Salin Artikel

Menparekraf: 7 Juta Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri pada 2019

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengungkapkan bahwa pada 2019 terdapat 6-7 juta wisatawan Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Ini ada kesempatan yang sebenarnya belum diulik. Mereka menghabiskan miliaran dolar di luar negeri,” katanya dalam konferensi pers virtual Penandatanganan Nota Kesepahaman PHRI dan AirAsia, Rabu (16/12/2020).

Wishnutama menuturkan, rata-rata pengeluaran yang dilakukan oleh wisatawan yang bepergian ke luar negeri (outbound) tersebut berada di Penang, Singapura, Amerika, dan Eropa.

Menurutnya, ditutupnya perbatasan negara merupakan peluang dan tantangan bagi industri pariwisata dan penerbangan untuk menarik pasar tersebut agar jalan-jalan di Indonesia.

“Jangan putus asa. Mereka buying power-nya luar biasa. Mari sama-sama cari jalan agar potensi ini ditarik ke Indonesia,” tutur Wishnutama.

Perbanyak penerbangan langsung ke Indonesia

Selain mengincar wisatawan outbound, Wishnutama juga mengimbau agar strategi industri aviasi ke depannya adalah inbound atau wisatawan yang liburan ke dalam negeri.

“Mau mengingatkan agar strategi aviasi kita bukannya outbound tapi inbound. Maaf saja. Kalau saya lihat, maskapai penerbangan bahkan (maskapai penerbangan) nasional motivasinya outbound,” tegasnya.

“Bawa uang Indonesia ke luar negeri. Padahal aviasi itu adalah kendaraan devisa untuk masuk ke Indonesia,” lanjut Wishnutama.

Sebagai contoh, dia menyebutkan bagaimana strategi inbound diterapkan oleh beberapa maskapai penerbangan seperti Emirates, Thai Airways, dan Singapore Airlines.

Menurutnya, industri penerbangan Indonesia harus mencari potensi wisatawan dari sejumlah negara untuk dibawa ke Indonesia dan bukan mencari orang Indonesia ingin ke negara mana.

“Saya ambil contoh Thai Airways ada 12 penerbangan langsung ke Eropa tahun lalu. Indonesia cuma satu. Gimana kita enggak kalah sama Thailand pariwisatanya?” jelas Wishnutama.

Sebagai penutup, dia mengungkapkan bahwa pihaknya sempat meminta salah satu maskapai penerbangan untuk menambah penerbangan langsung dari Australia ke Indonesia tahun lalu.

Adapun, beberapa kota yang diincar adalah Melbourne dan Sidney. Kendati demikian, hingga saat ini hal tersebut terlaksana karena Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

https://travel.kompas.com/read/2020/12/17/140600027/menparekraf--7-juta-wisatawan-indonesia-ke-luar-negeri-pada-2019

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.