Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini 3 Strategi Kemenparekraf Reaktivasi Sektor Parekraf di Bali

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari setahun berlangsung telah meluluhlantakkan berbagai sektor, salah satunya adalah pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Provinsi Bali yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata pun sangat terdampak pandemi Covid-19.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (8/4/2021), perekonomian Pulau Dewata terkontraksi dalam sepanjang 2020 dengan minus 9,13 persen.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah itu.

Pada Kamis (10/6/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster di Gedung Jaya Sabha, Denpasar.

Pertemuan itu dilakukan untuk membahas langkah untuk mereaktivasi sektor parekraf di Provinsi Bali.

Berikut ini adalah 3 strategi Kemenparekraf untuk melakukan reaktivasi sektor parekraf di Bali:

1. Percepatan Vaksinasi

Strategi pertama adalah percepatan program vaksinasi bagi masyarakat Bali. Ditargetkan 7 juta orang atau 70 persen dari masyarakat Bali bisa mendapat vaksinasi.

“Bali sebagai provinsi yang mendapatkan persentase vaksinasi tertinggi dari targeted group. Dan sesuai dengan arahan Presiden vaksinasi itu harus sudah diselesaikan pada Juli (2021) ini,” ujar Sandiaga.

2. Pengetatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan

Strategi kedua adalah memperketat kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Salah satu program Kemenparekraf adalah melalui sertifikasi CHSE yang jumlahnya akan terus ditingkatkan.

“Mulai bulan Juli, kita akan memulai program CHSE dan Bali kita targetkan dua kali lipat dari tahun lalu, menjadi 1.200 destinasi wisata, hotel, dan restoran yang akan tersertifikasi CHSE,” tutur Sandiaga.

Kemenparekraf juga melakukan gerakan Bersih Indah Sehat dan Aman (BISA) yang masih digulirkan di tempat wisata Bali dan daerah lain seluruh Indonesia.

3. Perbaikan infrastruktur

Strategi ketiga ini menurut Sandiaga adalah rencana jangka menengah panjang, yakni perbaikan infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara, serta menyiapkan fasilitas pariwisata untuk kegiatan MICE.

“Kita harapkan akan mempercepat pemulihan pariwisata di Bali sesuai dengan pengendalian Covid-19 yang lebih baik lagi ke depannya,” imbuh Sandiaga.

Kemenparekraf juga melakukan upaya lain, seperti program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) sebesar Rp 60 miliar. Pendaftarannya resmi buka pada Jumat (4/6/2021).

Ada pula program Dana Hibah Pariwisata yang tahun ini akan diperluas dan diperbesar jumlahnya menjadi Rp3,7 triliun.

Dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan (events) juga dilakukan, seperti Arabian Travel Market (ATM) Dubai 2021 dan Bali & Beyond Travel Fair 2021 di Nusa Dua 8–12 Juni 2021.

https://travel.kompas.com/read/2021/06/11/173859527/ini-3-strategi-kemenparekraf-reaktivasi-sektor-parekraf-di-bali

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke