Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tumpeng Menoreh, Bisa Nongkrong 24 Jam Sambil Lihat Sunrise dari Bukit

KOMPAS.com - Di daerah Magelang, Jawa Tengah, ada satu restoran belakangan cukup populer dan menawarkan panorama alam mengagumkan, namanya Tumpeng Menoreh. 

Restoran ini tepatnya berlokasi di Desa Ngargoretno, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Seperti namanya, restoran ini memiliki bangunan berbentuk heksagonal dan berbentuk seperti tumpeng, serta dibangun persis di kawasan perbukitan Menoreh.

Tumpeng Menoreh dibuka pada Mei 2021 dan dibangun oleh musisi Erix Soekamto.

Ia menjelaskan, nama Tumpeng Menoreh berasal dari perpaduan bukit yang bentuknya seperti tumpeng dan Menoreh sebagai lokasinya.

"Kenapa diberi nama Tumpeng Menoreh? Karena kami punya ikon di bukit belakang bentuknya kayak tumpeng. Kemudian, Menoreh itu karena terletak di perbukitan Menoreh," kata Erix saat dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (28/05/2021).

"Tumpeng sendiri kan filosofinya doa ya, tumpeng itu media doa untuk orang-orang Jawa bersyukur," tambah dia.

Ia berharap, nama Tumpeng Menoreh bisa menjadi doa yang baik dan rasa syukur untuk semua orang.

Dalam membangun tempat, masyarakat dan pemuda setempat yang dinamakan komunitas Gelangprojo juga turut dilbatkan.

Erix menerangkan, dirinya ingin mengembangkan wisata Gelangprojo untuk membantu masyarakat setempat dalam mengangkat potensi wisata di daerahnya.

Gelangprojo merupakan sebuah kawasan wisata yang terletak di tiga kabupaten sekaligus, yaitu Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo.

"Jadi kami itu Gelangprojo bikin zona secara mandiri, ya. Artinya mandiri gerakan masyarakat tanpa bantuan pemerintah."

"Swadaya kami menggerakkan semuanya. Kami bikin zona jadi biar enggak bertabrakan, tidak ada ego sentral, semuanya bisa bersinergi dengan cara membuat zona sesuai potensinya," kata Erix.

Erix mengatakan bahwa Tumpeng Menoreh mengandalkan keelokan alam di sekitar restoran untuk mengundang pengunjung. Utamanya, pesona matahari terbit.

"Kalau pagi, ini juaranya sunrise. Jadi, enggak perlu begitu banyak treatment untuk melayani pengunjung sebab sunrise di sini luar biasa," ucap Erix.

Sementara pada siang hari, pengunjung bisa menyantap hidangan sambil menikmati pemandangan Bukit Menoreh dan tiga gunung megah di Jawa yaitu Gunung Merapi, Merbabu, dan Sindoro-Sumbing.

"Jadi experience makan di tempat ketinggian 950 mdpl (meter di atas permukaan laut), dengan view 360 derajat itu kita bisa lihat pemandangan tiga gunung besar di Jawa," tutur Erix.

Saat matahari terbenam dan hari mulai gelap, tiba saatnya Tumpeng Menoreh menyalakan lampu yang berwarna-warni.

Para pengunjung tetap bisa bersantai dan berswafoto sambil menyaksikan pemandangan gemerlap lampu kota di malam hari dari atas bukit, ditemani dengan semilir angin sejuk.

"Kami kan buka 24 jam, jadi kalau malam itu ada lampu kota dan desain dari bangunan kita pun main lampu juga. Jadi tetap bagus untuk orang-orang nongkrong, foto-foto, dan menikmati cahaya kota," ujar Erix.

Jika berkunjung, pengunjung perlu membayar tiket masuk Tumpeng Menoreh sebesar Rp 50.000. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan Rp 25.000 yang dapat ditukarkan.

Menariknya, Erix mengatakan bahwa makanan dan minuman yang disajikan bagi para pengunjung merupakan masakan dari dapur ibu-ibu yang ada di Gelangprojo.

Hal ini dilakukannya untuk mengembangkan potensi warga sekitar yang ahli memasak.

"Jadi yang masak menunya itu ibu-ibu sekitar Gelangprojo. Kami adakan pendampingan dulu untuk memasak," tutur Erix.

Adapun makanan yang dihidangkan tentu makanan tradisional, antara lain sayur lodeh, ikan lele, ayam madu wijen, nila bakar, dan lainnya.

Lebih lanjut Erix menjelaskan, untuk menuju ke lokasi Tumpeng Menoreh, pengunjung disarankan untuk datang dari Yogyakarta.

Sebab, akses jalan di Yogyakarta lebih baik dan landai, serta ruas jalan juga cukup besar.

Ia menerangkan, dari Kota Yogyakarta, pengunjung bisa mengarahkan kendaraannya ke arah Dekso. Perjalanan akan ditempuh selama 15 menit.

Setelah itu, pengunjung bisa jalan lurus menuju Pasar Plono sekitar setengah jam. Dari sana, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Tumpeng Menoreh yang ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.

"Jadi ikuti jalan besar saja, enggak ada belok-belok. Waktu tempuh secara keseluruhan itu sekitar sejam, lah, kalau jalan santai," ucap Erix.

https://travel.kompas.com/read/2021/05/28/150500827/tumpeng-menoreh-bisa-nongkrong-24-jam-sambil-lihat-sunrise-dari-bukit

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke