Salin Artikel

Longsor Terjang Wisata Guci di Tegal, Dua Area Terdampak Paling Parah

KOMPAS.com – Longsor dan banjir bandang menerjang kawasan Wisata Guci yang terletak di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Akibat kejadian yang berlangsung sejak Jumat (12/2/2021) tersebut, ada dua area di kawasan Wisata Guci yang terdampak paling parah.

“Di kawasan Guci-nya itu longsor ada di dua titik. Pertama di Villa Brama Lestari, tepatnya bersebelahan dengan Duta Wisata. Ini yang sangat parah sekali longsor,” kata Kepala UPTD Pariwisata Guci Ahmad Abdul Khasib saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

Ia melanjutkan, lokasi paling parah kedua ada di Villa Melati Dua. Kompleks Lapangan Desa Pekandangan pun bahu jalannya longsor.

Selain dua area tersebut, imbuh Khasib, kebanyakan area wisata hanya terdampak longsor kecil saja, yakni masuknya material lumpur dan bebatuan ke jalan dan wahana wisata.

Sementara untuk fasilitas umum, seperti gorong-gorong atau saluran air, menurut Khasib kondisinya sudah banyak yang rusak. Khususnya yang ada di sepanjang jalan dari pertigaan bukit Kencana sampai dengan Pasar Induk atau Terminal Induk.

“Di luar dua kawasan itu sudah kita tangani. Artinya, material sudah kita bersihkan. Kalau yang dua ini kan keadaannya sudah sangat parah, sehingga penanganannya harus ada dari Pemerintah Kabupaten,” sambung Khasib.

Baru dibuat tanggul

Sejauh ini, pihak pengelola belum menyentuh langsung dua kawasan yang terdampak paling parah tersebut. Pasalnya, selain areanya cukup luas, kondisinya juga sangat membahayakan bagi petugas yang tidak berkompetensi.

Pihak pengelola masih menunggu tim kajian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mulai menangani kedua kawasan tersebut.

“Kalau kami hanya membuat tanggul agar air tidak masuk ke lokasi longsor lagi. Karena sangat berpotensi hujan lebat lagi masuk ke situ, bisa longsor lagi,” papar Khasib.

Untuk kawasan Villa Brama Lestari, menurut Khasib kerusakannya memang sangat parah. Ternyata, di bagian dalamnya terdapat mata air yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor karena telah mengikis lapisan tanah.

Benteng di Villa Brama Lestari telah ambruk dan berdampak pada kolam renang di Hotel Duta Wisata yang terletak di sebelahnya. Benteng tersebut ambruk dan masuk ke dalam kolam renang tersebut.

Sementara longsor yang ada di kawasan Villa Melati Dua sebenarnya hanya terjadi di bahu jalan. Namun, longsor tersebut dianggap cukup parah. Penahan tebing di sekitarnya juga sudah longsor akibat derasnya air.

“Kalau enggak ditangani ini bisa merembet nanti bisa merusak jalan. Kalau merusak jalan ya akses terputus. Karena kalau saya melihat lokasi di sana, sangat berpotensi terjadi longsor susulan,” tutur Khasib.

Penurunan jumlah pengunjung

Adanya kejadian longsor salah satunya berdampak pada penurunan jumlah pengunjung. Menurut Khasib, pada Minggu (14/2/2021) hanya ada sekitar 450 pengunjung saja yang masuk ke kawasan Guci.

Salah satu sebabnya, longsor ini juga berdampak pada amblasnya jalanan utama menuju kawasan Guci. Menurut Khasib, amblas di Jalan Raya Kalibakung mencapai 50 centimeter, membuatnya sangat sulit dilalui kendaraan.

Namun, ia mengaku sama sekali tidak kecewa atau menyesal terkait kejadian ini. Walaupun berkurangnya pengunjung diprediksi akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan.

Pasalnya, ia masih merasa bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Dengan adanya pengurangan pengunjung khususnya di masa pandemi ini, ia berharap bisa memperkecil potensi penyebaran virus di kalangan wisatawan Guci.

“Sehingga potensi paparan virus ini lebih mengecil, lebih diminimalkan gitu. Karena kita tahu ketika Guci ramai, kita was-was juga terkait dengan pandemi speerti ini. Takutnya jadi klaster,” tutur Khasib.

Sejauh ini, kawasan wisata Guci memang dianggap masih aman untuk dikunjungi sepanjang wisatawan tidak mendekat ke area longsor.

Di kawasan Guci, hanya ada tiga wahana pemandian air panas yang menutup layanan mereka, yakni Duta Wisata, Graha Tirta Ayu, dan Kucikung.

Duta Wisata tutup akibat terkena longsoran benteng dari Villa Brama Lestari. Sementara Graha Tirta Ayu dan Kucikung ditutup karena terkena material longsor.

https://travel.kompas.com/read/2021/02/15/123100427/longsor-terjang-wisata-guci-di-tegal-dua-area-terdampak-paling-parah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.