Salin Artikel

20 Oleh-oleh Khas Yogyakarta, Ada Cokelat Monggo hingga Geplak

KOMPAS.com - Bicara soal oleh-oleh Yogyakarta, bakpia mungkin jadi hal yang pertama terlintas di pikiran kita.

Namun, oleh-oleh Yogyakarta sebetulnya cukup bervariasi dan tak cuma bakpia, lho. Kamu bisa memilih camilan lainnya, pernak-pernik, kerajinan tangan yang unik, dan benda menarik lainnya untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.

Berikut Kompas.com rangkum 20 oleh-oleh Yogyakarta yang khas dan menarik dijadikan buah tangan.

Berwisata ke Yogyakarta belum lengkap jika tidak membeli bakpia. Camilan manis ini sangat populer di kalangan wisatawan.

Umumnya, pilihan oleh-oleh Yogyakarta ini memiliki isian rasa kacang hijau. Namun, kini bakpia tersedia dengan banyak varian rasa, seperti cokelat, durian, keju, red velvet, hingga green tea.

Di Jogja, wisatawan akan melihat banyak penjual bakpia, khususnya di toko oleh-oleh khas Jogja.

Beberapa toko bakpia yang bisa menjadi pilihan antara lain Bakpia Pathok 25, Bakpia Kurnia Sari, Bakpia Pathuk 75 dan Bakpia Pathok 145 dilansir dari Kompas.com Sabtu (04/09/2021).

2. Jogja Regale

Pilihan oleh-oleh Yogyakarta lainnya adalah Jogja Regale Cake Tiwul Kekinian.

Kudapan ini terbilang unik karena menyulap makanan khas Yogyakarta, Tiwul, menjadi makanan kekinian.

Seperti dikutip Kompas.com, (06/02/2022), tiwul dibuat menjadi kue-kue menarik dengan berbagai rasa dan warna yang wajib dicoba.

Varian rasa Jogja Regale terdiri dari keju, pandan, ubi, coklat, red velvet, dan masih banyak lagi.

Cake unik ini bisa dibeli di tokonya langsung yang ada di Jalan Modang Nomor 467, Mantrijeron, Kota Yogyakarta dan dibuka selama 24 jam.

Selanjutnya, kamu bisa membawa pulang Cokelat Monggo untuk dijadikan oleh-oleh.

Melansir situs resminya, Cokelat Monggo dibuat oleh ahli cokelat dari Belgia. Cokelat ini juga menggunakan cokelat premium asli dari Indonesia.

Cokelat Monggo memiliki banyak varian rasa yang bisa kamu pilih seperti almond, kelapa, jeruk, mangga hingga rasa cabai. Produk Cokelat Monggo juga menggunakan bungkus ramah lingkungan.

Kamu dapat melihat proses pembuatan, belajar tentang cokelat dan membei Cokelat Monggo di Museum dan Pabrik Cokelat Monggo yang terletak di Jalan Tugu Gentong RT 03 Sribitan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogjakarta.

4. Gudeg Kaleng

Gudeg adalah salah satu kuliner khas yang tidak boleh ketinggalan jika mengunjungi Yogyakarta.

Namun, jika ingin gudek sebagai oleh-oleh, kamu harus memikirkan kembali cara membawanya karena gudeg tidak bisa bertahan terlalu lama.

Kendati demikian, kini sudah banyak sekali inovasi gudeg yang dikemas dalam kaleng. Membawa gudeg untuk oleh-oleh kini menjadi lebih praktis.

Untuk membeli gudeg kaleng, kamu bisa berkunjung ke toko oleh-oleh di Jogja atau di sentra kuliner gudeg di Kampung Wijilan.


5. Mamahke Jogja

Salah satu pilihan oleh-oleh Yogyakarta lainnya adalab Mamahke Jogja, toko milik pasangan Hanung Bramantyo dan Zaskia Mecca.

Mamahke Jogja memiliki dua varian ukuran, yaitu Mamahke Jogja Krucils yang berukuran kecil, Roll Cake, dan Mamake Jogja Reguler.

Untuk rasa, Mamahke Jogja menyediakan banyak pilihan seperti choco banana, tiramisu, green tea, red velvet, dan keju.

Lokasi kedai Mamahke Jogja berada di Taman KT 1/329, Selatan Tamansari, Jogjakarta.

