Salin Artikel

Wisatawan ke Yogyakarta Diimbau Reservasi via Aplikasi Visiting Jogja

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Wisatawan yang ingin berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nantinya diimbai melakukan reservasi terlebih dahulu dan menyiapkan aplikasi Visiting Jogja.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja mengatakan, tiga tempat wisata di daerahnya yang melakukan uji coba buka adalah Pinus Sari Mangunan di Bantul, Kebun Binatang Gembira Loka di Kota Yogyakarta, dan Tebing Breksi di Sleman.

Para pengelola tempat wisata diharapkan punya komitmen untuk menegakkan aturan yang berlaku. Ke depan, pihaknya berharap ada tambahan tempat wisata yang uji coba buka.

Singgih melanjutkan, pada uji coba pembukaan terdapat pembatasan jumlah pengunjung yakni 25 persen dari kapasitas.

Masyarakat yang akan berkunjung ke tiga tempat wisata tersebut diimbau melakukan reservasi melalui aplikasi Visiting Jogja agar nantinya tidak ditolak saat sudah sampai tujuan karena ada pembatasan jumlah pengunjung.

"Wisatawan harus menyiapkan aplikasi PeduliLindungi untuk scan barcode (screening kesehatan). Tanpa aplikasi PeduliLindungi, mereka dipastikan tidak bisa masuk obyek wisata," kata Singgih kepada wartawan di Bantul, Selasa (14/9/2021).

Berharap ada keringanan

Sementara itu, pengelola Pinus Sari, Kelurahan Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Anang Suhendri mengatakan bahwa pihaknya telah siap mematuhi semua persyaratan. Namun, menurut dia ada dua syarat yang sulit diterapkan.

Syarat pertama aplikasi kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena tidak semua orang memiliki gadget. Pihaknya juga berharap ada revisi mengenai syarat kedua, yakni larangan kunjungan anak usia di bawah 12 tahun.

"Harapan kita dari pemerintah pusat ada kebijakan tertentu mengatasi itu. Jadi anak 12 tahun mungkin dibolehkan masuk ke area Pinus Sari. Karena kalau anak tidak boleh masuk, orangtuanya jadi tidak mau masuk ke tempat wisata," tutur Anang.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Kurniawan mengatakan bakal berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata yang boleh beroperasi saat PPKM level 3.

Akan tetapi, pihak Dispar DIY tidak bisa merubah aturan dari pusat yang salah satunya melarang anak di bawah 12 tahun masuk tempat wisata.

"Jadi kalau ada anak kecil yang di bawah 12 tahun tetap belum diperbolehkan masuk ke destinasi wisata ya. Kalau dari kita sudah koordinasi. Mungkin nanti di parkiran di-screening dulu, difilter di depan mana yang boleh masuk dan tidak," tutur Kurniawan.

Selain itui, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait kapan dibukanya lokasi wisata yang diperbolehkan uji coba untuk wisatawan.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/14/190700627/wisatawan-ke-yogyakarta-diimbau-reservasi-via-aplikasi-visiting-jogja

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.