Salin Artikel

5 Faktar Menarik Seputar Che Kung Temple di Hong Kong, Ada Kincir Angin Keberuntungan

KOMPAS.com - Che Kung Temple adalah salah satu yang kerap dikunjungi warga Hong Kong menjelang dan saat perayaan Imlek. Kuil ini didedikasikan untuk Jenderal Che Kung.

Seorang host dalam tur virtual Hong Kong Tourism Board bernama Annie mengatakan bahwa kuil tersebut dipercaya dibangun para penduduk desa yang nantinya mengundang Che berkunjung ke sana.

“Che diundang ke sini untuk menghilangkan wabah-wabah dan penyakit menular lainnya,” kata dia dalam “Walking Chinese New Year Virtual Tour–Hong Kong Tourism Board” pada Rabu (10/2/2021).

Saat berkunjung ke sana, masyarakat akan berdoa dan memberi persembahan terlebih dahulu sebelum memutar sebuah kincir angin emas.

Namun, terdapat fakta menarik lainnya seputar Che Kung Temple yang telah Kompas.com rangkum yakni sebaga berikut, Jumat (12/2/2021):

1. Dibangun pada era Dinasti Ming

Mengutip Chinese Temple Committee, Che Kung Temple dibangun pada akhir Dinasti Ming yang berlangsung pada 1368-1644.

Meski begitu, ternyata kuil yang berlokasi di Che Kung Miu Road, Sha Tin ini telah direnovasi pada 1890 dan direkonstruksi pada 1994.

2. Ke mana pun Che Kung melangkah, wabah hilang

Kuil ini dibangun dan didedikasikan untuk Jenderal Che Kung dari Dinasti Song Selatan (1127-1279). Konon katanya, pada saat itu di akhir Dinasti Ming terdapat sebuah wabah penyakit di Sha Tin.

Para penduduk pun, melalui sebuah penelusuran sejarah, menemukan bahwa Che tidak hanya pandai mengatasi pemberontakan, tetapi juga diketahui bahwa ke mana pun dia melangkah maka epidemi akan hilang.

Alhasil, warga Sha Tin pun membangun kuil untuk Che. Legenda tersebut menceritakan, sesaat setelah pembangunan kuil selesai, wabah penyakit hilang.

3. Ada roda keberuntungan

Menurut Discover Hong Kong, kuil yang merupakan rumah bagi patung raksasa Che memiliki sebuah roda keberuntungan yang jika diputar sebanyak tiga kali akan memberi keberuntungan.

Annie menjelaskan, roda keberuntungan tersebut adalah kincir angin emas yang letaknya dekat dengan patung Che.

Jika tahun lalu kamu memiliki nasib baik, putar kincir angin searah jarum jam usai berdoa agar nasib baik tetap berlanjut.

“Namun jika kamu menghadapi rintangan tahun lalu dan ingin membalik keberuntunganmu, kinci angin diputar melawan arah jarum jam,” ujar dia.

4. Gendang penanda selesainya prosesi berdoa

Saat berkunjung, mereka yang hendak bersembahyang melakukan proses khusus. Pertama, mereka akan berdoa di depan patung raksasa Che.

Selanjutnya, mereka akan bergeser ke kincir emas untuk memutarnya sesuai dengan nasib yang mereka alami tahun lalu.

Setelah itu, mereka akan menuju ke sebuah gendang dan memukulnya sebanyak tiga kali untuk memberitahu Che bahwa mereka telah berdoa.

5. Pagelaran empat festival Che Kung

Che Kung Temple kerap menggelar empat festival setiap tahunnya. Festival pertama dilakukan pada hari kedua bulan lunar pertama.

Selanjutnya, festival dilakukan pada hari ke-27 bulan lunar ketiga, hari keenam bulan lunar keenam, dan hai ke-16 bulan lunar kedelapan.

Jika berkunjung pada pagelaran festival Che Kung pertama, kamu akan melihat banyak sekali masyarakat yang memadati kuil tersebut untuk bersembahyang kepada Che Kung.

https://travel.kompas.com/read/2021/02/12/183100327/5-faktar-menarik-seputar-che-kung-temple-di-hong-kong-ada-kincir-angin

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.