Dijuluki sebagai kota budaya, Jogja adalah salah satu daerah penghasil batik terpopuler di Indonesia.

Batik Jogja memiliki banyak ragam motif. Seperti motif ceplok, motif truntum, motif parang, motif nitik, dan motif kawung dilansir dari Kompas.com Sabtu (10/10/2020).

Kini, kamu bisa membeli batik Jogja dalam bentuk macam-macam seperti kemeja, celana, daster, tas, dan lain-lain.

Batik Jogja dapat ditemukan di banyak tempat perbelanjaan di Jogjakarta.

Beberapa rekomendasi tempat untuk membeli batik Jogja, antara lain Pasar Beringharjo, Malioboro, dan Kampung Batik Ngasem.

7. Gerabah Kasongan

Selain camilan dan pakaian, kamu bisa membawa kerajinan khas Yogyakarta. Sepanjang jalan Desa Wisata Kasongan, Bantul, Yogyakarta, kamu akan melihat banyak toko yang menjual kerajinan gerabah.

Selain membeli berbagai kerajinan, wisatawan juga dapat melihat pembuatan gerabah secara langsung.

8. Kaus Dagadu

Kaus merek Dagadu sangat populer untuk dijadikan oleh-oleh Yogyakarta.

Sudah lebih dari 20 tahun, kaus Dagadu dengan gambar dan tulisan unik ini hanya bisa didapatkan di Jogja. Dagadu juga menjual berbagai suvenir lain seperti gantungan, sandal dan stiker.


9. Pernak-pernik Malioboro

Berkunjung ke Yogyakarta belum lengkap jika belum ke Jalan Malioboro. Ada banyak penjual suvenir pernak pernik khas Yogyakarta.

Meski kini para pedagang kaki lima tak lagi berjualan di area pinggir jalan Malioboro, namun kamu bisa menemukan barang yang dicari dengan berkunjung ke Teras Malioboro.

10. Peyek tumpuk

Peyek adalah camilan berupa gorengan tepung beras yang ditaburi kacang atau teri. Seperti namanya, peyek tumpuk berbentuk agak bulat berisi kacang dan tidak pipih seperti peyek pada umumnya.

Melansir Kompas.com, Peyek Tumpuk diprakarsai Mbok Tumpuk pada tahun 1975. Kamu bisa membeli Peyek Tumpuk Mbok Tumpuk di Jalan Wahid Hasyim nomor 104 B, Bantul, Yogyakarta.

11. Wedang uwuh

Wedang uwuh adalah salah satu minuman rempah yang sering dijadikan oleh-oleh Yogyakarta.

Kata uwuh yang berarti sampah diambil dari pembuatan wedang yang banyak menggunakan rempah-rempah.

Karena penampilan rempah-rempah yang menumpuk dalam gelas, bentuknya dianggap seperti sampah rempah.

Kendati demikian, minuman tradisional satu ini terbuat dari berbagai macam rempah yang menyehatkan tubuh.

Wedang uwuh juga memiliki rasa yang unik, yaitu pedas dan manis dengan berwarna merah. Kamu bisa membeli wedang uwuh di berbagai gerai oleh-oleh sekitar Yogyakarta.

12. Belalang goreng

Di beberapa daerah, belalang bukan hewan yang lazim untuk diolah menjadi makanan. Namun di Gunungkidul, belalang goreng adalah camilan unik yang banyak digemari masyarakat, yakni belalang goreng.

Melansir Kompas.com  Senin (17/08/2015), belalang yang diolah adalah jenis belalang kayu.

Belalang jenis ini banyak hidup di dahan pohon jati yang banyak tumbuh di kawasan Gunungkidul.

Rasanya yang renyah dan gurih membuat belalang goreng cocok dijadikan buah tangan. Belalang goreng memiliki waktu ketahanan yang cukup lama.

13.Tasuba-Tahu Susu Bakso

Tasuba atau Tahu Susu Bakso juga bisa menjadi pilihan oleh-oleh Yogyakarta.

Tasuba memiliki jangka waktu penyimpanan yang cukup lama, yaitu hingga enam bulan.

Tahu susu yang diisi dengan bakso ini memiliki tekstur tahu padat. Tasuba juga memiliki rasa yang lembut dan gurih. Tasuba memiliki berbagai varian isian bakso anta lain Tasuba sapi, tuna, ayam dan udang.

