Salin Artikel

Dulunya Lahan Kotor, Taman Wisata Batu Kapal DIY Kini Ramai Wisatawan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jika ingin menikmati suasana sejuk khas pedesaan tidak ada salahnya mampir ke Taman Wisata Batu Kapal di Klenggotan RT 01 Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain bisa menikmati kesejukan karena berada di bawah pohon bambu, pengunjung juga bisa menikmati kesegaran air Sungai Opak.

Baru dibuka April 2020 lalu, Taman Wisata Batu Kapal belum menerapkan tarif resmi dan pengunjung dapat membayar secara sukarela. 

Adapun rutenya, dari jalan Yogyakarta-Wonosari hingga sampai di Pasar Wage, pengunjung bisa maju beberapa meter hingga menemukan gapura Klenggotan. Setelah itu, mereka bisa masuk ke utara dan tinggal menyusuri jalan lantaran sudah ada petunjuk yang dipasang pengelola.

"Belum resmi dibuka, tetapi pengunjung sudah datang sejak dibersihkan," kata Koordinator Taman Wisata Batu Kapal Samsi Dwi Asaparudin, Senin (31/5/2021).

Samsi menjelaskan, destinasi wisata ini dinamai Taman Wisata Batu Kapal karena ada dua batu berukuran besar yang bentuknya menyerupai kapal, khususnya bada bagian haluan.

"Namanya Batu Kapal karena ada dua batu mirip kapal dan banyak guratannya sehingga menambah bagus batu untuk latar belakang foto," katanya.

Suara aliran Sungai Opak menambah ketenangan suasana dan membuat siapapun betah berlama-lama duduk di sekitar rindangnya pepohonan bambu.

Samsi menceritakan, bersama warga sekitar, lahan yang sebelumnya kotor dan tidak terawat ini mulai dibersihkan medio April 2020. Saat itu, dengan modal semangat dan keindahan Sungai Opak dipadu pemandangan tebing yang indah, membuat destinasi ini semakin dikenal luas.

Wisatawan yang datang awalnya rombongan pesepeda yang ingin melepas lelah, sambil menikmati santapan khas warga. Foto-foto keindahan alam Taman Wisata Batu Kapal pun ramai diunggah di media sosial. Terlebih, pada batuan tersebut, terdapat guratan yang membuat batu itu bertambah unik saat difoto.

"Booming-nya bulan Juni 2020 lalu, ada puluhan ribu orang datang," kata Samsi.

"Saat booming bisa puluhan ribu (wisatawan yang datang) dalam sehari, tapi hari-hari ini kalau tidak weekend hanya ratusan orang dan saat weekend di kisaran 1.000 orang. Nah, kebanyakan pengunjung itu malah dari Solo dan Semarang," imbuhnya. 

Kini, tak hanya warga lokal Bantul atau DIY yang berwisata, tapi juga warga dari Solo dan Semarang. Mereka datang untuk menikmati suasana desa yang khas, dan menyusuri Sungai Opak dengan menyewa ban, yang ditemani pemandu.

Harganya pun cukup murah, hanya Rp 20.000 untuk dua kali menyusuri kawasan itu sepanjang 500 meter. Selain menikmati kawasan keindahan alam, pengunjung juga bisa menikmati makanan yang disediakan penduduk sekitar. Mulai dari soto, hingga makanan ringan lainnya.

Ada 22 warung milik warga sekitar yang menawarkan berbagai macam menu makanan kepada pengunjung. Warga sudah menyediakan tempat beristirahat yang nyaman agar pengunjung bisa menikmati makanan. 

"Modal kami nol. Saya tidak mau membebani warga, karena 80 persen warga di sini bekerja sebagai buruh. Jadi tidak mungkin swadaya. Semua biaya pembangunan mengandalkan dana retribusi dari pengunjung. Tiketnya hanya seikhlasnya saja, dan itu sudah dari dulu. Nanti kalau dipatok harga terus cepat kaya gimana?" terang Samsi.

"Awalnya kami menjual bambu yang dipotongi itu untuk modal membuat papan petunjuk," tambahnya.

Keindahan wisata Batu Kapal juga menarik perhatian produser film. Ada beberapa film yang mengambil gambar di lokasi tersebut.

Terdapat pula tembok besar bekas jalur kereta di kawasan tersebut yang memberikan suasana berbeda di sekitar sungai.

Bagi pengunjung yang gemar memancing bisa menyalurkan hobinya di kawasan tersebut.

Salah seorang pemancing bernama Marjuki mengatakan, dirinya mencoba memancing di sekitar Batu Kapal, dan ternyata mendapatkan seekor ikan tawes.

"Lumayan berwisata sambil menyalurkan hobi memancing," kata warga Bantul ini. 

https://travel.kompas.com/read/2021/06/02/070800927/dulunya-lahan-kotor-taman-wisata-batu-kapal-diy-kini-ramai-wisatawan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.