Salin Artikel

Syarat Semakin Ketat, Jumlah Penumpang KA Lokal Turun 69 Persen

KOMPAS.com – Sejak Senin (12/7/2021), PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menerapkan aturan terbaru terkait penumpang yang dapat melakukan perjalanan KA Lokal.

Melansir situs resmi PT KAI, penumpang yang diizinkan naik KA Lokal hanya pekerja sektor esensial dan kritikal saja.

Adapun, aturan yang telah diberlakukan selama beberapa hari sebelumnya memengaruhi jumlah pelanggan yang naik KA Lokal.

Sebab, PT KAI mencatat, jumlah pelanggan KA Lokal pada 12 Juli 2021—atau hari pertama aturan mulai diterapkan—hanya sebanyak 5.250 pelanggan saja.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 69 persen jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan KA Lokal pada 5 Juli yakni sebanyak 16.914 pelanggan.

Jika dibandingkan dengan rata-rata pelanggan harian KA Lokal pada Juni yakni 48.213 pelanggan, maka pelanggan pada 12 Juli mengalami penurunan hingga 89 persen.

“Penurunan jumlah pelanggan KA Lokal ini menunjukkan bahwa masyarakat di luar pekerja sektor esensial dan kritikal telah mematuhi aturan untuk tidak bepergian menggunakan KA Lokal di masa PPKM Darurat,” jelas VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Dirinya melanjutkan, pihaknya telah melakukan penyesuaian jumlah perjalanan KA Lokal selama PPKM Darurat dengan efektif sehingga bisa optimal dalam menekan dan membatasi pergerakan masyarakat.

Lebih lanjut, Joni mengapresiasi masyarakat khususnya pengguna KA Lokal atas pengertian dan kerja samanya dalam mematuhi aturan tersebut.

Guna menciptakan kondisi yang kondusif, Joni mengatakan, KAI dengan unsur kewilayahan setempat seperti TNI, Polri, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah (Pemda) bekerja maksimal melayani pelanggan KA Lokal di stasiun-stasiun selama PPKM Darurat.

Para petugas memeriksa dengan teliti dan cermat kelengkapan persyaratan calon pelanggan KA Lokal di stasiun.

Adapun, hal tersebut dilakukan untuk memastikan, yang diizinkan naik KA Lokal hanya masyarakat yang bekerja pada sektor esensial dan kritikal sesuai dengan ketentuan.

“KAI secara tegas tidak akan mengizinkan calon pelanggan KA Lokal yang tidak sesuai ketentuan untuk naik kereta api,” tegas Joni.

“KAI juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu jalannya penerapan syarat baru bagi perjalanan KA Lokal pada masa PPKM Darurat,” imbuh dia.

Kebijakan pengetatan syarat untuk pelanggan KA Lokal mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan (SE Kemenhub) Nomor 50 Tahun 2021.

SE tersebut mengatakan, perjalanan KA Lokal selama PPKM Darurat hanya diperuntukkan bagi pekerja di bidang esensial dan kritikal.

Pada periode 12-20 Juli, setiap pelanggan KA Lokal wajib menunjukkan surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan Pemda setempat.

Alternatifnya adalah surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan, atau pejabat minimal eselon dua (untuk pemerintahan) dan bercap basah atau tanda tangan elektronik.

“Pengetatan persyaratan tersebut ditujukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat melalui transportasi kereta api dalam rangka menghentikan penyebaran Covid-19," tutup Joni.

Info selengkapnya terkait syarat perjalanan Kereta Api di masa PPKM Darurat, masyarakat dapat menghubungi Customer Service Stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, WhatsApp KAI121 di 08111-2111-121, email cs@kai.id, dan media sosial KAI121.

https://travel.kompas.com/read/2021/07/15/171500127/syarat-semakin-ketat-jumlah-penumpang-ka-lokal-turun-69-persen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.