakni Victorinox (milik Elsener) dan Wenger.

Swiss Army Knife memiliki banyak model, di antaranya adalah banyaknya alat tambahan seperti gergaji, tang, gunting, kompas, pena, dan alat pengikir.

Selain itu, pisau lipat tersebut juga memiliki sejumlah model yang dirancang khusus untuk pengguna tertentu seperti orang yang gemar berkemah, pemburu, tukang reparasi komputer, dan pemain golf.

Mau jalan-jalan gratis ke Swiss? ikuti Quiz on Article dengan klik artikel berikut: Menyelisik Keindahan Swiss yang Belum Tentu Ditemukan di Tempat Lain.

Satu pemenang beruntung berkesempatan membawa satu mitra perjalanan untuk liburan gratis di Swiss selama tujuh malam. Hadiah sudah termasuk dua tiket pesawat pulang pergi Indonesia-Swiss dengan maskapai Swiss International Airlines, satu kamar hotel bintang empat serta dua Swiss Travel Pass yang berlaku untuk delapan hari.

https://travel.kompas.com/read/2020/11/23/211800827/4-oleh-oleh-yang-wajib-dibeli-saat-liburan-di-swiss-ada-lonceng-sapi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.