Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Tanah Lot Bali, Sejarah hingga Mitos

KOMPAS.com - Pura Luhur Tanah Lot adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Bali.

Itu karena keunikan lokasi Pura Luhur Tanah Lot, yakni berada di atas batu karang Pantai Beraban.

Ada kisah sejarah yang menarik dibalik nama Tanah Lot dan letak Pura Luhur Tanah Lot yang berada di tengah laut.

Asal nama Tanah Lot

Pura Luhur Tanah Lot berlokasi di pulau karang yang berlokasi dekat dengan tepi. Letak pulau karang yang menjadi lokasi Pura Luhur Tanah Lot ini melahirkan beberapa kisah asal usul nama Tanah Lot.

Menurut Tiang Kadek Niti, Bagian Promosi Daerah Tempat Wisata Tanah Lot, ada dua latar belakang mengenai asal-usul nama Tanah Lot

Secara mitologis menurut naskah (Rontal) Dewa Tattwa, lokasi Pura Luhur Tanah Lot berasal dari tanah linet yang berarti tanah kental.

Konsep ini sama dengan mitologi dalam naskah Rontal Babad Gajah Mada. Nama Tanah Lot berasal dari tanah lod yang memiliki arti tanah yang telah kental.

Sedangkan menurut Lontar Dwijendra Tattwa, nama Tanah Lot berasal dari kata tanah lod yang berarti tanah di sagara lod atau tanah di sagara kidul (tanah di Lautan Selatan).

"kalau di analis secara topografis, Pura Tanah Lot memang berlokasi di lautan selatan, maka asal-usul Tanah Lot yang dikemukakan dalam Rontal Dwijendra Tattwa yang paling mendekati kenyataan," kata Bagian Promosi Daerah Tempat Wisata (DTW) Tanah Lot, Tiang Kadek Niti pada Kompas.com (9/09/2021).

Sejarah Pura Tanah Lot

Tiang Kadek Niti juga menjelaskan sejarah dibalik letak Pura Tanah Lot yang berada di tengah laut.

Sejarah Pura Tanah Lot dimulai pada abad ke-15. Saat itu, datang seorang Bhagawan dari Pulau Jawa bernama Dang Hyang Dwi Jendra ke Bali. Ia bertujuan menjalankan misinya yaitu menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama Dharma Yatra.

"Selama di Pulau Bali, Dang Hyang Niratha melakukan meditasi dan melakukan pemujaan kepada Dewa Penguasa Laut di batu karang besar berbentuk burung beo yang disebut juga Gili Beo." lanjut Tiang Kadek Niti.

Namun saat Dang Hyang Niratha melakukan misi penyebaran Agama Hindu, Bendesa Beraban yang merupakan seorang pemimpin suci Desa Beraban merasa iri. Bendesa Beraban mengusir Dang Hyang Niratha dari tempat tersebut.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki nya, Dang Hyang Niratha melindungi diri dari serangan Bendesa Beraban dengan memindahkan batu karang besar tersebut ke tengah lautan.

Selain itu, Dang Hyang Niratha juga menciptakan banyak ular dengan selendangnya di sekitar batu karang sebagai pelindung dan penjaga tempat tersebut. Batu karang itulah yang akhirnya menjadi Pura Tanah Lot.

Mitos di Pura Tanah Lot

Ada satu mitos yang sering didengar ketika mengunjungi Tanah Lot. Salah satunya adalah wisatawan yang mengajak pasangannya berkunjung ke Pura Luhur Tanah Lot, percaya tidak percaya suatu waktu hubungan mereka akan putus.

"Menanggapi mitos tersebut, sebenarnya balik ke keyakinan diri masing-masing," ujar Tiang Kadek Niti

Yang jelas saat berkunjung, sambung dia, pengunjung harus menjaga etika dan sopan santun karena Tanag Lot merupakan kawasan suci.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/10/130604327/tanah-lot-bali-sejarah-hingga-mitos

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tempat Wisata di Pekalongan Gratiskan Tiket Masuk pada 1 April 2023

4 Tempat Wisata di Pekalongan Gratiskan Tiket Masuk pada 1 April 2023

Travel Update
Wisata ke Pantai Tanjung Bendera NTT, Bisa Berkuda dan Jelajah Sabana

Wisata ke Pantai Tanjung Bendera NTT, Bisa Berkuda dan Jelajah Sabana

Jalan Jalan
Menparekraf: Mudik Lebaran 2023 Momen Pergerakan Wisatawan Terbesar

Menparekraf: Mudik Lebaran 2023 Momen Pergerakan Wisatawan Terbesar

Travel Update
Mudik Lewat Jalan Tol Trans Jawa, Bisa Mampir ke 9 Masjid Ini

Mudik Lewat Jalan Tol Trans Jawa, Bisa Mampir ke 9 Masjid Ini

Jalan Jalan
Mau Liburan ke Hong Kong? Jangan Lupa Lakukan 3 Kegiatan Seru Ini

Mau Liburan ke Hong Kong? Jangan Lupa Lakukan 3 Kegiatan Seru Ini

BrandzView
Pendakian Gunung Prau Buka Selama Ramadhan 2023, Cek Jadwalnya

Pendakian Gunung Prau Buka Selama Ramadhan 2023, Cek Jadwalnya

Travel Update
10 IP Asal Indonesia Siap Pamerkan Produk Lisensi Lokal di Hong Kong

10 IP Asal Indonesia Siap Pamerkan Produk Lisensi Lokal di Hong Kong

Travel Update
5 Masjid di Jalur Trans Sumatera yang Bisa Dikunjungi Saat Mudik

5 Masjid di Jalur Trans Sumatera yang Bisa Dikunjungi Saat Mudik

Jalan Jalan
Jadi Masjid Tertua di Indonesia, Ketahui 6 Fakta Masjid Saka Tunggal 

Jadi Masjid Tertua di Indonesia, Ketahui 6 Fakta Masjid Saka Tunggal 

Jalan Jalan
Istana Kekaisaran Jepang Buka Lagi, Bisa Lihat Sakura Mekar di Jalan Inui

Istana Kekaisaran Jepang Buka Lagi, Bisa Lihat Sakura Mekar di Jalan Inui

Hotel Story
Promosikan Bangunan Ikonik Tanah Air lewat Game, Menparekraf Beri Apresiasi pada PUBG Mobile Indonesia

Promosikan Bangunan Ikonik Tanah Air lewat Game, Menparekraf Beri Apresiasi pada PUBG Mobile Indonesia

Travel Update
Wings Air Sediakan 531.360 Kursi untuk Periode Lebaran 2023

Wings Air Sediakan 531.360 Kursi untuk Periode Lebaran 2023

Travel Update
10 Masjid Tertua di Dunia, Ada yang Berada di China

10 Masjid Tertua di Dunia, Ada yang Berada di China

Jalan Jalan
9 Masjid di Jalur Pantura untuk Pemudik, dari Jakarta hingga Jatim

9 Masjid di Jalur Pantura untuk Pemudik, dari Jakarta hingga Jatim

Jalan Jalan
Masjid Terapung Palu yang Kokoh Diterjang Tsunami Kini Jadi Obyek Wisata

Masjid Terapung Palu yang Kokoh Diterjang Tsunami Kini Jadi Obyek Wisata

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+