Salin Artikel

Rapid Test Antigen untuk Naik Kereta, Penumpang Pilih Batalkan Perjalanan

Mengacu pada imbauan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons dengan menetapkan syarat baru untuk masyarakat yang akan keluar masuk Jakarta, khususnya yang menggunakan transportasi angkutan umum mulai 18 Desember 2020 – 8 Januari 2021.

Menanggapi hal ini, para penguna layanan kereta api jarak jauh mengaku keberatan dengan rencana pemerintah tersebut.

Salah satunya adalah Alfaddillah (25). Ia berencana pergi ke Semarang pada 24 Desember 2020 selama empat hari tiga malam. Ia berpendapat bahwa peraturan yang cukup ketat seperti ini memang sesungguhnya diperlukan.

“Secara pribadi memang harusnya ada peraturan ketat seperti itu. Aku pikir juga pasti wisatawan atau penumpang maklum kok dengan situasi yang ada, terlebih juga buat kesehatan mereka,” perempuan yang akrab disapa Dilla ini kepada Kompas.com, Kamis (17/12/2020).

Senada dengan Dilla, Hikam (24) juga mengaku setuju dengan kebijakan tersebut. Malah, menurutnya, kebijakan seperti ini sudah diterapkan sejak awal.

"Ini kan sebenarnya sebagai bentuk pengawasan dan memastikan keamanan satu sama lain. Sebagai antisipasi, lebih baiklah dibanding cuma rapid test yang antibodi,” jelas Hikam kepada Kompas.com, Kamis (17/12/2020).

“Bagus, memang semestinya dibikin ribet. Biar yang mau bepergian mikir dua kali. Lagian, ini kan juga buat memastikan kesehatan, jadi ya enggak apa-apa,” sambung dia.

Memilih membatalkan perjalanan

Namun, terlepas dari itu, baik Dilla maupun Hikam sama-sama memilih untuk membatalkan perjalanan mereka jika kebijakan rapid test antigen ini benar-benar diimplementasikan. Salah satu sebabnya adalah informasi yang disampaikan secara mendadak.

“Jika memang mengaca dari melonjaknya kasus saat libur panjang Oktober lalu, kebijakan seperti ini harusnya sudah dipertimbangkan jauh sebelum menjelang momen libur akhir tahun ini ya,” jelas Dilla.

Seperti diketahui, dalam imbauannya, Luhut menyampaikan batas diambilnya tes adalah maksimal H-2 sebelum keberangkatan. Hal ini dianggap sangat merugikan, apalagi untuk mereka yang harus pergi secara mendadak.

Aspek lainnya yang membuat Dilla keberatan adalah dari segi biaya. Tarif untuk melakukan swab antigen memang tidak semurah rapid test antibodi. Bahkan, jika dihitung bisa jadi lebih mahal daripada tiket keretanya sendiri.

Maka dari itu, jika kebijakan ini benar-benar diterapkan maka Dilla mungkin akan membatalkan perjalanannya ke Semarang nanti.

Serupa dengan Dilla, jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, Hikam juga mengaku akan membatalkan keberangkatannya menggunakan kereta api. Ia sendiri berencana pergi ke Bandung pada tanggal 21 atau 22 Desember 2020.

Alasannya tentu saja karena biaya tes yang jadi lebih mahal daripada rapid test antibodi. Hikam mungkin akan memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi yang persyaratannya tidak serumit transportasi angkutan umum.

Hingga kini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih belum menetapkan aturan swab test antigen tersebut. KAI masih menunggu keputusan dan arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait aturan ini.

KAI masih menggunakan syarat lama berupa surat bebas Covid-19 tes PCR atau rapid test antibodi yang memiliki masa berlaku hingga 14 hari setelah diterbitkan.

Jika daerah tempat tinggal tidak memiliki fasilitas tes PCR dan/atau rapid test antibodi, calon penumpang bisa membawa surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas.

https://travel.kompas.com/read/2020/12/18/173000527/rapid-test-antigen-untuk-naik-kereta-penumpang-pilih-batalkan-perjalanan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Travel Promo
Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Travel Tips
Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Travel Update
Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Travel Update
Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Travel Tips
Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Travel Update
Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Travel Update
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Travel Update
Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Travel Promo
7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Travel Update
3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

Jalan Jalan
Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Travel Update
Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Travel Update
22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.