Salin Artikel

Austria Buka untuk Turis Asia Tenggara, Apa Indonesia Termasuk?

KOMPAS.com – Pemerintah Austria mengumumkan bahwa mereka telah menyambut wisatawan dari Asia Tenggara sejak 1 Juli 2021.

Kendati demikian, terdapat sejumlah aturan yang diterapkan untuk wisatawan asing yang masuk ke negara tersebut. 

Terdapat juga pengelompokkan wisatawan berdasarkan negara asalnya, yakni negara berisiko rendah, negara yang memiliki varian virus, dan negara lainnya. 

Berdasarkan informasi dari Austria.info, berikut aturan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Austria: 

Secara garis besar, wisatawan wajib menunjukkan dokumen kesehatan, yakni antara bukti vaksin atau hasil negatif Covid-19 atau pemulihan dari Covid-19.

Meski wisatawan bisa memilih untuk tes PCR atau antigen, namun terdapat pengecualian untuk negara-negara tertentu, terutama yang memiliki varian virus. 

Berikut ketentuan selengkapnya:

Wisatawan dari negara dan wilayah berisiko rendah

Yang termasuk negara berisiko rendah adalah Albania, Andorra, Belgium, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Monako, Belanda, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, San Marino, Serbia, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Vatikan.

Selain negara-negara di atas, ada juga Australia, Hong Kong, Israel, Jepang, Macau, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Amerika Serikat (AS). 

Mulai 8 Juli 2021, Armenia, Azerbaijan, Bosnia Herzegovina, Brunei Darussalam, Kanada, Yordania, Kosovo, Moldova, Montenegro, dan Qatar juga masuk ke dalam kategori ini. 

Wisatawan dari negara dan wilayah di atas yang menunjukkan salah satu dokumen kesehatan dapat berwisata ke Austria tanpa menjalani isolasi mandiri. 

Tak hanya itu, mereka juga tidak perlu menunjukkan formulir pre-travel clearance (izin pra-perjalanan) kepada petugas setibanya di Austria. 

Kendati demikian, jika wisatawan dari negara-negara tersebut tidak bisa menunjukkan salah satu dokumen kesehatan, maka mereka tetap harus melengkapi pre-travel clearance dan menjalani tes kesehatan dalam 24 jam setibanya di Austria. 

Adapun formulirnya pre-travel clearance dapat dilihat di https://entry.ptc.gv.at/en.html.

Negara dan wilayah yang memiliki varian virus

Negara-negara yang termasuk kategori ini adalah Botswana, Brazil, Eswatini, India, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Nepal, Rusia, Afrika Selatan, Inggris, Zambia, Uruguay, dan Zimbabwe. 

Wisatawan dari negara-negara tersebut wajib mengikuti aturan yang lebih ketat, yakni:

  • Tujuan perjalanan mereka hanya boleh untuk keperluan khusus, misalnya untuk urusan bisnis atau medis. 
  • Melakukan registrasi secara daring terlebih dahulu untuk mendapat pre-travel clearance. Izin tersebut harus ditunjukkan kepada petugas sebelum memasukki Austria dalam bentuk digital atau fisik. Formulirnya dapat dilihat di https://entry.ptc.gv.at/en.html.
  • Wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 hanya melalui PCR tidak lebih dari 72 jam. 
  • Wajib menjalani karantina selama 10 hari. Mereka juga dapat melakukan tes setelah lima hari untuk menyelesaikan masa karantina lebih awal.

Negara dan wilayah lainnya

Wisatawan dari negara dan wilayah yang tidak termasuk dua kategori sebelumnya tetap diizinkan masuk ke Austria. Indonesia dan Filipina masuk ke dalam kategori ini. 

Mereka tetap harus menunjukkan sertifikat vaksinasi lengkap (dimulai dari hari ke-15 setelah vaksinasi dosis kedua) atau bukti pemulihan dari Covid-19 atau hasil negatif Covid-19 sesuai ketentuan.  

https://travel.kompas.com/read/2021/07/08/073200327/austria-buka-untuk-turis-asia-tenggara-apa-indonesia-termasuk-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

Jalan Jalan
Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Travel Update
Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Travel Tips
KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

Travel Update
Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Jalan Jalan
Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Travel Update
Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.