Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

3 Faktor Penting dalam Penyelenggaraan MICE Selama New Normal

KOMPAS.com – Deputi Hubungan Pemerintahan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Ndang Mawardi mengatakan, pihaknya telah melakukan simulasi pameran.

Hal itu guna mempersiapkan industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran di Indonesia bergerak kembali selama era new normal.

“Simulasi untuk lakukan pameran bersama para anggota, calon sponsor dan pembeli. Menyaksikan sendiri bagaimana kita berlakukan jaga jarak di dalam pameran,” kata dia.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam webinar Harian Kompas bertajuk “The Comebak Plan of MICE For 2021”, Kamis (10/12/2020).

Selain protokol kesehatan standar termasuk jaga jarak, Ndang menambahkan bahwa terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan MICE selama new normal.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Kompas.com rangkum berdasarkan pemaparan Ndang, Jumat (11/12/2020):

1. Faktor risiko

Faktor risiko dibagi menjadi tiga bagian yakni Stage 1, Stage 2, dan Stage 3. Masing-masing bagian dikategorikan berdasarkan tingkat risiko yang dihasilkan oleh kegiatan yang diselenggarakan.

Untuk Stage 1: Low Risk Activity, kegiatan yang masuk dalam bagian tersebut adalah pertemuan, seminar, dan pelatihan.

Sementara pada Stage 2: Medium Risk Activity terdapat pameran, konvensi, insentif, dan bazar. Kemudian Stage 3: High Risk Activity memiliki konser, festival, dan acara musik.

“Penyelenggaraan MICE juga harus pertimbangkan risiko. Low Risk Activity sebetulnya kita sudah mulai, hotel-hotel sudah mulai penuh untuk pertemuan, seminar, dan pelatihan di berbagai kota,” ungkap Ndang.

Berbicara tentang penyelenggaraan bazar Business-to-Consumer (B2C), Ndang mengimbau agar para pelaku berhati-hati.

Sebab jika dibandingkan dengan Business-to-Business (B2B), penyelenggaraan bazar dirasa lebih terorganisasi, terstruktur, dan terjadwal kehadiran para pesertanya.

“Yang jadi catatan sekarang karena pandemi masih tinggi, harus dicermati. Kita harus koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan kepolisian,” ucap Ndang.

2. Faktor dimensi

Dalam faktor dimensi, Ndang memaparkan waktu, jumlah, dan ukuran ruang yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan MICE yang sudah dibagi menjadi tiga bagian dalam faktor risiko.

Dia menjelaskan, terkait ukuran ruang dan jumlah pengunjung saat menyelenggarakan pameran, pelaku MICE harus melihat berapa kapasitas maksimum agar bisa membatasi kedatangan pengunjung selama new normal.

“Untuk waktu, dijadwalkan. Yang berkunjung harus terdaftar. Mungkin dia didaftarkan di pagi hari pada jam berapa, siang di jam berapa atau hari apa. Enggak bisa sembarang masuk dan langgar waktu yang ditetapkan,” ujar Ndang.

3. Faktor kontrol

Ndang mengatakan bahwa fungsi kontrol memiliki kaitan dengan penerapan protokol kesehatan CHSE, juga berapa banyak yang masuk dan keluar dalam pameran.

Menurutnya, jika ada yang keluar, maka pihak penyelenggara patut mengontrol arus pengunjung agar tidak terjadi kerumunan terlebih pada pameran B2C.

“Intinya, penyelenggara MICE perhatikan faktor kebersihan, jaga jarak, pelacakan, dan tanggung jawab sosial. Ini yang jadi acuan sebagaimana sudah diterapkan oleh WHO dan Kemenkes, faktor yang harus bisa dilakukan,” ucap Ndang.

Senada dengan hal tersebut, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengamini bahwa faktor kontrol pada protokol kesehatan berlaku di seluruh area kegiatan MICE.

Sebagai contoh, dia menceritakan soal salah satu pameran di Yogyakarta yang beberapa waktu lalu terpaksa dibubarkan oleh kepolisian.

