Salin Artikel

Sukasantai Farmstay, Nginap di Tengah Kebun Organik dengan Pemandangan Gunung Gede

KOMPAS.com – Sukasantai Farmstay di Sukabumi adalah salah satu perkebunan organik yang menawarkan sensasi menginap di tengah kebun dengan pemandangan Gunung Gede-Pangrango.

Namun sebelum menjadi perkebunan organik, Sukasantai Farmstay lebih dulu adalah lahan pertanian yang menerapkan metode bertani konvensional.

“Kita itu dulu switch dari pertanian konvensional ke organik karena kita lihat gitu setelah kita jadi petani, wah input-nya itu macam-macam kimia,” kata pemilik Sukasantai Farmstay saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Menurut dia, berbagai macam bahan kimia yang masuk ke dalam buah dan sayuran akan jadi racun untuk tubuh.

Selain itu, ia juga mengkhawatirkan kesehatan para petani yang bekerja di pertanian miliknya. Pestisida dan herbisida kimia tersebut tentu saja berbahaya juga bagi mereka jika terhirup saat proses penyemprotan.

Maka dari itu, sejak tahun 2013 ia beralih dari pertanian konvensional menjadi organik. Pertanian organik adalah pertanian tanpa pestisida dan herbisida kimia. Kebun yang dinamakan Rosy’s Veggies ini hanya menggunakan kompos alami untuk tanaman miliknya.

Konsep Sukasantai Farmstay

Setelah beberapa tahun menjadi pertanian organik, di tahun 2019 sang pemilik dan sang ibu memutuskan membuka fasilitas farmstay yang ada sekarang ini.

“Konsep farmstay-nya adalah penginapan di kebun kami. Jadi konsepnya itu mengundang orang kota untuk datang dan menikmati suasana kebun,” tutur dia.

Konsep farmstay ini adalah liburan alternatif yang populer untuk keluarga yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman hotel atau resor.

"Orang-orang menyukai penginapan pertanian karena suasana yang bersahaja, santai, serta pemandangan perdesaan yang sederhana dan indah. Konsep Farmstay ini lebih mirip konsep menginap di rumah teman, dan bukan menginap di hotel," imbuh dia.

Maka dari itu, aktivitas wisata yang ada di Sukasantai sebenarnya tak banyak. Para tamu bisa sekadar bersantai menikmati semilir angin dengan pemandangan bentang alam Sukabumi yang indah.

Total ada 12 kamar, ditambah satu vila privat bernama Rumah Santai. Kamar-kamar itu terbagi menjadi tiga lantai dalam satu bangunan besar dengan desain menarik. Ada pula area umum yang bisa dipakai bersamaan oleh para tamu yang sedang menginap.

Menurut pemilik, ia memang sengaja membangun farmstay berkonsep seperti itu karena building footprint-nya yang dinilai lebih efisien untuk sustainable living. Sementara vila Rumah Santai sendiri sudah ada selama 20 tahun sebelum Sukasantai dibangun.

“Kita juga ingin buat tempat yang lebih kekeluargaan. Makanya lebih ke kamar seperti itu,” terang dia.

Kisaran rate menginap di Sukasantai adalah Rp 720.000 per orang di hari biasa dan Rp 880.000 per orang di akhir pekan. Sementara anak-anak di bawah umur tiga tahun gratis.

Rate menginap di vila privat adalah Rp 1,05 juta per orang di akhir pekan, dan Rp 920.000 di hari biasa. Ada minimal pax untuk menginap di vila ini, yakni minimal enam pax dan minimal menginap selama dua malam.

Aktivitas di Sukasantai Farmstay

Sembari menginap, para tamu juga bisa melakukan aktivitas wisata lainnya, seperti jalan-jalan ke hutan bambu di area perkebunan. Anak-anak bisa belajar cara menyemai benih, bercocok tanam, memanen sayuran atau buah, memberi makan binatang, hingga memancing ikan.

Para tamu jadi bisa sekaligus belajar mengenai berbagai jenis tanaman, khususnya mengetahui alur produksi bahan makanan yang selama ini mereka konsumsi.

“Kita bukan ingin kasih informasi gitu, tapi ingin kasih tahu orang agar mereka lebih sayang dengan pekerjaannya petani, lebih sayang ke alam,” ungkap dia.

Adapun, dirinya mengaku tak benar-benar mengetahui secara pasti ada berapa jenis tanaman di kebunnya. Untuk tanaman sayuran sendiri ada lebih dari 100 jenis. Sementara jika dihitung dengan jenis-jenis tanaman lain, jumlahnya bahkan bisa ribuan.

Di lahan perkebunan seluas lebih dari 10 hektar ini, pemilik menanam aneka jenis tanaman, seperti sayuran, rempah, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Protokol kesehatan di Sukasantai Farmstay

Selama pandemi, ia menegaskan protokol kesehatan di Sukasantai selalu dijalankan sesuai standar yang berlaku. Di antaranya adalah hanya membuka reservasi untuk kurang dari 50 persen kapasitas maksimal tamu.

“Maka dari itu saya juga mau kasih catatan kalau kita cuman terima tamu dengan reservasi. Kita belum terima day trip, kita belum terima survey, atau tamu yang datang tanpa appointment kita belum terima,” tegasnya..

Para pekerja di Sukasantai juga telah melewati pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk cek suhu tubuh, serta wajib memakai masker dan faceshield.

Terkait syarat hasil negatif Covid-19, ia mengaku tak mengharuskan para tamu menyerahkan syarat tersebut ketika akan menginap.

Rencana ke depan

Terkait rencana ke depannya, pihak pengelola mengaku ingin berusaha menggalakkan program magang untuk pelajar dan mahasiswa yang mengambil jurusan pertanian. Ia ingin memberi wadah mereka untuk mencari pengalaman di bidang pertanian.

Nantinya, para pelajar dan mahasiswa tersebut bisa mempelajari cara berkebun secara organik.

“Jadi kita lagi mau majukan, bahwa kebun kita itu bukan cuman buat kita produksi, tamu, dan juga memberdayakan masyarakat kita. Tapi kita juga mau supaya kebun ini bisa jadi kebun contoh dan makin banyak anak muda yang tertarik masuk ke pertanian,” sambung dia.

Selain bisa dipetik dan dikonsumsi oleh para tamu, hasil panen di Sukasantai juga dijual untuk umum. Biasanya ke para pelanggan di Jakarta melalui toko keluarga mereka bernama Rosy's Veggies.

https://travel.kompas.com/read/2021/03/21/124527327/sukasantai-farmstay-nginap-di-tengah-kebun-organik-dengan-pemandangan-gunung

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Travel Update
Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Jalan Jalan
Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Travel Update
Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Jalan Jalan
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Travel Update
Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Travel Update
Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Travel Update
Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Travel Update
Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Travel Update
Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Travel Update
Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Travel Tips
8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

Jalan Jalan
Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Travel Tips
Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Travel Update
Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Jalan Jalan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.