Salin Artikel

Pesona Kuil Meiji di Tokyo yang Sudah Ada Sejak 1 Abad Lalu

KOMPAS.com – Jepang terkenal akan beragam kuilnya yang dapat dikunjungi. Tidak hanya untuk berdoa, tetapi juga sebagai tempat wisata.

Adapun, kuil-kuil di Negeri Sakura tidak hanya tersebar di daerah pinggir kota. Banyak juga kuil di tengah kota. Kuil Meiji, misalnya, yang lokasinya berada di Shibuya, Tokyo.

“Kuil Meiji adalah kuil yang sangat terkenal dan dibangun 100 tahun lalu, sama seperti kawasan Jingu Gaien,” kata seorang pemandu tur Tokyo bernama Mine dalam tur virtual bertajuk “Enchanting World of Tokyo Olympics 2020” pada Rabu (4/8/2021).

Melansir situs resmi Japan National Tourism Organization, kuil di Ibu Kota yang didedikasikan untuk Kaisar Meiji (1852-192) ini dikelilingi pepohonan rindang.

Tepat pada 2020, Kuil Meiji yang jaraknya dekat Stasiun Harajuku dan Stasiun Meiji-jingumae itu merayakan ulang tahun ke-100-nya.

Pesona Kuil Meiji

Mine mengatakan bahwa Kuil Meiji memiliki tiga gerbang torii. Salah satu gerbang berlokasi cukup dekat dengan Stasiun Harajuku.

Torii merupakan gerbang yang dianggap sebagai pemisah antara dunia manusia dengan dunia para dewa. Untuk melewatinya, terdapat cara tersendiri.

“Cara yang benar untuk melewati gerbang torii adalah manusia berada pada jalur kanan dan kiri. Manusia tidak melewati jalur tengah karena itu jalur para dewa,” jelas Mine.

Ia melanjutkan, Meiji memiliki tiga gerbang torii. Salah satunya, yakni gerbang torii kedua merupakan gerbang torii terbesar di Jepang. Torii ini dibangun menggunakan kayu cypress berusia 1.500 tahun yang diimpor dari Taiwan

Mengutip situs resmi Kuil Meiji, gerbang torii kedua yang asli dibuat pada 1920 menggunakan kayu cypress Jepang berusia 1.200 tahun dari Pegunungan Alishan di Taiwan.

Namun, gerbang tersebut telah hancur tersambar petir pada 1966. Gerbang torii kedua yang ada saat ini dibuat menggunakan kayu cypress Jepang berusia 1.500 tahun dari Gunung Danda di Taiwan.

Untuk kegiatan wisata, mengutip Japan Guide, para pengunjung bisa mengikuti aktivitas, seperti membuat persembahan di aula utama, membeli jimat, atau menulis doa dan keinginan di plakat ema.

Plakat ema merupakan potongan kayu kecil yang digunakan umat Buddha dan Shinto untuk menuliskan doa dan harapan mereka.

Selanjutnya, wisatawan bisa berkunjung ke Meiji Jingu Museum yang didesain oleh Kengo Kuma yang juga mendesai Tokyo National Stadium, lokasi perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Museum itu menampilkan koleksi Kuil Meiji, termasuk barang-barang pribadi Kaisar Meiji dan permaisurinya, serta kereta yang digunakan Kaisra Meiji ke deklarasi resmi Konstitusi Meiji pada 1889.

“Kuil Meiji juga memiliki taman khas Jepang yang dipenuhi bunga teratai dan taman bunga iris yang mekar setiap Juni. Taman-taman ini menawarkan suasana yang tenang,” ujar Mine.

Beragam festival di Kuil Meiji

Selain menjadi tempat untuk berdoa dan berwisata, Kuil Meiji juga kerap menjadi tempat penyelenggaraan festival oleh pihak kuil.

Salah satunya adalah Kakizome yang menampilkan karya kaligrafi para anak sekolah yang biasanya berlangsung pada 5-31 Januari.

Ada juga Hinamatsuri yang merupakan festival boneka dan ditujukan untuk anak perempuan agar mereka selalu sehat.

Selanjutnya ada Tanabata-matsuri, acara yang dilakukan agar anak-anak selalu diberi kesehatan dan keterampilan mereka dalam membuat kerajinan tangan meningkat.

Kuil Meiji populer di kalangan masyarakat

Mine mengungkapkan, Kuil Meiji populer di kalangan masyarakat. Banyak dari mereka yang berbondong-bondong datang untuk berdoa.

“Setiap tahun baru, lebih dari 3 juta orang datang ke Kuil Meiji untuk berdoa. Walau sangat penuh dan ramai, masih banyak orang tetap ingin datang ke sana,” ujar dia.

Menurut informasi dalam Japan Guide, jumlah tersebut melebihi jumlah kunjungan masyarakat pada kuil lain di Jepang.

Selain menjadi kuil yang populer untuk tempat berdoa, melansir Matcha-jp.com, Kuil Meiji juga tempat yang populer untuk mengadakan acara pernikahan.

Biasanya, mempelai wanita akan menggunakan kimono berwarna putih bernama shiromuku sambil berjalan di bawah payung berwarna merah.

Pasangan yang menikah di Kuil Meiji, jika punya anak berusia tiga, lima, dan tujuh tahun, mereka akan datang ke kuil untuk mendoakan tumbuh kembangnya.

https://travel.kompas.com/read/2021/08/06/130056227/pesona-kuil-meiji-di-tokyo-yang-sudah-ada-sejak-1-abad-lalu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.