Salin Artikel

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

KOMPAS.com – Jakarta memiliki 64 hotel repatriasi atau hotel karantina yang ditujukan bagi warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari luar negeri selama pandemi Covid-19.

Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DKI Jakarta Garna Sobhara Swara mengatakan, saat ini hotel-hotel tersebut membiayai seluruh operasional secara mandiri.

“Hotel repatriasi (paket menginap) dibayar oleh tamu sendiri. Tapi untuk (tenaga di) hotelnya, tenaga kesehatan, dan keamanan yang berjaga di hotel yang awalnya dibayar pemerintah, sekarang hotel harus membayar mereka,” ungkapnya.

Garna menyampaikan informasi itu dalam Focus Group Discussion IHGMA bertajuk “Perhotelan Bangkit—Adaptasi dengan Regulasi?” yang dilakukan secara daring pada Selasa (3/8/2021).

Dirinya melanjutkan, pembiayan seluruh operasional dan tenaga pembantu eksternal di hotel repatriasi secara mandiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2021.

“Dengan jumlah repatriasi yang jauh menurun, dulu bisa mendapat puluhan per hari sekarang cuma dua sampai tiga orang ke setiap-setiap hotel, itu bikin berat,” ujar Garna.

Koordinator Hotel Repatriasi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Vivi Herlambang mengonfirmasi hal tersebut saat dihubungi secara terpisah, Selasa.

Dia mengatakan bahwa sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, ada 25 dari 64 hotel repatriasi yang biaya operasional dan tenaga pembantu eksternalnya dibantu pemerintah.

“Dulu bulan sebelumnya yang ditanggung pemerintah hanya 25 hotel repatriasi, tapi sekarang semua bayar sendiri mulai 1 Agustus. Biaya untuk operasional, tenaga kesehatan, dan keamanan,” jelas Vivi.

Bikin rugi, tetapi masih diminati banyak hotel

Garna melanjutkan, pembiayaan operasional, tenaga kesehatan, dan keamanan secara mandiri dirasa sangat berat untuk pihak perhotelan.

Dia tidak menampik bahwa ada kemungkinan beberapa hotel akan mengundurkan diri sebagai hotel repatriasi. Kendati demikian, dia tidak menutup mata masih banyak hotel yang ingin masuk dalam program itu.

“Banyak yang ingin ikut masuk. Saat ini, hanya dari repatriasi yang bisa bikin hidup hotel. Kita mau promo harga hotel besar-besaran juga tidak kemakan, tidak kejual,” tutur Garna.

Vivi juga menuturkan hal yang sama. Saat ini, banyak hotel yang tertarik mengikuti program tersebut karena mendapat pemasukan dari sana.

Meski begitu, pihaknya belum berencana memperluas program hotel repatriasi untuk mencakup lebih banyak hotel.

Sebab, saat ini tamu hotel repatriasi secara total hanya 200-300 tamu yang dibagi dengan 64 hotel yang ada. Adapun, jumlah yang merosot ini menurut Vivi merupakan akibat dari PPKM Darurat.

“Dulu bulan Mei-Juni, tamu-tamu repatriasinya bisa mencapai sekitar 500-700 orang. Sekarang berkurang karena yang datang ke Indonesia berkurang,” jelas Vivi.

Akan tetapi, lanjutnya, masih ada hotel yang ingin masuk dalam program hotel repatriasi. Itu karena program tersebut bukan hanya terkait bisnis, tetapi juga merupakan upaya membantu pemerintah dalam menangani Covid-19.

https://travel.kompas.com/read/2021/08/05/121200527/dulu-dibantu-pemerintah-kini-hotel-karantina-biayai-operasional-sendiri

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

Travel Update
Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Travel Update
Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Jalan Jalan
Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Travel Update
7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

Travel Promo
DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.