Salin Artikel

Hotel di Yogyakarta Masih Terapkan Syarat Rapid Antibodi untuk Tamu

KOMPAS.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono mengatakan bahwa hingga kini hotel-hotel di Yogyakarta masih menerapkan aturan rapid antibodi untuk tamu hotel.

“Surat edaran (gubernur) itu masih belum sampai di tempat kita. Kita masih memakai Pergub (Peraturan Gubernur) lama,” kata Deddy saat dihubungi Kompas.com, Minggu (20/12/2020).

Dalam Pergub tersebut, tertera bahwa para wisatawan dari luar daerah yang ingin menginap di hotel di Yogyakarta harus menyertakan surat keterangan negatif Covid-19 rapid test berbasis antibodi.

Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubowono X mengatakan bahwa DIY akan mengikuti aturan dari pusat terkait para pelaku perjalanan yang akan masuk ke DIY.

Mereka harus membawa hasil rapid test antigen atau swab test PCR yang berlaku secara nasional.

Namun, Pemda DIY tidak akan mengeluarkan surat edaran untuk merespons kebijakan pusat tersebut. Surat edaran tersebut dianggap tidak diperlukan.

"Pasti kita melangkah berdasarkan legal hukum yang ada. Sekarang wisatawan itu cukup cerdas. Kalau saya minta ada rapid antigen, dasar hukumnya apa? Pergub juga enggak ada," tegas Deddy.

Kebijakan yang kontradiksi

Pada intinya, Deddy mengaku siap melaksanakan kebijakan apa pun yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia menyayangkan terbitnya kebijakan yang cukup mendadak. Pasalnya, kebijakan tersebut bisa mematikan industri hotel dan restoran.

“Ini kontradiksi apa yang disampaikan pemerintah, ekonomi dan kesehatan harus berjalan seiring,” tutur Deddy.

Menurut dia, hotel-hotel di Yogyakarta sudah melaksanakan verifikasi protokol kesehatan yang ketat. Mereka juga sudah mendapatkan sertifikasi cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE) yang diimbau pemerintah.

Dengan adanya sertifikasi CHSE tersebut, artinya hotel-hotel di Yogyakarta sudah memenuhi unsur untuk bisa menerima tamu sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Lalu apa yang akan disangsikan lagi. Tiba-tiba ada kebijakan antigen, otomatis tamu kaget karena biayanya itu,” sambung Deddy.

Perketat protokol kesehatan

Sejak kebijakan protokol kesehatan dikeluarkan pemerintah, hotel-hotel di Yogyakarta telah melaksanakannya dengan baik, termasuk menyediakan satuan tugas dari PHRI yang berkeliling untuk memantau kondisi protokol kesehatan hotel-hotel.

“Bahkan ada satgas dari pemerintah. Jadi inilah yang harusnya kita ketatkan sekarang. Bukan dengan aturan baru. Aturan yang ada sekarang kita perketat,” tegas Deddy.

Deddy memastikan protokol kesehatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru di hotel-hotel di Yogyakarta pun sudah sangat ketat, termasuk soal penyelenggaraan acara di tahun baru yang mengharuskan adanya laporan ke satgas dan prokes ketat.

“Sampai Sultan bilang kepada kita, kalau ada hotel dan restoran yang melanggar, tutup. Saya setuju. Karena ini untuk kebaikan kita bersama. Tapi jangan menutup arus wisatawan yang akan datang dengan memberatkan biaya,” pungkasnya.

https://travel.kompas.com/read/2020/12/20/160400627/hotel-di-yogyakarta-masih-terapkan-syarat-rapid-antibodi-untuk-tamu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.