Tasuba dapat dibeli di salah satu gerainya yang beralamat di Jalan Laksada Adisucipto km 7,6, Yogyakarta.


14. Keripik Belut

Keripik belut atau terkenal dengan sebutan keripik welut, adalah satu camilan khas Jogja yang tidak boleh ketinggalan. Belut diberi bumbu dan dicdelupkan pada adonan tepung lalu digoreng ini memiliki tekstur yang renyah.

Kamu bisa mengunjungi sentra Kuliner Kripik Belut di Jalan Godean Km 10, Yogyakarta.

15. Bakpia Kukus Tugu Jogja

Jika ingin mencoba bakpia dengan sensasi rasa baru, kamu bisa mencoba membeli Bakpia Kukus Tugu Jogja.

Bakpia Kukus Tugu Jogja berbeda dengan bakpia pada umumnya. Bakpia ini memiliki kulit yang lembut dan tekstur basah.

Bakpia kekinian ini digandrungi banyak wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh Yogyakarta. Varian rasa yang ditawarkan ada cokelat, keju, kacang hijau, stroberi, dan susu.

Untuk membeli Bakpia Kukus Tugu Jogja, kamu bisa mendatangi salah satu gerai mereka di Jalan Kaliurang km 5,5 nomor 10A, Manggung, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta.

16. Blangkon dan surjan

Blangkon adalah penutup kepala dan pakaian adat laki-laki khas Jogja. Pada zaman dahulu, blangkon hanya dipakai oleh priyayi. Kini Blangkon menjadi salah satu ikon pakaian khas Yogyakarta.

Kemudian surjan merupakan pakaian tradisional yang pada umumnya memiliki motif lurik. Namun banyak juga ditemui surjan yang bermotif batik, garis-garis atau polos.

Jika ingin membeli blangkon dan surjan untuk dibawa pulang, kamu bisa mengunjungi sentra perbelanjaan seperti Jalan Malioboro atau Pasar Beringharjo,


17. Yangko

Yangko adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung ketan dibalut dengan tepung gula.

Konon, Yangko disebut sebagai kue mochi-nya Yogyakarta karena memiliki tekstur lembek dan kenyal seperti kue mochi dari Jepang.

Umumnya Yangko memiliki rasa yang manis karena berisi campuran cincangan kacang dan gula.

Namun kini, Yangko memiliki banyak varian rasa seperti coklat, durian, nangka, dan stroberi.

Yangko dapat ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh di Yogyakarta, seperti toko oleh-oleh Bu Tini di Jalan Mataram, Jogjakarta.

18. Aneka aksesori di NAMU

NAMU adalah salah satu UMKM Yogyakarta yang menghasilkan aksesori unik dari limbah industri kerajinan, seperti kayu, resin, atau kerang.

Aksesori yang dihasilkan NAMU antara lain kalung, gelang, anting, hingga pajangan. Produk NAMU cocok untuk kamu jadikan oleh-oleh untuk keluarga, saudara, dan teman kantor.

Untuk membeli produk NAMU, wisatawan dapat mengunjungi MIMOSA Makers Market, di Jalan Selokan Mataram nomor 247, Yogyakarta.

19. Kerajinan tangan di Toko Barang Bareng

Kamu bisa membeli oleh-oleh kekinian khas Yogyakarta yang modern dan juga tradisional di Toko Barang Bareng.

Sesuai dengan namanya, Toko Barang Bareng menjual berbagai produk kerajinan tangan yang unik dari para pengrajin di wilayah Yogyakarta.

Toko ini menjual mulai dari bajum kain lurik, sabun, pernak pernik, tas hingga sandal.

Toko Barang Bareng berada di Jalan Suryodiningratan No 53, Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

20. Geplak

Camilan khas Yogyakarta selanjutnya adalah Geplak. Biasanya, geplak disajikan dengan warna yang menyolok seperti kuning, pink, hijau dan cokelat.

Geplak memakai bahan dasar kelapa dan gula, maka dari itu camilan ini manis rasanya. Sekarang, geplak memiliki banyak rasa seperti coklat, nangka, durian dan vanila.

Selain Geplak, kamu bisa membeli berbagai macam oleh-oleh Yogyakarta lainnya di Toko Mbok Tumpuk.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/07/143229027/20-oleh-oleh-khas-yogyakarta-ada-cokelat-monggo-hingga-geplak

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Travel Tips
Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Travel Update
Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.