Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rumania dan Yunani akan Buat Perjanjian Skema Perjalanan, Buka untuk Wisatawan Pertengahan April

KOMPAS.com – Rumania dan Yunani sedang dalam tahap pembicaraan untuk capai perjanjian terkait skema perjalanan bersama. Kedua negara tersebut akan menerima pelancong yang sudah divaksinasi Covid-19 dari masing-masing negara.

Seperti dilansir Schengen Visa Info, Menteri Pariwisata Yunani Harry Theocharis menekankan bahwa mereka sangat bersemangat membuka pintu pariwisata mereka untuk para pelancong dari Rumania, bahkan sebelum Uni Eropa meluncurkan paspor vaksin mereka sendiri.

“Kami sangat ingin Uni Eropa bisa mempercepat prosedur rilisnya sertifikat kesehatan mereka sendiri,” kata Theocharis.

Namun hingga saat itu, pihaknya ingin berdiskusi dengan menteri pariwisata Rumania, sehingga dapat menerima wisatawan, bahkan sebelum mencapai perjanjian di tingkat Eropa.

Saat ini Yunani sedang dalam tahap proses penerimaan paspor vaksin dari otoritas Rumania. Yunani berharap bisa menerima pelancong dari Rumania pertengahan April 2021, sebulan sebelum benar-benar membuka pintu mereka untuk pelancong lain pada 14 Mei 2021.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa semua orang yang telah menerima vaksin Covid-19 dan mereka yang memiliki antibodi Covid-19 atau bisa menunjukkan hasil bukti negatif Covid-19 akan bisa masuk ke Yunani mulai 14 Mei 2021.

Civil Aviation Authority (CAA) Yunani mengumumkan bahwa mereka melarang adanya penerbangan internasional hingga 22 Maret 2021 akibat kondisi pandemi Covid-19 di negara-negara lain.

Namun, jika memang ada penduduk Yunani yang ingin bepergian untuk alasan penting bisa tetap bepergian walaupun ada pelarangan tersebut.

Saat ini hanya penduduk dari negara-negara di Uni Eropa dan juga pelancong dari Australia, Rwanda, Selandia Baru, Thailand, Korea Selatan, Singapura, dan Uni Emirat Arab yang bisa masuk ke Yunani.

Mereka juga masih harus melalui proses karantina tujuh hari saat kedatangan. Serta menunjukkan hasil negatif Covid-19 yang sampelnya diambil maksimal 72 jam sebelum dan juga mengisi Passenger Locator Form dari pemerintah Yunani.

Menteri Pariwisata Rumania Caludiu Nasui mengatakan bahwa otoritas Rumania akan mengambil keputusan akhir terkait masalah tersebut. Menurut dia, upaya tersebut adalah tujuan yang akan diambil.

Yunani dikunjungi lebih dari satu juta pelancong asal Rumania setiap tahunnya sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

Komisi Uni Eropa sebelumnya sempat menjabarkan rencana mereka soal peluncuran Digital Green Certificates.

Sertifikat ini nantinya akan memfasilitasi proses perjalanan untuk semua orang yang telah divaksinasi serta diharapkan bisa membantu sektor pariwisata pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Namun, komisi tersebut menegaskan bahwa sertifikat tersebut hanya akan digunakan di dalam Uni Eropa saja pada awalnya. Mereka tidak memberikan informasi apa pun terkait negara-negara lainnya.

Saat ini negara-negara yang sudah mendukung Digital Green Certificates ini di antaranya adalah Portugal, Spanyol, Italia, Denmark, Hungaria, Yunani, dan Islandia.

https://travel.kompas.com/read/2021/03/21/213100827/rumania-dan-yunani-akan-buat-perjanjian-skema-perjalanan-buka-untuk-wisatawan

Terkini Lainnya

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Travel Update
Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke