Salin Artikel

Millenial Coffee & View di Watu Amben Jogja, Ngopi Ditemani Sunset Memesona

KOMPAS.com – Kawasan wisata Watu Amben terkenal akan pemandangan perbukitan dan Yogyakarta dari ketinggian yang disajikan. Juga merupakan salah satu tempat terbaik menikmati sunset atau matahari terbenam.

Saat berkunjung ke sana, jangan lupa untuk mampir dan bersantai sejenak di Millenial Coffee & View di Duwen Bintang, Jalan Dlingo-Patuk, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul.

“Di Millenial biasa buat tempat nongkrong dan kulineran. Bisa jadi tempat meeting walau sebenarnya kami belum ada fasilitas untuk meeting,” kata Manager Millenial Coffee & View Ridwan Sukmana kepada Kompas.com, Kamis (4/3/2021).

Selama di sana, wisatawan bisa menikmati pemandangan yang ada sambil merasakan segarnya angin yang berembus. Saat sore hari yang cerah, sunset menawan bisa dinikmati.

Tempat makan dua lantai ini memiliki lokasi makan dalam dan luar ruangan. Untuk area dalam ruangan, pengunjung tetap bisa menikmati pemandangan karena dindingnya dari kaca.

“Orang menyangka tempat kami kecil. Tapi setelah lihat ke bawah, ternyata luas. Posisinya, parkiran mobil adalah lantai dua dan ada balkon untuk orang duduk santai. Justru area luar ruangan yang di lantai bawah,” jelas dia.

Makan sambil foto-foto

Sesuai dengan nama yang disematkan pada tempat makan tersebut, area makan di Millenial Coffee & View menawarkan pemandangan yang apik.

Untuk area dalam ruangan, pengunjung bisa menikmatinya melalui dinding kaca yang menghiasi hampir sebagian besar ruangan. Jika ingin menikmati angin semilir, wisatawan bisa langsung menuju area balkon dan duduk di sejumlah kursi rotan.

Sementara bagi mereka yang ingin menikmati pemandangan secara leluasa, area luar ruangan adalah pilihan yang tepat.

Kamu bisa pilih apakah ingin lesehan di area undakan kecil yang memiliki meja-meja kayu, duduk di area makan dekat undakan, atau duduk di area berlantai kayu dekat pagar pembatas.

“Pemandangan di tempat kami, kalau malam lebih ke gemerlap lampu dari Kota Yogyakarta. Kalau siang bisa lihat pemandangan area perbukitan dan sawah. Lokasi kami tinggi banget, soalnya bisa lihat semua (pemandangan),” kata Ridwan.

“Cuma memang kelemahan kami kalau musim hujan dan angin. Angin di sini superkencang karena ada beberapa warung di sekitar kami atapnya beterbangan. Kalau angin kencang, orang langsung masuk dalam ruangan,” sambung dia.

Sembari menikmati pemandangan dan berswafoto ria, jangan lupa untuk memesan sejumlah menu hidangan lezat. Beberapa di antaranya adalah Spagetti Bolognese, Kwetiau Millenial, Nasi Goreng Pete, Ayam Bakar Millenial, Roti Bakar Coklat, dan Burger Millenial.

“Untuk favoritnya Kopi Susu Gula Aren. Tapi kalau untuk minuman non-kopi, saat ini Leci Yakult, Red Velvet, dan Ice Millenial Blue. Harga makanan kami Rp 10.000-Rp 35.000, minuman sekitar Rp 4.000-Rp 17.000,” ujar Ridwan.

Sering tutup lebih cepat karena ramai

Meski tempat nongkrong kekinian tersebut baru dibuka, Millenial Coffee & View terkadang harus tutup lebih awal sekitar pukul 16.00-17.00 WIB.

Ridwan mengatakan, sejauh ini respons dari masyarakat terbilang cukup positif lantaran tempatnya kerap ramai pengunjung.

“Jujur, biasanya Jumat-Minggu padat karena kita lebih menyasar ke golongan anak muda. Bahkan, kami harus tutup dulu karena banyak orang. Sekarang masa PSBB, jadi kita harus batasi kunjungan,” ungkapnya.

Menurutnya, orang-orang kerap mengunjungi tempat tersebut karena penasaran. Sebab, selain menawarkan beragam menu dengan harga terjangkau, pemandangan indah pun bisa dilihat dari sana.

Jika ingin berkunjung, Millenial Coffee & View buka setiap hari pukul 11.00-22.30 WIB kecuali Jumat pukul 13.00-22.30 WIB.

Apabila sudah tidak dalam masa PPKM, tempat tersebut akan dibuka setiap hari pukul 11.00-24.00 WIB, kecuali Jumat pukul 13.00-24.00 WIB.

“Kalau mau berkunjung pada Sabtu dan Minggu bisa reservasi beberapa hari sebelum kedatangan. Bisa reservasi untuk 2-4 orang, tidak harus DP. Disarankan langsung pesan menu agar kami siapkan, supaya proses pengeluaran makanan nanti tidak terhambat,” imbau Ridwan.

Sementara untuk rombongan sekitar 10 orang atau lebih, saat reservasi mereka harus membayar down payment (DP). Pesanan juga disarankan untuk langsung dipesan pada saat reservasi.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius.

https://travel.kompas.com/read/2021/03/05/180600327/millenial-coffee-view-di-watu-amben-jogja-ngopi-ditemani-sunset-memesona

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.