“Pameran di Yogyakarta dibubarkan bukan karena di dalam tidak diterapkan protokol kesehatan, tapi di luar orang berkerumun tanpa protokol kesehatan,” kata dia dalam kesempatan yang sama.

Bhima melanjutkan, pelaku MICE haru dapat memastikan bahwa seluruh peserta tetap mematuhi protokol kesehatan mulai dari datang, selama berada di kegiatan, hingga kembali dari acara tersebut.

Kendati demikian, dia tidak menampik bahwa hal tersebut akan menambah dana terhadap penggunaan sumber daya manusia untuk menjamin protokol kesehatan sepenuhnya ditaati peserta MICE.

“Harapannya, pemerintah ada semacam bantuan. Beberapa bantuan, misalnya, tidak perlu berbentuk dana atau barang. Tapi edukasi bagaimana menjalankan protokol kesehatan ketika menyelenggarakan MICE,” sambung Bhima.

https://travel.kompas.com/read/2020/12/12/070700927/3-faktor-penting-dalam-penyelenggaraan-mice-selama-new-normal

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Promo 10.920 Tiket Kereta Api, Ini Daftar Rutenya

Promo 10.920 Tiket Kereta Api, Ini Daftar Rutenya

Travel Update
6 Hotel Dekat Sarinah, Bisa Jalan Kaki

6 Hotel Dekat Sarinah, Bisa Jalan Kaki

Hotel Story
13 Tempat Ngaburit Murah Meriah Jakarta Selatan, Bisa Piknik di Taman

13 Tempat Ngaburit Murah Meriah Jakarta Selatan, Bisa Piknik di Taman

Jalan Jalan
Kotabaru Dikembangkan Jadi Wisata Malam Yogyakarta, Bakal Banyak Event

Kotabaru Dikembangkan Jadi Wisata Malam Yogyakarta, Bakal Banyak Event

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Museum Basoeki Abdullah, Lihat Karya dan Koleksi Pribadi Sang Pelukis

5 Aktivitas di Museum Basoeki Abdullah, Lihat Karya dan Koleksi Pribadi Sang Pelukis

Travel Tips
Pengalaman Jelajah TMII, Masuk Taman Burung hingga Naik Menara Pandang

Pengalaman Jelajah TMII, Masuk Taman Burung hingga Naik Menara Pandang

Jalan Jalan
6 Tips Datang ke Museum Basoeki Abdullah, Bawa Uang Tunai

6 Tips Datang ke Museum Basoeki Abdullah, Bawa Uang Tunai

Travel Tips
13 Tempat Ngabuburit Murah Meriah di Jakarta PusatĀ 

13 Tempat Ngabuburit Murah Meriah di Jakarta PusatĀ 

Jalan Jalan
Kronologi AC Pesawat Super Air Jet Rute Bali-Jakarta Mati, Ada Turis Asing sampai Tergeletak

Kronologi AC Pesawat Super Air Jet Rute Bali-Jakarta Mati, Ada Turis Asing sampai Tergeletak

Travel Update
Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Selama Ramadhan 2023

Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Selama Ramadhan 2023

Travel Update
Tarawih Perdana di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Pemeriksaan Keamanan hingga 2 Lapis

Tarawih Perdana di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Pemeriksaan Keamanan hingga 2 Lapis

Travel Update
Tradisi Padusan Usai Pandemi, Umbul Manten di Klaten Kembali Dipadati Ribuan Pengunjung

Tradisi Padusan Usai Pandemi, Umbul Manten di Klaten Kembali Dipadati Ribuan Pengunjung

Travel Update
Panduan Lengkap Terbaru Berwisata ke TMII

Panduan Lengkap Terbaru Berwisata ke TMII

Travel Tips
Padusan, Tradisi Menyucikan Diri Jelang Puasa di Masyarakat Jawa

Padusan, Tradisi Menyucikan Diri Jelang Puasa di Masyarakat Jawa

Travel Update
Lindungi Bali dari Ancaman 'Overtourism'

Lindungi Bali dari Ancaman "Overtourism"

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+