Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

KOMPAS.com - Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah berdiri di wilayah Indonesia. Kerajaan yang berpusat di Jawa Timur ini berdiri sekitar abad ke-14 Masehi (M).

Pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya. Keberhasilannya mendirikan Majapahit tak bisa terlepas dari sejarah panjang Kerajaan Singasari.

Raden Wijaya, pewaris tahta Kerajaan Singasari

Dilansir dari jurnal berjudul Gajah Mada Sang Maha Patih Pemersatu Nusantara di Bawah Majapahit Tahun 1336 M- 1359 M, karya Agus Susilo dan Andriana Sofoarini, Raden Wijaya merupakan keturunan dari penguasa Kerajaan Singasari.

Raden Wijaya secara tidak langsung merupakan pewaris Kerajaan Singasari yang berhasil ditaklukan Kerajaan Kediri. Ia merupakan menantu dari Kertanegara, raja terakhir Singasari.

Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dari serbuan Kerajaan Kediri. Dengan bantuan Aria Wiraraja ia mendapat pengampunan dari Jayakatwang yang saat itu menjadi raja Kediri.

Desa Majapahit di Hutan Tarik

Dilansir dari digital library Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Raden Wijaya mendapatkan wilayah di Hutan Tarik untuk mendirikan desa. Wilayah tersebut diberikan Raja Jayakatwang.

Hutan Tarik sendiri terletak di Delta Sungai Brantas. Dalam waktu singkat Raden Wijaya berhasil membuka kawasan hutan tersebut dan mendirikan sebuah desa yang diberi nama Majapahit.

Konon saat membabat Hutan Tarik, Raden Wijaya menemukan buah maja. Kebetulan buah maja yang ia cicipi rasanya pahit, sehingga menjadi nama Majapahit.

Usai mendirikan desa, Raden Wijaya berupaya keras untuk merebut simpati masyarakat. Ia pun menjadi pemimpin yang dicintai.

Serangan Dinasti Yuan

Sebelum berhasil ditaklukkan oeh Kerajaan Kediri, Singasari memiliki berkonflik dengan Dinasti Yuan di Tiongkok. Konflik tersebut muncul akibat Raja Kertanegara yang enggan membayar upeti pada Kaisar Mongol saat itu, Kubilai Khan.

Bahkan saat sang kaisar, mengirim utusan, Raja Kertanegara justru melakukan penyiksaan terhadap utusan tersebut. Ia juga mempermalukannya dengan memotong telinga sang utusan.

Hal ini membuat pertikaian kedua kerajaan besar tersebut memuncak. Sang Kaisar pun mengirimkan pasukannya untuk menyerbu tanah Jawa dan menghukum Kertanegara.

Sayangnya saat pasukan tersebut sampai pada tahun 1292, Kerajaan Singasari sudah runtuh dan dikuasai oleh Kerajaann Kediri.

Serangan orang-orang Mongol dari China ini ternyata dimanfaatkan Raden Wijaya untuk melenyapkan Jayakatwang.

Singkat cerita, dengan bantuan pasukan Dinasti Yuan, Raja Jayakatwang berhasil dihabisi dan Kerajaan Kediri mengalami keruntuhan.

Raden Wijaya mengalahkan pasukan Mongol

Setelah berhasil mengalahkan Jayakatwang, pasukan Mongol melakukan pesta perayaan. Saat itu Raden Wijaya bersama beberapa pengawal dari pasukan Mongol kembali ke Majapahit.

Ia berdalih ingin menyiapkan upeti bagi sang kaisar. Namun ternyata hal itu hanyalah sebuah jebakan.

Saat tiba di Majapahit, para pengawal tersebut dihabisi prajurit yang setia pada Raden Wijaya. Ia juga melakukan penyerbuan pada para tentara yang tengah berpesta.

Setelah berhasil mengusir prajurit Mongol, Raden Wijaya pun mengakuisisi Kerajaan Kediri dan memproklamasikan diri sebagai raja baru dari Kerajaan Majapahit.

https://travel.kompas.com/read/2021/07/30/131300427/sejarah-berdirinya-majapahit-salah-satu-kerajaan-terbesar-di-indonesia

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Wisata Populer di Aichi Jepang, Ada Museum Toyota dan Kastel

5 Tempat Wisata Populer di Aichi Jepang, Ada Museum Toyota dan Kastel

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

Jalan Jalan
5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

Travel Tips
Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Travel Update
5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film 'Pengabdi Setan' 

5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film "Pengabdi Setan" 

Jalan Jalan
Bikin Paspor 1 Hari Jadi, Bayar Rp 1 Juta

Bikin Paspor 1 Hari Jadi, Bayar Rp 1 Juta

Travel Update
Infrastruktur dan Akses Dikeluhkan Usai Konser Dewa-19, Menparekraf Ingin Pengelolaan JIS Lebih Terintegrasi

Infrastruktur dan Akses Dikeluhkan Usai Konser Dewa-19, Menparekraf Ingin Pengelolaan JIS Lebih Terintegrasi

Travel Update
Sandal Upanat untuk Naik ke Candi Borobudur Dipakai Delegasi ATF 2023

Sandal Upanat untuk Naik ke Candi Borobudur Dipakai Delegasi ATF 2023

Travel Update
Sejumlah Delegasi ATF 2023 Jelajahi Tempat Wisata di Kulon Progo

Sejumlah Delegasi ATF 2023 Jelajahi Tempat Wisata di Kulon Progo

Travel Update
6 Tempat yang Dikunjungi Delegasi ATF 2023 di Yogyakarta, ke Mana Saja?

6 Tempat yang Dikunjungi Delegasi ATF 2023 di Yogyakarta, ke Mana Saja?

Jalan Jalan
Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Travel Update
Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Travel Update
Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Sekian Tarifnya

Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Sekian Tarifnya

Jalan Jalan
Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Travel Update
New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+