Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rendang Payakumbuh akan Dipromosikan di Dubai Expo

KOMPAS.com - Rendang buatan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, akan dipromosikan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dalam sebuah expo tahun ini.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengembangkan kuliner yang dijuluki makanan terenak di dunia versi situs berita CNN itu.

Selain itu, Kemenparekraf akan mengikutsertakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di kota tersebut dalam program pendampingan dan peningkatan kapasitas. 

Adapun program tersebut termasuk digital marketing yang terintegrasi, perluasan ke lokapasar, konsultasi pengelolaan bisnis serta keuangan, dan bedah desain kemasan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, rendang milik IKM tersebut memiliki nilai produksi dan daya saing yang tinggi serta siap jual. Ia juga menyarankan produk tersebut dijadikan buah tangan atau bingkisan Lebaran karena kemasannya yang baik.

Bingkisan tersebut diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi penduduk Indonesia yang tidak bisa pulang ke kampung masing-masing akibat kebijakan larangan mudik dari 6-17 Mei 2021.

“Pemerintah dalam beberapa hari ke depan akan memfinalisasi kebijakan subsidi ongkos kirim bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Dalam beberapa hari ke depan akan kita umumkan hasilnya,” kata Sandiaga dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (23/4/2021).

Rendang dalam Indonesia Spice Up the World

Tidak hanya itu, rendang dari Kota Payakumbuh juga dijadikan produk andalan dalam Indonesia Spice Up The World, sebuah program lintas lembaga untuk lebih mempopulerkan kuliner Indonesia kepada dunia.

Sandiaga menjelaskan, pihaknya akan bergerak cepat setelah rapat koordinasi minggu lalu. “Kita dorong bersama The City of Rendang agar dapat langsung mengambil tempat di Indonesia Spice Up the World,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mendukung upaya pemerintah tersebut. Ia juga membuka kesempatan bagi pihak-pihak lain yang ingin berkolaborasi dengan IKM di kota itu.

“Kalau ada (pihak) swasta yang ingin investasi atau bekerja sama, kami sangat terbuka. Kami memiliki format-format kerja sama dengan ketentuan yang berlaku,” kata Riza.

Sub-sektor kuliner berkontribusi paling banyak di antara sub-sektor ekonomi kreatif lainnya dalam Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menurut catatan Kemenparekraf, kontribusinya sebesar 27,5 miliar dollar AS dengan serapan tenaga kerja sebanyak 2,2 juta orang.

https://travel.kompas.com/read/2021/04/23/210100427/rendang-payakumbuh-akan-dipromosikan-di-dubai-expo-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke